Berita Medan

Persadia Medan Gelar Sosialisasi Edukasi Cegah Diabetes Selama Bulan Ramadan

Apalagi diabetes menjadi salah satu penyakit mematikan nomor tiga di Indonesi menurut data WHO. 

|
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/APRIANTO
Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Medan terus melakukan edukasi dan sosialisasi tentang penyakit diabetes selama bulan Ramadhan di Aula Kantor Camat Medan Belawan, Kota Medan, Senin (18/3/2024) pagi. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Medan terus melakukan edukasi dan sosialisasi tentang penyakit diabetes yang merupakan penyakit berbahaya yang harus dicegah sejak dini.

Apalagi diabetes menjadi salah satu penyakit mematikan nomor tiga di Indonesi menurut data WHO. 

Kali ini Persadia Medan menggelar workshop dengan tema 'Hidup Sehat bersama Diabetes' di Aula Kantor Camat Medan Belawan, Kota Medan, Senin (18/3/2024) pagi.

Di mana sosialisasi kali ini dihadiri puluhan Lurah,kepala lingkungan (kepling) dan ASN yang ada di kecamatan Medan Belawan. 

Adapun narasumber pada sosialisasi penyakit diabetes ini adalah, Dr.Drs. H.Syafruddin Ritonga. MAP dengan topik penyakit diabetes, Dr. Wenggedes Frensh, SH, MH dengan topik cyber crime dan Dr. H. Budi Hartono, M.Si dengan topik goog goverment. Ketiga berasal dari pascasarjana Universitas Medan Area (UMA). 

Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Medan,Dr.Drs. H.Syafruddin Ritonga. MAP mengatakan, tujuan penyuluhan ini untuk menambah wawasan masyarakat terkait penyakit diabetes selama menjalankan ibadah puasa.

Sehingga masyarakat bisa tetap menjalankan ibadah puasa dengan lancar. 

"Orang diabetes bisa puasa, tetapi harus skrining dulu ke dokter sebelum ibadah puasa. Kalau tidak skrining yang ditakutkan itu terkena Hipoglikemia. Kalau rendah,segera batal puasa dengan minum. Tanda-tanda hipoglikemia itu keringat dingin, dan mata kabur," jelas Prof Dr H Syafruddin Ritonga MAP, Senin (18/3/2024). 

Dengan begitu, ia mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga pola hidup sehat dengan memperhatikan pola makanan selama menjalankan ibadah puasa. 

"Jadi kalau kita sudah penderita diabetes, apapun makanannya harus kita jaga. Jumlah kalorinya itu tidak lebih dari 1.700 Kalori.

Tapi pola makan sekarang kan harus berubah, terutama sahur dan berbuka. Maka di anjurkan kepada penderita diabetes itu, sahur 15 menit sebelum imsak, makan secukupnya, harus seimbang dan bergizi. Kemudian berbuka lah dengan yang manis, pola makannya juga di takar," ujarnya. 

Syafruddin Ritonga menambahkan bahwa perangkat Kecamatan sampai Lingkungan merupakan merupakan unsur pemerintah yang dekat dengan masyarakat yang mampu menginformasikan pentingnya kesehatan di masyarakat. 

"Mereka sebagai garda terdepan, yang diharapkan bisa mengedukasi masyarakat. Seperti kita tahu Sumut rangking lima diabetes terbesar, dan Indonesia juga rangking lima terbesar. Jadi kalau bisa mereka ini bisa menjadi garda terdepan di lingkungan masing-masing," harapnya. 

Senada,Camat Medan Belawan, Yoga Irawan berharap seluruh jajaran Lurah, Kepling dan ASN nya bisa bekerjasama dalam mengedukasi masyarakat terkait diabetes dan pentingnya menjaga pola hidup selama ramdahan. 

"Kepling ini adalah barisan terdepan perpanjangan tangan Pemko Medan untuk mengedukasi masyarakat selama bulan Ramadhan agar bisa menjaga kesehatan, kaitannya dengan penyakit diabetes.

Mudah-mudahan bapak dan ibu kepling bisa menjadi garda terdepan untuk masyarakat akan pentingnya menjaga pola hidup dan kesehatan," ucapnya. 

(Cr29/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved