Berita Viral

5 Fakta Jembatan Kaca Pecah di Wisata Limpakuwus Banyumas, Detik-detik hingga Pengakuan Saksi Mata

Lima fakta jembatan kaca pecah di objek wisata The Geong Hutan Pinus Limpakuwus, Banyumas yang menyebabkan wisatawan meninggal saat sedang berswafoto

Tayang:
KOLASE/TRIBUN MEDAN
detik-detik jembatan kaca di tempat wisata The Geong, kompleks Hutan Pinus Limpakuwus, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pecah. 

"Sebelumnya sempat dicek karena setiap hari sebelum buka disapu dan dipel," kata Angga di lokasi kejadian, Rabu (25/10/2023).

Baca juga: Tempuh Jalur Hukum, Mertua Putri Dini Bersuara, Kuak Bukti Mobil yang Diminta Memang Punya Anaknya

Baca juga: Syarifin Bangun Pertanyakan Pengajuan Surat Pemecatan Dirinya, Kasus ITE Jadi Narkoba

Angga memastikan dalam pemeriksaan itu tidak ada sesuatu yang janggal pada jembatan kaca yang baru dibuka Lebaran lalu tersebut. 

"Enggak ada keretakan sama sekali, karena setiap hari kami sapu dan pel kacanya, sekalian dicek," ujar Angga.

Meski demikian, kata Angga, pemilik akan bertanggungjawab

"Tadi bos suruh ditutup dulu, nunggu perkembangan. Tapi kami bertanggung jawab sepenuhnya," kata Angga.  

Pengelola Lokasi Wisata Siap Tanggung Jawab

Angga (30), salah satu pegawai dari lokasi wisata tersebut mengatakan bahwa pengelola siap bertanggung jawab atas kejadian ini.

Pihak pengelola juga sudah menutup wahana jembatan kaca tersebut hingga pihak-pihak terkait selesai melakukan pengecekan.

"Tadi dari bos suruh ditutup dulu nunggu perkembangan. Tapi kami selaku pihak wisata ini bertanggung jawab sepenuhnya," kata Angga.

Angga mengungkapkan, jembatan kaca sebenarnya merupakan wanaha baru yang dibuka untuk wisatawan pada lebaran lalu.

Jembatan kaca tersebut disebut diketahui menggunakan tempered dengan ketebalan 1 centimeter.

Meski begitu, sebagai pegawai yang bertugas di tempat wisata ini, Angga sendiri tidak tahu berapa kapasitas jembatan kaca tersebut.

"Kaca itu jenisnya sama yang ada di Baturraden. Saya tidak tahu persis kapasitasnya berapa dan yang jaga dua orang," ujar Angga.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas sudah ke TKP untuk pengecekan. Namun untuk saat ini, belum bisa dipastikan apa penyebab jembatan kaca tersebut bisa pecah.

"Penyebabnya sendiri belum tahu tapi kaca yang pecah adalah satu lempeng ukuran kaca 122.4 cm," kata Petugas DPU Bidang Penataan Bangunan, Imam Wibowo.

"Kalau lihat tempat jatuhnya itu di dekat sama tumpuan, bukan karena di konstruksi tapi kami belum bisa menyimpulkan," pungkasnya. 

(*/TRIBUN-MEDAN.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter  

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved