Berita Viral

TERKUAK Kondisi Novi di Lapas Usai Bayar Orang Bunuh Mertua, Kini Nangis Nyesal Minta Maaf ke Suami

Terkuak kondisi Novi Damayanti (23) di Lapas usai bayar orang bunuh mertua. Novi kini menyesali perbuatannya dan berharap suaminya mau memaafkannya.

Editor: Liska Rahayu
TribunNewsmaker.com
Kondisi Novi Damayanti, tersangka kasus menantu bunuh mertua setelah menghuni Lapas Perempuan Kendari. Novi tak henti-hentinya berurai air mata seraya menitipkan pesan untuk sang suami. 

TRIBUN-MEDAN.com - Terkuak kondisi Novi Damayanti (23) di Lapas usai bayar orang bunuh mertua.

Novi kini menyesali perbuatannya dan berharap suaminya mau memaafkannya.

Novi Damayanti kini telah menghuni Lapas Perempuan Kendari, Sulawesi Tenggara guna menjalani masa penahanan sementara setelah terlibat kasus pembunuhan.

Mendekam di bui membuat Novi terpuruk, ia tak henti-hentinya berurai air mata.

Kala didatangi awak media, Novi pun menangis seraya menitipkan pesan untuk sang suami.

Novi rupanya tengah merasakan penyesalan mendalam setelah melakukan aksi teganya yakni membunuh sang ibu mertua, Mirna (51).

Seperti diketahui, Novi menyewa pembunuh bayaran berinisial CM untuk mengeksekusi Mirna di tanggal 7 April 2024.

Kematian Mirna diselidiki penyidik, aksi Novi pun ketahuan.

Novi dan CM kini mendekam di penjara dan dijerat pasal pembunuhan berencana 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

Tangis Penyesalan Novi

Sementara menunggu sidang dalam kasusnya, Novi kini menghuni Lapas Perempuan Kendari.

Ditemui awak media, Novi terlihat semakin kurus.

Mengenakan jilbab panjang dan baju longgar berwarna senada, Novi menutupi sebagian wajahnya dengan masker.

Tampak mata Novi sembab bak habis seharian menangis.

Air mata Novi pun tumpah tatkala ditanyai soal sosok suami dan keluarga.

Dalam video yang dilansir TribunnewsBogor.com dari akun Instagram @infokendariterkini, Novi menitipkan pertanyaan dan pesan untuk suaminya.

Novi mengakui perbuatannya membunuh sang ibu mertua adalah hina dan keji.

Karenanya, Novi pun ragu jika suaminya memaafkannya.

Kendati demikian, Novi masih berharap sang suami mau memberikannya maaf.

Kondisi Novi Damayanti, tersangka kasus menantu bunuh mertua setelah menghuni Lapas Perempuan Kendari. Novi tak henti-hentinya berurai air mata seraya menitipkan pesan untuk sang suami.
Kondisi Novi Damayanti, tersangka kasus menantu bunuh mertua setelah menghuni Lapas Perempuan Kendari. Novi tak henti-hentinya berurai air mata seraya menitipkan pesan untuk sang suami. (TribunNewsmaker.com)

"Kamu masih mau kan memaafkan saya? kepada suami saya, mohon maaf, mudah-mudahan beliau masih mau memaafkan saya atas perbuatan hina dan keji yang telah saya lakukan. Saya sangat menyesali semuanya," ungkap Novi sambil menangis dikutip pada Senin (22/4/2024).

Tak cuma untuk suami, Novi juga menitipkan pesan untuk keluarganya.

Terutama untuk orang tuanya, Novi mengaku sangat menyesali perbuatannya.

"Saya minta maaf kepada keluarga saya terutama kedua orang tua saya, maaf atas perlakuan hina saya yang membuat keluarga saya jadi takut, maaf," ujar Novi.

Kondisi Novi di Lapas

Tampak lesu dan tak henti menangis, Novi justru mengaku kondisinya sehat.

Terlebih diungkap Novi, ia punya banyak teman yang baik di lapas.

Namun hingga kini, Novi masih menghuni lapas seorang diri.

"Baik-baik temanku di sini tapi saya sel sendiri karena masih pengenalan toh," ujar Novi dilansir dari TribunnewsSultra.com.

Terkait alasan Novi belum digabung bersama napi lain, Kepala Lapas Perempuan Kelas III Kendari, Andi Wirdani Irawati mengurai penjelasan.

Bahwa saat ini Novi masih menjalani masa pengenalan lingkungan lapas alias mapenaling.

Selama satu minggu kondisi kesehatan dan psikis Novi akan dipantai oleh tim psikolog dan dokter di lapas.

"Kalau butuh pembinaan lebih lanjut diperpanjang jadi 14x24 jam," pungkas Andi Wirdani Irawati.

Diungkap Andi, tidak ada perlakuan khusus yang diberikan petugas untuk Novi.

Tapi karena Novi adalah tersangka kasus pembunuhan, maka kesehatannya akan dipantau secara berkala.

Hingga kini, Novi belum diizinkan bertemu dengan keluarga atau kerabat.

Sempat Santet Mertua Tapi tak Mempan, Novi Damayanti Sewa Pembunuh Bayaran, Bikin Skenario Begal

Belakangan Novi pun mengurai motifnya nekat menyewa eksekutor bayaran untuk membunuh Mirna.

Terungkap pula bahwa ND juga membuat skenario pembegalan dalam melakukan aksinya.

Novi mengaku awalnya sakit hati karena tak pernah dianggap oleh korban.

Akhirnya dia membunuh mertuanya dengan dibantu seorang pria berinisial CM (21).

"Saya dendam. Dari semenjak saya menikah sama suamiku sampai hari ini juga saya tidak pernah dianggap bagaimana sama keluarganya. Maka sempat ada rencana mau santet dia Pak. Supaya dia pulang gara-gara mamanya. Mungkin karena khilaf, waktu di rumah sakit mertuaku masih hidup," ungkap ND menjawab pertanyaan wartawan di Polresta Kendari, Rabu (17/4/2024).

Kapolresta Kendari, Kombes Pol Aris Tri Yunarko mengatakan motif tersangka merencanakan pembunuhan kepada ibu mertuanya karena dendam dan sakit hati.

“Sakit hati karena ibu mertuanya ini sering mencampuri urusan rumah tangga dari tersangka (Novi),” terang Aris.

Lebih lanjut Aris menegaskan, tindakan begal yang sempat dilaporkan oleh menantu korban ke pihak kepolisian hanya alibi untuk mengelabui kasus ini.

“Bukan begal. Ini kasus pembunuhan berencana yang sengaja diatur oleh menantunya untuk mengelabui pihak kepolisian. Ini hanya modus,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa dalam kasus ini hanya ada dua pelaku yakni menantu korban, ND dan eksekutor, CM (21).

“Keterangan awalnya empat orang pelaku dari keterangan Novi itu tidak benar. Hanya ini saja pelakunya Novi dan CM,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kombes Aris pun mengungkap, eksekutor pembunuhan ini dijanjikan uang oleh tersangka ND hingga Rp 15 juta.

Namun, baru dibayar Rp 10,3 juta. Kedua tersangka dijerat pasal 430 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati.

Aktor pembunuhan terungkap saat pihak kepolisian manaruh curiga kepada ND.

Sebab, ketika proses pemeriksaan tersangka ND memberikan keterangan berubah-ubah.

“Karena keterangan ND (Novi) saat diperiksa berubah-ubah terus. Ketika diperiksa berubah, diperiksa lagi berubah, jadi jadi ini yang membuat curiga penyidik,” tukas Kapolresta Kendari.

Kronologi

Inilah awal mula seorang wanita muda di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara berinisial ND (24) mengatur siasat sebelum membunuh mertuanya M (51).

Kejadian itu dialami M saat berkendara bersama ND di Jalan Madusila, Anduonohu, Poasia, Kendari, Sultra pada Minggu (7/4/2024) sekira pukul 14.00 Wita.

Akibat insiden itu, M seorang ibu rumah tangga di Sampara, Konawe tewas dengan 10 luka tusuk di leher dan badannya.

Hasil penyidikan, Polresta Kendari menemukan bahwa ND merencanakan pembunuhan korban dengan rekan prianya berinisial MF (21).

Pelaku MF yang juga tetangga ND berperan sebagai eksekutor.

MF menusuk korban saat berada di dalam mobil yang dikemudikan ND.

Kapolresta Kendari, Kombes Pol Aris Tri Yunarko, mengatakan, ND dan MF merencanakan pembunuhan itu disalah satu rumah makan di Kota Kendari.

ND bertemu dengan MF untuk merencanakan pembunuhan mertuanya pada Minggu pagi sekira pukul 08.00 Wita.

"Setelah bertemu ND bersama suami dan anaknya pergi ke Sampara, Konawe," ucap Kapolresta Kendari.

Setelah tiba di rumah mertuanya itu, ND mengajak korban belanja kebutuhan kue di Indogrosir Kendari.

Saat itu, ND tidak mengajak suami dan anaknya, hanya korban dengan menggunakan mobil Honda Brio berwarna kuning.

Ketika tiba di Kendari, keduanya langsung berbelanja, kemudian menuju Pasar Anduonohu untuk membeli bawang.

ND lalu mengarahkan kendaraaan ke arah Citraland lalu memutar kembali ke arah Jalan Madusila.

Kemudian ND memutar lagi ke arah Citraland lalu menuju dekat Kantor DPRD Kota Kendari.

Di lokasi itu, ND memarkirkan kendaraannya, kemudian MF masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi tepat di belakang korban M duduk.

"Mertuanya ini, M sempat bertanya ke ND itu siapa. Dan ia menjawab kalau itu sepupunya," ucap Kapolresta Kendari.

Aris mengatakan dari penyelidikan, ND berkendara dengan memutari dari area bundaran Citraland dan Jalan Madusila sebanyak dua kali ternyata hanya modus.

Karena saat itu ND sengaja meminta MF untuk menunggu di pinggir jalan dan menemui saat mobil terparkir di dekat Kantor DPRD Kendari.

"Kemudian saat sudah di dalam mobil, MF langsung mngeksekusi korban dengan cara menjerat leher dengan tali dan menusuk pakai pisau. Tali dan pisau itu sudah disiapkan pelaku MF," jelas Aris.

Setelah mengeksekusi korban, ND menyerahkan HP, uang, dan perhiasannya ke MF dan membawanya turun di tempat untuk pelaku melarikan diri.

ND kemudian berhenti dan meminta tolong ke pengendara lain yang melintas dengan berpura-pura menjadi korban begal. 

(*/TRIBUN-MEDAN.COM)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter 

 

Artikel ini telah tayang di TribunNewsmaker.com

Sumber: TribunNewsmaker
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved