Benzema Dituduh Gabung Kelompok Teroris, Senator Prancis Serukan Kewarganegaraannya Dicabut

Senator Prancis bernama Valerie Boyer menuntut kejelasan terkait tuduhan keterkaitan striker Prancis Karim Benzema dengan organisasi teroris.

Twitter/@le_parisien
Karim Benzema dilaporkan alami cedera saat latihan dan berpotensi absen di Piala Dunia 2022 

TRIBUN-MEDAN.com - Penyerang Al Ittihad, Karim Benzema dituduh masuk sebagai kelompok teroris, sehingga seorang Senator Prancis menyerukan agar kewarganegaraan Karim Benzema dan Ballon d'Or dicabut.

Senator Prancis bernama Valerie Boyer menuntut kejelasan terkait tuduhan keterkaitan striker Prancis Karim Benzema dengan organisasi teroris.

Menyusul tuduhan Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin bahwa Karim Benzema memiliki hubungan dengan kelompok teroris yang dikenal sebagai Ikhwanul Muslimin.

Senator Prancis bernama Valerie Boyer menyerang Benzema, dia adalah senator dari Les Republicains, Bouches-du-Rhone.

Boyer menyerukan hukuman terhadap Benzema Dalam siaran persnya.

Boyer menyerukan sanksi keras terhadap Benzema jika tuduhan Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin itu terbukti.

Baca juga: KONDISI Terkini Pemain Liverpool Hadapi Everton, Darwin Nunez Terancam Absen di Derby Merseyside

Dia meminta sang striker dicabut kewarganegaraan Prancisnya dan juga penghargaan Benzema sebagai peraih Ballon d'Or sebagai pesepak bola terbaik di dunia yang diraihnya setahun lalu.

“Jika pernyataan Menteri Dalam Negeri itu benar, kita harus mempertimbangkan sanksi terhadap Karim Benzema,” kata Boyer dikutip dari Marca.

"Sanksi awalnya yang bersifat simbolis adalah pencopotan gelar Ballon d'Or darinya. Terakhir, kita harus meminta agar kewarganegaraannya dicabut" kata Boyer.

"Kita tidak bisa menerima bahwa seorang berkewarganegaraan ganda Perancis, yang dikenal secara internasional, dapat mencemarkan dan bahkan mengkhianati negaranya dengan cara seperti ini."

Baca juga: GERAK CEPAT! Pasukan Elit Jerman Ikut Bantu Israel di Gaza, Kirim Kendaraan Tempur & Pesawat Angkut

Benzema Hadapi Tuduhan Tanpa Bukti

Dikutip dari CNN, Menteri Dalam Negeri Prancis membuat tuduhan tak berdasar terkait dengan bintang sepak bola Karim Benzema.

Berbicara dalam siaran televisi CNews pada hari Senin, Menteri Dalam Negeri Perancis Gérald Darmanin menuduh Benzema memiliki hubungan dengan Ikhwanul Muslimin, sebuah kelompok agama dan politik yang dianggap Prancis sebagai organisasi teroris.

Dalam wawancara yang disiarkan televisi, Darmanin mengatakan: “Kami telah menutup 1.100 perusahaan Islam. Dan dalam beberapa minggu terakhir, saya sangat tertarik, Benzema, kita semua tahu, terkait dengan Ikhwanul Muslimin" katanya dikutip dari CNN.

“Kami menyerang kelompok Ikhwanul Muslimin karena mereka menciptakan ‘jihadisme atmosferik’, seperti yang dikatakan Gilles Kepel,” tambah Darmanin, mengacu pada ilmuwan politik tersebut.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved