Kumpulan Doa

Doa Sebelum Hubungan Suami Istri Sesuai Sunnah Nabi, Berikut Bacaan Niatnya

dengan menyebut nama Allah yang maha Agung, jadikan keturunan ku yang baik, jika engkau kehendaki keluar ia dari “sulbi”

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Dedy Kurniawan
Ho/ Tribun-Medan.com
Doa dan Niat Hubungan Suami Istri 

TRIBUN-MEDAN.com - Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan setiap aktivitas umat Islam dianjurkan senantiasa berdoa agar mendapat ridho dan berkah Allah.

Termasuk, sebelum melakukan hubungan suami istri.

Doa adalah salah satu cara kita untuk berkomunikasi dengan Allah SWT.

Dengan begitu aktivitas selalu dilindungi Allah dan dijaga dari gangguan jahat yang nampak dan ghaib. 

Baca juga: KRONOLOGI dan Motif Mertua Gorok Leher Menantunya yang Sedang Hamil 7 Bulan, Hanya Berdua di Rumah

Baca juga: Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi, RSUP Adam Malik Gagas Inovasi Kesehatan Berbasis Teknologi

Doa berhubungan suami dan istri ini diharapkan dapat mendatangkan perlindungan Allah SWT.

Hubungan suami istri bisa melanggeng saat kebutuhan di antara keduanya saling terpenuhi, misalnya saat berhubungan intim.

Karenanya, berhubungan suami istri merupakan satu diantara ibadah yang memiliki pahala besar.

Nilai ibadah hubungan suami istri bahkan lebih tinggi ketimbang puasa sunah.

Bagi pasangan suami isteri, berhubungan di ranjang atau disebut berjimak, bukanlah hal yang tabu dan bahkan menjadi aktivitas yang dianjurkan.

Baca juga: Ijeck, Gus Irawan Hingga Ondim Masuk Daftar Calon Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Gibran di Sumut

Dalam sebuah hadist, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَلَمْ تَأْتِهِ فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

“Apabila seorang laki-laki mengajak istrinya ke ranjangnya, lalu istri tidak mendatanginya, hingga dia (suaminya) bermalam dalam keadaan marah kepadanya, maka malaikat melaknatnya hingga pagi tiba.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam melakukan aktivitas ini, suami jangan hanya mencari kepuasan sendiri, tetapi harus sama-sama saling menikmati.

Suami juga harus memenuhi hak-hak isterinya termasuk juga di dalamnya hak untuk mendapatkan kenikmatan dari aktivitas ranjang.

Terkadang, ada kalanya suami mengalami masalah dalam aktivitas seksual seperti ejakulasi dini atau lemah syahwat.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved