Berita Viral
Usai Viral, Panti Asuhan Elnuza Kini Dibanjiri Donasi, Ternyata Bukan Kena Prank Donatur
Setelah foto-foto dan minta tanda stempel, tiga orang donatur lantas membawa pulang bingkisan tersebut.
TRIBUN-MEDAN.com - Usai viral, panti asuhan Elnuza kini dibanjiri donasi.
Belakangan diketahui donatur tidak melakukan prank.
Usai viral kasus prank donatur, Alhamdulillah kini Panti Asuhan Elnuza dibanjiri bantuan.
Panti Asuhan Elnuza ini tepatnya berada di Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Ada banyak pihak yang memberikan donasi atas nama hingga hamba Allah diketahui datang memberikan bantuan kepada panti asuhan tersebut.
"Alhamdulillah Terima kasih hamba Allah yg telah mengobati hati kami yg kecewa yang telah menggantikan rezeki kami semoga berkah dan dinikmati oleh anak anak panti ELNUZA," tulis pengurus panti Sarmi dikutip Sripoku.com, Kamis (26/10/2023).
Baca juga: Agak Lain Merajuknya, Nenek di Aceh Panjat Tower Setinggi 72 Meter Usai Debat Dengan Keluarga
Diketahui Panti Asuhan Elnuza sempat diprank donatur yang dapat membawa 18 dus snack.
Setelah foto-foto dan minta tanda stempel, tiga orang donatur lantas membawa pulang bingkisan tersebut.
Kejadian kurang menyenangkan ini diceritakan Sarmi lewat akun Facebooknya yang kemudian viral.
Ia juga mengunggah sosok donatur yang terlihat bahagia foto bersama dengan anak-anak panti asuhan.
Anak-anak panti asuhan sangat gembira menyambut kedatangan donatur.
Namun, kebahagiaan tersebut pupus ketika donatur memutuskan untuk membawa pulang bingkisan tersebut.
Sarmi Sarmiati yang mengaku dari pihak pengurus merasa kecewa dan marah melihat tindakan tidak sopan dari donatur tersebut.
Apalagi mereka sudah meminta foto dan stampel dari panti asuhan.
Baca juga: Viral Wanita Bawa Nasi Sendiri saat Makan di Waroeng Steak and Shake padahal Harganya Cuma Segini
Bahkan pihak pengurus panti asuhan tersebut melarang donatur tersebut untuk datang lagi jika hanya ingin membuat mereka sakit hati.
"Pak terimah kasih,,ke PD BPK yg pernah minta Potobersama anak2 panti ELNUZA beberapa dus tenggo jgn LG datang k panti ELNUZA meminta ttd tangan dan stempel pengurus.
Membuat kami kecewa dan menangissi anak2 kami,,karna tenggo itu satupun TDK d kasih anak2 kami," tulisnya, seperti dikutip Sripoku.com.
Postingan Sarmi Sarmiati di Facebook itu sontak jadi sorotan netizen.
Banyak netizen yang kesal dan mendoakan agar anak-anak panti tersebut bisa diberikan kesabaran.
KLARIFIKASI Donatur Panti Asuhan Elnuza
Inilah klarifikasi donatur panti asuhan Elnuza.
Mereka membantah telah melakukan prank dan menjelaskan kronologi sebenarnya.
Setelah viral aksi dugaan prank yang menimpa Panti Asuhan Elnuza yang berada di kota Sekayu, kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, pihak donatur akhirnya angkat bicara.
Donatur yang memberi makanan ringan tersebut berasal dari PT Anta Boga Cemerlang yang merupakan distributor makanan di kawasan Muba.
Sales Area Manager wilayah Muba PT Anta Boga Cemerlang Ray Wilson Imanuel mengatakan, sebelum foto bantuan itu viral mereka sebelumnya sudah datang ke Panti Asuhan Elnuza untuk membawa bantuan berupa snack sebanyak 15 karton pada Senin (23/10/2023).
Namun, ketika bantuan diberikan mereka lupa melakukan dokumentasi, sehingga mereka pun kembali ke panti untuk mengambil dokumentasi sebagai bukti menyerahkan bantuan.
Baca juga: Suharto tak Lagi Latih Sada Sumut Jelang Putaran Kedua Liga 2 Musim 2023-2024
“Namun pada pengambilan dokumentasi usai memberi bantuan ada kesalahan, dan berkas penyerahan yang ditandatangani kurang, jadi kami kembali lagi. Kebetulan yang waktu memberikan bantuan itu adalah saya, pada hari Senin ada snack Macito 15 karton kami berikan,” kata Ray, memberikan keterangan, Kamis (26/10/2023).
Ray menerangkan, sebetulnya sudah menjelaskan kepada Sarmini pada Selasa kemarin saat hendak mengambil dokumentasi.
Hanya saja, Sarmini ketika itu sedang sibuk mengantar anak panti ke Sekolah.
“Mungkin Bu Sarmini selaku pengurus tidak ngeh dan kurang fokus karena buru-buru mau mengantar anak sekolah. Kami kira pengurus yang lain sudah mengenali kami yang datang pada Senin kemarin," ujarnya.
Setelah fotonya viral, Ray pun menjadi terkejut. Mereka pun kembali mendatangi Panti Asuhan Elnuza untuk menjelaskan duduk persoalan tersebut dan melakukan klarifikasi.
“Persoalannya sekarang sudah selesai,” ungkapnya.
Sebelumnya kabar ini bermula dari curhatan
akun Facebook Sarmi Sarmiati, awalnya pihak panti asuhan senang dengan kedatangan donatur tersebut.
Si donatur membawakan berdus-dus bungkusan.
Baca juga: TAMPANG Pelaku Curanmor yang Nyaris Tewas Dihakimi Warga di Tandam Hulu
Anak-anak panti bahagia menyambut kedatangan donatur tersebut sampai akhirnya mereka menangis lantaran barang yang didonasikan tak jadi diberikan.
Dalam akun Sarmi Sarmiati, pihak pengurus panti asuhan merasa kecewa dan marah melihat sikap kurang ajar dari donatur tersebut.
Apalagi mereka sudah meminta foto dan stampel dari panti asuhan.
Pihak pengurus panti asuhan tersebut melarang donatur tersebut untuk datang lagi jika hanya ingin membuat mereka sakit hati.
"Pak terimah kasih,,ke PD BPK yg pernah minta Potobersama anak2 panti ELNUZA beberapa dus tenggo jgn LG datang k panti ELNUZA meminta ttd tangan dan stempel pengurus..
Membuat kami kecewa dan menangissi anak2 kami,,karna tenggo itu satupun TDK d kasih anak2 kami," tulisnya, dikutip dari Sripoku.
Postingan Sarmi Sarmiati di Facebook itu sontak menjadi sorotan warganet.
Kronologi
Diketahui lokasi panti asuhan yang menjadi sasaran donator tak bertanggung jawab itu berada di Jalan Kapten A Rivai, Pasar Talang Jawa kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel).
Pengurus panti asuhan, Sarmini mengungkapkan sebanyak tiga orang donatur yang mengambil bantuan setelah berfoto dan minta tanda tangan.
Pagi itu, Selasa (24/10/2023), panti asuhan yang mereka huni didatangi oleh tiga orang yang membawa 18 dus makanan ringan.
Saat itu, Sarmini tengah memasak di dapur untuk makanan penghuni panti.
Baca juga: PERJUANGAN Pria Ini Demi Jadi Duda, 27 Tahun Gugat Cerai Istri, Namun Selalu Ditolak Pengadilan
"Begitu datang mereka menanyakan anak-anak," kata Sarmini, dikutip dari Sripoku.
Sarmini mengaku anak-anak sedang di sekolah dan hanya ada beberapa anak saja yang ada di panti.
"Ya sudah anak yang ada saja," kata Sarmini menirukan omongan pria tersebut.
Lalu para donatur tersebut ditemani dua orang anak dan seorang pengurus.
Mereka sempat menemani donatur tersebut berfoto di depan plang nama panti asuhan.
Adapun hanya satu orang yang berfoto dengan anak dan pengurus panti.
Sedangkan dua lainnya tidak berfoto hanya menunggu saja.
Kemudian salah seorang dari mereka masuk dan meminta tanda tangan pengurus dan minta stempel panti asuhan.
Namun betapa kagetnya Sarmini begitu keluar ke tempat berfoto tadi, ia tidak menemukan belasan dus makanan.
"18 dus makanan itu sudah tidak ada lagi diduga sudah dibawa ke dalam mobil," kata dia.
Menurut Sarmini para donatur pergi begitu saja setelah meminta tanda tangan dan stempel sambil membawa barang bantuan.
"Mereka pergi sambil bawa barang bantuan lagi," kata dia.
(*/TRIBUN-MEDAN.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Inilah-diduga-tampang-oknum-donatur-yang-prank-Panti-Asuhan-Elnuza-Muba.jpg)