Berita Medan

Makin Banyak Gepeng Tidur di Depan Ruko Jalan Dr Mansyur-Jamin Ginting, Warga Merasa Resah

Maraknya gelandangan dan pengemis (gepeng) di area Jalan Dr Mansyur-Jamin Ginting Kota Medan membuat warga sekitar mengeluh.

Tayang:
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Juang Naibaho
Tribunmedan.com/HO
Sejumlah gelandangan dan pengemis (gepeng) memadati ruko di Jalan Dr Mansyur-Jamin Ginting, Kota Medan, pada malam hari. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Maraknya gelandangan dan pengemis (gepeng) di area Jalan Dr Mansyur-Jamin Ginting Kota Medan mulai meresahkan warga sekitar.

Bila ditegur, tak jarang para gepeng ini malah mengamuk dan mengancam akan melempari rumah toko (ruko) milik warga di sana.

Para gepeng ini mulai memadati area Dr Mansyur-Jamin Ginting pada sore hingga malam hari.

Tak sedikit gepeng membawa anak-anak kecil. Saat malam hari, mereka tidur di halaman toko-toko di area tersebut.

Syahru, satu di antara pemilik toko percetakan di area Jalan Dr Mansyur Kota Medan, menuturkan, fenomena gepeng tidur di teras-teras ruko mereka sudah berlangsung satu bulan terakhir.

Setiap satu ruko ada sekitar 5-7 orang yang tidur di sana.

Jika siang hari, para gepeng ini bekerja sebagai manusia silver di simpang empat traffic light Jl Jamin Ginting-Dr Mansyur.

"Udah sebulan begini, apalagi kalau di atas jam 22.00 malam itu bisa dilihat di setiap teras ruko ada gepeng minimal 5-7 orang. Itu buat resah kami," ucapnya kepada Tribun Medan, Selasa (5/12/2023).

Kata Syahru, awalnya cuma beberapa orang yang tidur di depan rukonya. Seiring waktu terus bertambah dan merembet ke ruko lainnya di kawasan tersebut.

"Awalnya itu-itu aja orangnya, tapi sekarang malah bertambah semakin banyak. Masalahnya setiap kali diusir mereka mengamuk bahkan mengancam mau melempar toko kita," ucapnya.

Hal senada diungkapkan pemilik percetakan lainnya bernama Banjar. Menurutnya, kejadian ini sudah diketahui oleh Kepling setempat.

"Sudah kita laporin ke Kepling. Tapi memang sudah diusir, diberi peringatan misalnya hari ini nanti tiga hari kemudian datang lagi," ucapnya.

Untuk hari ini, dikatakan Banjar, Kepling setempat membuat surat peringatan ketiga kalinya untuk para gepeng tersebut.

"Kabarnya malam ini Kepling, Babinsa mau menemui mereka untuk memberikan surat peringatan ketiga. Tapi kalau begitu sama aja nanti beberapa hari lagi mereka datang lagi," jelasnya.

Menanggapi hal itu, Camat Medan Baru Frans mengatakan malam ini akan melakukan pendataan dan penertiban para gepeng yang sudah meresahkan warganya.

"Iya kita sudah dengar kabar itu dari Kepling dan Lurah setempat. Makanya ini kami rencana malam ini mau melakukan pendataan terhadap gepeng tersebut," jelasnya.

Frans juga sudah meminta bantuan Dinas Sosial dan Satpol PP Kota Medan untuk turut serta dalam penertiban tersebut.

"Ini lagi proses koordinasi dengan Dinsos dan Satpol PP untuk kegiatan penertiban nanti malam," jelasnya.

Berdasarkan laporan dari Kepling, dikatakan Frans, Gepeng tersebut bukanlah warga Kecamatan Medan Baru.

"Ini masih laporan bukan warga kita. Makanya kita mau cek KTP para Gepeng ini nanti,"jelasnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi ke Satpol PP Medan, Rakhmat menerangkan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial.

"Itu di mana lokasinya, hari ini tim saya akan turun ke area Dr Mansyur-Jamin Ginting untuk melakukan penertiban itu. Namun saat ini kita koordinasi terlebih dahulu dengan Dinsos Medan," jelasnya.

Apabila Dinsos Medan meminta bantuan Satpol PP untuk mengamankan para gepeng tersebut, timnya akan segera membantu penertiban tersebut.

"Masalah gepeng ini kan ranahnya Dinas Sosial, makanya ini kita laporkan dulu ke Dinsos kalau Dinsos minta bantu tertibkan kita lakukan. Tapi tim saya juga malam ini akan mengecek ke sana langsung," jelasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Kota Medan Mariance mengatakan belum mendengar dan mendapatkan laporan mengenai gepeng yang lagi marak di area jalan tersebut. Menurutnya, ada beberapa ranah Dinas Sosial dalam menertibkan para gepeng di Kota Medan.

"Jamin Ginting itu posisi di mana sebab kita juga ada program transit dengan pihak Kecamatan untuk masalah Gepeng ini. Dan pihak Kecamatan pun belum ada laporan ke kita mengenai gepeng tersebut," jelasnya.

Menurutnya, program transit itu bertujuan agar setiap kecamatan lah yang akan melakukan penertiban laporan gepeng di wilayahnya.

"Setiap kecamatan lah yang akan melakukan penertiban. Kalau Dr Mansyur dan Jamin Ginting itu masuk wilayah Medan Baru. Tapi kami juga gak pernah dapat laporan ini," jelasnya.

Untuk itu, Mariance mengatakan pihaknya akan segera melakukan kroscek ke pihak Kecamatan dan Satpol PP.

"Kita juga belum tahu apakah mereka benar gepeng atau bukan. Jam berapa mereka mulai tidur di area ruko warga. Makanya kami tidak terinfo adanya gepeng. Tapi kami malam ini akan kami cek info tersebut dan koordinasi dengan pihak Satpol PP dan pihak kecamatan sekitar," jelasnya.

(cr5/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved