Liga Spanyol

Xavi Hernandez Diklaim Bukti Nyata Korban Politik Barcelona, Tekanan Melatih Barca Bikin Stres

Ronald Koeman turut berkomentar terkait nasib Xavi Hernandez di Barcelona saat ini yang memilih akhiri kerja sama pada akhir musim 2024.

(AFP/PAU BARRENA)
Pelatih Barcelona Xavi Hernandez memberikan arahan ke anak asuhnya pada laga pekan ke-15 Liga Spanyol 2022-2023 melawan Espanyol di Stadion Camp Nou, Sabtu (31/12/2022) malam WIB. Barcelona hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 melawan Espanyol.(AFP/PAU BARRENA) 

TRIBUN-MEDAN.com - Xavi Hernandez diklaim stres melatih Barcelona dengan tekanan hebat dan sebagai bukti korban politik yang ada di tubuh Barca.

Klaim tersebut dibeberkan oleh mantan pelatih dan pemain Barcelona, Ronald Koeman.

Ronald Koeman turut berkomentar terkait nasib Xavi Hernandez di Barcelona saat ini yang memilih akhiri kerja sama pada akhir musim 2024.

Apa yang dialami Xavi Hernandez dimaklumi oleh Koeman lantaran dirinya sempat berada di posisi tersebut sewaktu masih di Barcelona.

Seperti diketahui Xavi memutuskan untuk pergi dari klub selepas musim 2023-2024 berakhir.

Juru taktik asal Spanyol tersebut memberikan konfirmasi terbuka terkait kepergiannya dari raksasa Catalunya.

Baca juga: SIARAN Langsung Yordania Vs Korea Selatan Semifinal Piala Asia 2023, Klinsmann Ogah Pikirkan Final

Namun, tekanan hebat langsung dirasakan oleh Xavi selepas dirinya mengumumkan mundur.

Ia merasa kurang dihargai dan diapresiasi pencapaiannya selama menjabat sebagai pelatih.

Padahal di awal kedatangannya Xavi dianggap bisa mengembalikan pamor dan martabat Barcelona baik di Spanyol dan Eropa.

Musim perdananya sebagai entrenador secara penuh di klub membuahkan hasil apik dengan gelar Liga Spanyol 2022-2023.

Akan tetapi, tekanan hebat begitu diterima Xavi ketika Barcelona dalam kondisi terpuruk.

Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez (tengah)
Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez (tengah) (Twitter Barcelona)

Baca juga: LIGA CHAMPIONS - Barcelona Masukkan 3 Darah Baru untuk 16 Besar UEFA Champions League

Kondisi itu mendapat perhatian dari Koeman yang digantikan posisinya pada November 2021.

Menurut pelatih asal Belanda tersebut keluhan juniornya itu patut dimaklumi.

Tekanan dan stres juga dialami Koeman sewaktu masih berada di kursi panas pelatih El Barca.

"Jauh lebih menyenangkan menjadi pemain Barcelona daripada pelatih," kata Koeman, dikutip dari ESPN Belanda.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved