Tribun Wiki
Ular Penis, Meski Menyeramkan Tapi Tidak Berbahaya
Atretochoana eiselti adalah spesies caecilian yang kemudian disebut oleh sebahagian orang sebagai ular penis
TRIBUN-MEDAN.COM,- Beragam fauna yang ada di belahan dunia ini kadang membuat kita geleng-geleng kepala.
Selain karena bentuknya yang unik, namanya pun juga unik seperti ular penis atau Atretochoana eiselti.
Menurut para ilmuwan, ular penis ini adalah spesies caecilian.
Ia sebenarnya bukan ular seperti yang kita pikirkan.
Ular penis ini lebih tepatnya merupakan amfibi.
Baca juga: Emperor Tamarin, Hewan Mungil Menggemaskan dengan Kumis Panjang
Menurut laman wikipedia, ular penis ini pertama kali ditemukan pada akhir 1800-an di hutan hujan Brazil, saat Sir Graham Hales melakukan ekspedisi dengan Sir Brian Doll.
Namun, pada 2011, hewan amfibi ini kembali ditemukan oleh para insinyur yang tengah melakukan proyek bendungan pembangkit listrik tenaga air di Brazil.
Foto penemuan ular penis ini pun sempat ramai dibagikan di media sosial.
Banyak yang bertanya-tanya mengenai genus, dan bagaimana ular penis ini berkembang biak.
Baca juga: Uakari, Monyet Botak Berwajah Merah yang Diburu untuk Dimakan Suku di Amazon
Dilansir Huffpost, ahli biologi Julian Tupan mengidentifikasi spesies tersebut tidak hanya tanpa kaki, tapi juga tanpa paru-paru.
Hewan ini diperkirakan bernapas melalui kulitnya.
Tupan, yang bekerja sama dengan perusahaan yang membangun bendungan sempat mengunggah sedikit pengetahuannya mengenai ular penis di situs web Estadao di Brasil, menurut The Sun di Inggris.
“Dari enam yang kami kumpulkan, satu mati, tiga dilepaskan kembali ke alam liar dan dua lainnya disimpan untuk penelitian,” kata Tupan.
Baca juga: Merpati Nicobar Atau Junai Emas, Kerabat Burung Dodo dengan Bulu yang Indah Merona
“Meskipun terlihat seperti ular, mereka bukanlah reptil dan lebih dekat hubungannya dengan salamander dan katak. Kami menduga hewan ini bernapas melalui kulitnya, dan mungkin memakan ikan-ikan kecil dan cacing, namun masih belum ada yang terbukti. Amazon adalah segudang kejutan jika menyangkut reptil dan amfibi. Masih banyak lagi yang bisa ditemukan,” katanya.
Mirip Salamander
Sejumlah penelitian mengungkap bahwa ular penis ini lebih mirip dengan salamander.
Bedanya, hewan ini tidak memiliki hidung sama sekali.
Sehingga, ia bernapas menggunakan kulitnya.
Ia memiliki perbedaan morfologi yang signifikan dengan sesilia lain.
Baca juga: Ikan Sapu-sapu, Hidup di Air Kotor, Jadi Bakso dan Siomay, Ini Bahayanya Jika Dikonsumsi
Tengkoraknya sangat berbeda dengan caecilian lainnya, sehingga membuat hewan ini memiliki kepala yang lebar dan rata.
Lubang hidungnya tertutup rapat, dan mulutnya membesar dengan pipi yang bisa digerakkan.
Tubuhnya memiliki sirip punggung yang berdaging.
Berdasarkan habitatnya, mahluk penghuni sungai Amazon ini juga tidak memiliki daya penglihatan.
Baca juga: Jangan Main-main dengan Ikan Pari Jika Tidak Ingin Mati Kesakitan
Hal ini bisa dilihat dari tidak adanya mata di kepala dan ia hidup di sungai Amazon yang airnya keruh.
Oleh karena itu, Atretochoana eiselti mengandalkan indra penciumannya untuk mendeteksi keberadaan hewan lain di sekitarnya.(tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ular-penis.jpg)