Sumut Memilih

Bawaslu Deli Serdang Siapkan 6.583 Anggota untuk Antisipasi Serangan Fajar saat Pemilu

Mereka terdiri dari Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS), Pengawas Kelurahan Desa (PKD) dan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam). 

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Ayu Prasandi
HO
Kantor Bawaslu Deli Serdang di komplek perkantoran Bupati Deli Serdang.  

TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Deli Serdang menyiapkan 6583 orang anggota untuk mengantisipasi dan menindaklanjuti terjadinya serangan fajar pada saat Pemilu.

Mereka terdiri dari Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS), Pengawas Kelurahan Desa (PKD) dan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam). 

Untuk Panwascam ada 66 orang karena ada 3 orang di setiap Kecamatan, PKD ada 394 di setiap Desa/Kelurahan dan 6123 orang di masing-masing TPS sesuai jumlah TPS yang ada di Kabupaten Deli Serdang. Saat ini tinggal 6123 orang PTPS yang belum diterjunkan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Deli Serdang, Febryandi Ginting mengatakan PTPS akan mereka tugaskan mulai tanggal 22 Januari 2024.

Hal ini lantaran disaat itu PTPS juga akan dilantik oleh Panwascam. Saat ini perekrutan PTPS sedang memasuki tahapan wawancara. 

"Hari ini tahapan wawancara terhadap PTPS terakhir. Saya monitoring di tiga Kecamatan hari ini. Sudah selesai dan tinggal kita umumkan pada 18 sampai 20 Januari nanti untuk PTPS ini," kata Febryandi Ginting Senin, (15/1/2024). 

Febryandi mengatakan masa kerja PTPS sesuai ketentuan 23 hari sebelum dan 7 hari setelah Pemilu. Untuk honornya Rp 1 juta selama tugasnya.

PTPS disebut punya tugas dan fungsi mengawasi TPS pada saat hari H. 

"Ikut serta juga dalam penertiban saat masa tenang nanti. Cegah serangan fajar nanti ya kita patroli lapangan juga. Kita intruksikan hal ini juga sama PKD sekarang ini.

Nanti saat PTPS sudah bertugas baru nanti dibantu. Sistem kerjanya pasang kuping juga karena kita apel siaga terus nanti dan siaga 24 jam (cegah serangan fajar),"sebut Febryandi. 

Disampaikan kalau nantinya PTPS juga akan diberi pembekalan bimbingan teknis (Bimtek).

Meski honor Rp 1 juta namun diyakini kalau PTPS ini nanti juga bisa bekerja dengan idealis.

"Artinya  sampai hari ini kita menanamkan moral sama PTPS ini. Kita ingin menanamkan pemilu ini bisa berlangsung jujur,  Penguatan penguatan di kitalah," ucap Febryandi.

(dra/tribun-medan.com). 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved