Tribun Wiki

Tiga Panggilan di Aceh, Tengku Ampon, Tengku Sayed dan Tengku Chik, Ini Penjelasannya

Dr M Adli Abdullah, dosen senior di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh menjelaskan bagaimana sejarah panggilan dan gelar di Aceh

Editor: Array A Argus
INTERNET
Dr. M Adli Abdullah, MCL, dosen senior Unsyiah 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Prof Dr M Adli Abdullah, dosen senior di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh mengatakan ada tiga gelar atau panggilan yang melekat bagi masyarakat Aceh sesuai statusnya.

Ketiga panggilan atau gelar itu diantara Tengku Ampon, Tengku Sayed, dan Tengku Chik.

Adli bilang, pada masa dahulu kala, mereka yang memiliki gelar adalah kalangan orang kaya.

Dalam bukunya berjudul Ma Bain-As-Salatin, dijelaskan bahwa gelar pada orang kaya di Aceh cukup beragam.

Baca juga: Detik-detik Jembatan Baja di Kecamatan Kuala Aceh Ambruk Diterjang Banjir

Ada Orang Kaya Maharaja, Orang Kaya Mangkumbumi, Raja Bendahara, Rajalela, dan Lelawangsa.

"Ini adalah (gelar) para hulu balang. Para hulu balang ini dalam keseharian disebut dengan Tengku Ampon," kata Dr Adli Abdullah, dalam chanel Youtube Sago TV, dikutip Tribun-medan.com, Rabu (25/10/2023).

Adli mengatakan, gelar atau panggilan Tengku Ampon itu mulanya disematkan pada orang kaya atau hulubalang yang menjadi tangan kanan kerajaan di Aceh Darussalam. 

"Kalau misal posisinya di Perak, disebut Orang Kaya Perak, kalau di Pidie, disebut Hakim Pidie Raja Dewa Mahkota. Macam-macam gelar yang ada khusus bagi hulubalang sebagai tangan kanan Kesultanan Aceh" kata Adli.

Baca juga: Viral, Kejadian Langka Terjadi di Aceh, Awan Turun ke Bumi, Pakar Sebut Fenomena Downburst

Kemudian, untuk gelar Tengku Sayed atau Tengku Yed, lanjut Adli, biasanya disematkan pada keturunan Rasulullah. 

"Karena di Aceh dulu orang sangat menghormati kepada keturunan Rasulullah yang merupakan Sayyid atau Habib, untuk beliau disebut Tengku Yed. Maka di Aceh, itu panggilan sehari-hari," kata Adli. 

Ia mencontohkan, misalnya saja Habib Abdurrahman, maka panggilan sehari-harinya Tengku Yed.

"Kalau seandainya ulama, Tengku juga di Aceh. Artinya orang yang sangat dihormati. Maka disebut Tengku Chik," kata Adli.

Gelar Tengku ini, lanjut Adli, bahkan meluas hingga ke Malaysia.

Baca juga: Heboh di Aceh, Kerangka Manusia Ditemukan Tercor di Dalam Tong Besi, Terkuak Sudah Ada Sejak 2011

Padahal, kata Adli, masa dulunya di Malaysia itu gelar atau panggilan Tengku belum ada.

Orang Malaysia menggunakan gelar Wan atau Engku.  

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved