Pilkada Jateng

SOSOK Joko Suranto, Crazy Rich Grobogan Maju Pilkada Jateng, Siap Lawan Irjen Ahmad Luthfi

Dia mengaku tak minder meski jika harus melawan dua jenderal yang belakangan digadang-gadang bertarung di Pilkada Jateng.

Editor: Satia
KOMPAS.com/ M ELGANA MUBAROKAH
Joko Suranto, pengusaha asal Grobogan, Jawa Tengah, saat ditemui di kantornya, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (28/5/2022).(KOMPAS.com/ M ELGANA MUBAROKAH) 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Crazy rich asal Grobogan, Joko Suranto memantapkan diri untuk maju di Pilkada 2024.

Melalui PSI, Joko Suranto mengambil formulir pendaftaran untuk maju sebagai bakal calon Gubernur Jateng.

Dia mengaku tak minder meski jika harus melawan dua jenderal yang belakangan digadang-gadang bertarung di Pilkada Jateng.

Baca juga: Pilkada 2024 Deli Serdang, PDIP Berniat Sodorkan Kadernya Jadi Pendamping Asri Ludin Tambunan

Dua jenderal yang dimaksud itu adalah Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan mantan Jenderal Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa yang muncul dari gerbong PDI Perjuangan.

“Joko Suranto minder? No way,” jelas Ketua DPP REI Joko Suranto usai menjadi narasumber pada event Jateng Omah Expo di Mal Ciputra, Kota Semarang, Rabu (24/7/2024).

Bacagub Jateng dari PSI ini menyebut dirinya masih fokus mengikuti tahapan di Pilkada Jateng.

Ia pun percaya diri meski belakangan muncul nama-nama tokoh dengan elektabilitas tinggi.

Apalagi nama Ketum PSI Kaesang Pangarep yang juga putra bungsu Presiden Jokowi juga diisukan bakal maju

“Enggak apa-apa, (muncul dua nama jenderal dan Kaesang). Semakin banyak (calon) akan memunculkan yang terbaik,” tegasnya.

 

 

 

Baca juga: Polres Tanjungbalai Gelar Police Go To School, Sampaikan Pesan Pendidikan untuk Para Murid

Ia melanjutkan, bakal terus mengikuti tahapan hingga pendaftaran bakal calon gubernur di KPU.

Joko dengan enteng mengaku tidak keberatan menghadapi lawannya karena masyarakat yang akan memilih calon pemimpin.

“Jadi yang penting buat saya adalah kita bisa menawarkan kepada masyarakat. Masyarakat yang berhak menilai. Tapi dalam menawarkan itu tetap harus memberikan edukasi bahkan buat pribadi saya harus memberikan kebaikan,” pungkasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved