Pesawat TNI AU Jatuh
SOSOK 4 Perwira Korban Pesawat Tempur TNI AU yang Meledak di Lereng Bromo
Berikut sosok empat korban yakni anggota TNI AU akibat jatuhnya pesawat tempur di Kawasan lereng Gunung Bromo, Pasuruan, Jawa Timur
Nomor ekor pesawat tersebut merujuk kepada pesawat TNI AU Super Tucano buatan Brazil.
Pesawat tempur ini didatangkan pada tahun 2012 dan 2013.
Armada Super Tucano bermarkas di Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Abdul Rahman Saleh, Malang.
Pesawat Super Tucano EMB 314 dengan kursi ganda ini dulunya digunakan untuk menggantikan operasional peswat OV-10 Bronco skadron Udara 21 Lanud Abdul Rahman Saleh, Malang.
Jurnalis Kompas TV, Babul Arifandhie melaporkan, belum diketahui jumlah korban tewas maupun luka-luka pasca insiden jatuhnya pesawat tersebut terjadi.
"Kami belum menemukan atau konfirmasi adanya korban luka maupun meninggal. Termasuk berapa kru dalam pesawat," tuturnya.
Babul mengungkapkan, kecelakaan terjadi saat cuaca dalam kondisi cerah.
Berdasarkan pengakuan dari warga di lokasi kejadian, pesawat sempat terbang rendah.
"Dugaan masyarakat, pesawat terbang rendah karena mengalami kendala teknis atau human error karena kondisi cuaca cukup cerah," tuturnya.
Babul menjelaskan, pihak TNI AU hingga Basarnas sudah bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.
Dia juga mengatakan kontur tanah di lokasi kejadian cukup terjal sehingga proses evakuasi tampaknya tidak akan berjalan mudah.
(*/TRIBUN-MEDAN.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pesawat-TNI-AU-yang-meledak-di-Lereng-Bromo-Pasuruan-Jawa-Timur-disebut-memakan-korban-jiwa.jpg)