Sekeluarga Tewas di Rumah

Pelaku Pembunuhan Sadis Sekeluarga di Muba Sumsel Ditangkap, Tersangka Sembunyi di Jambi

Diketahui pelaku bernama Eeng Praza (48), warga Desa Purwosari, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Satia
Kolase
Pelaku pembunuhan sekeluarga di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) ditangkap petugas Punisher Jatanras Polda Sumsel. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Pelaku pembunuhan sekeluarga di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) ditangkap petugas Punisher Jatanras Polda Sumsel.

Diketahui pelaku bernama Eeng Praza (48), warga Desa Purwosari, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan.

Dalam kasus ini, pelaku ditangkap dari tempat persembunyiannya di Jambi.

Baca juga: DIPANGGIL Timnas U-20, M Ghozali Diharapkan dapat Memotivasi Atlet Lainnya di PPLP Dispora Sumut

Saat diamankan polisi, Eeng hanya bisa menyerah dan mengangkat kedua tangannya.

"Saya mengaku salah pak," katanya.

Eeng kemudian langsung digiring ke Polda Sumsel.

Dia menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Unit 4 Subdit 3 Jatanras Ditreskrim Polda Sumsel, Minggu (31/12/2023).

Informasi yang dihimpun Sripoku.com, Eeng merupakan rekan dari korban Heri yang ditemukan tak bernyawa bersama dua anak dan orangtuanya.

"Besok siang ya akan dirilis di Polda Sumsel, Kapolda Sumsel langsung infonya yang akan menggelar perkara tersangka ini," kata Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait melalui Kanit Punisher AKP Taufik Ismail.

Saat dibawa ke Mapolda Sumsel, tersangka menggunakan masker hitam, kaos abu-abu dan bercelana pendek.

Baca juga: Supir Ambulans di Wamena Tewas Ditikam, Keluarga Terduga Penikam Diserang, 9 Orang Terkena Panah

Sebelumnya, masyarakat Desa Lumpatan Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Rabu (20/12/2023) digemparkan dengan penemuan 4 jenazah.

Keempat jasad tersebut diketahui pertama kali ditemukan masyarakat sekitar pukul 14.00 WIB.

Diketahui identitas dari keempat mayat tersebut yakni, Heri (50), Masturo alias Juray (70) ibu dari Heri, A (5) dan M (12) yang merupakan anak dari Heri.

Jasad tersebut telah membusuk selama 4 hari karena salah satu korban masih mengenakan pakaian sekolah pramuka.

Informasi yang dihimpun, saat itu korban Heri baru saja menerima uang Rp 60 juta dari hasil penjualan kebun sawit miliknya tiga hari sebelumnya.

Dari keterangan keluarga yang ikut mengantarkan, sebelumnya 4 orang jenazah ini ditemukan, korban Heri baru menerima uang hasil penjualan kebun sawit.

Pihak keluarga menduga 4 korban ini meninggal dunia selama tiga hari sebelum ditemukan pada Rabu siang.

Baca juga: Sejarah Penamaan Ayat Seribu Dinar, Lengkap dengan Bacaan dan Artinya

Sedangkan, dari hasil olah TKP Satreskrim Polres Muba, korban M ditemukan di ujung kebun sawit dekat pondok yang dijadikan tempat mereka tinggal.

Kondisinya mengenaskan, kepala korban terpisah dan dimasukkan ke dalam bajunya, bagian tubuh seperti kaki dan organ dalam tubuh diduga sudah dimakan binatang buas.

Di dekat jenazah M ditemukan potongan kayu yang berlumuran darah.

Petugas Inafis Polres Muba menemukan 3 korban lainnya di dalam pondok.

Korban A, jenazahnya ditemukan dalam WC di bagian belakang pondok dengan kondisi mengenaskan.

Sang ayah, Heri, ditemukan di dalam kamar dengan tangan terikat.

Tubuhnya penuh luka senjata tajam ditutupi selimut sama seperti korban Masturo alias Juray, juga penuh dengan luka senjata tajam.

Proses autopsi jenazah keempat korban dilakukan hingga Kamis 21 Desember 2023 pagi.

Baca juga: MUTASI Jajaran Polrestabes Medan, Mulai dari Kasat Hingga Kapolsek, Berikut Nama-namanya

Tim Kedokteran Forensik RS Bhayangkara M Hasan Palembang melakukan autopsi secara bertahap.

Korban Dihantam Benda Tumpul

Dari hasil autopsi yang dilakukan terdepat sejumlah hantaman benda tumpul pada area kepala sejumlah korban.

"Ya, untuk hasil autopsi memang belum keluar dari pihak rumah sakit. Namun dari hasil sementara sejumlah korban tewas akibat hantaman benda tumpul pada bagian kepala, dan tidak ada luka akibat benda tajam," kata Kasi Humas Polres Muba AKP Susianto, Jumat (22/12/2023).

Saat ini Polres Muba dibantu Jatanras Polda Sumsel dalam melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Saat ini tim sedang melakukan penyelidikan lebih mendalam. Selain itu, keempat korban akan dimakamkan hari ini di Betung," jelasnya.

Hasil Forensik

Dokter forensik RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, dr Indra mengungkap penyebab kematian empat anggota keluarga di Kabupaten Musi Banyuasin.

Berdasarkan pemeriksaan, keempat korban menerima hantaman benda tumpul.

Baca juga: TRAGEDI Pulang Kampung Liburan Natal, Dua Anak Vs Ayah Baku Hantam hingga Tewas

"Semuanya akibat kekerasan benda tumpul, baik di kepala. Tanda-tanda senjata tajam tidak ada sama sekali," ujar dokter Indra saat dihubungi via telepon, Kamis (21/12/2023).

Dari keempat jasad, hanya tubuh Masturo yang kondisinya masih bagus, sedangkan korban lainnya sudah membusuk.

Sementara untuk korban M (11) anak dari Heri, jasadnya sebagian tidak utuh karena dimakan binatang.

"Hanya neneknya saja yang masih bagus, yang lain sudah busuk. Untuk organ dalam sudah mengalami pembusukan lanjut jadi tidak bisa dipaksakan," katanya.

Indra mengatakan, sebelum ditemukan para korban diperkirakan sudah meninggal antara 2 hingga 3 hari.

 

Artikel ini diolah Tribunnews

Baca Berita Tribun Medan Lainnya di Google News

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved