Perang Hamas vs Israel
Meski Belum Terbukti, Iran Klaim Punya Rudal Hipersonik Ancam Israel: 15 Kali Lipat Kecepatan Suara
Iran kembali mengklaim memiliki rudal hipersonik walaupun belum menunjukkan keaslian benda tersebut.
TRIBUN-MEDAN.com - Iran kembali mengklaim memiliki rudal hipersonik walaupun belum menunjukkan keaslian benda tersebut.
Iran sering mengklaim memiliki rudal yang mengerikan bahkan bisa menghancurkan satu ibu kota.
Di tengah panasnya perang Israel vs Palestina, Iran mengancam Israel dengan menampilkan poster rudal hipersonik di Teheran, Ibu Kota Iran, Senin (16/10/2023).
Iran mengklaim telah menciptakan rudal hipersonik di tahun ini. Meski, bukti nyata rudal itu belum ditunjukkan, Iran klaim bisa menghancurkan ibu kota Israel, Tel Aviv.
Rudal hipersonik ciptaan Iran itu bernama Fattah.
Dalam sebaran twitter (X), terlihat poster rudal hipersonik Fattah di Iran.
"Poster dipasang di Teheran untuk mengiklankan rudal hipersonik baru Iran, Fattah. Poster itu berbunyi:
"400 detik ke Tel Aviv","ujar cuitan @visegard24.
Rudal ini disebut-sebut paling mematikan. Iran mengklaim belum ada negara yang memiliki rudal semengerikan ini.
Lantas bagaimana spesifikasi rudal hipersonik Iran?
Dikutip dari VOA.com, pada Juni 2023, Iran meluncurkan apa yang disebut rudal "hipersonik" yang diakui dapat meluncur dengan 15 kali lipat kecepatan suara dan memiliki jangkauan hingga 1.400 kilometer.
Rudal yang diberi nama “Fattah” itu ditampilkan hari Selasa (6/6/2023) pada sebuah acara yang dihadiri oleh Presiden Ebrahim Raisi, setelah beberapa hari diiklankan dan dipersiapkan.
Kepala kedirgantaraan Korps Pengawal Revolusi Iran (ICRG), Amir Ali Hajizadeh mencuit di Twitter, Selasa tengah malam:
"Pada hari Selasa matahari terbit bukanlah matahari yang terbit dengan normal; "Matahari terbit hari ini bersama Fattah."
Rudal hipersonik itu mampu terbang setidaknya lima kali lebih cepat daripada kecepatan suara dan pada lintasan yang rumit.
Tanpa Bukti, Iran Kembali Akui Telah Ciptakan Rudal Hipersonik
ICRG menyatakan, rudal hipersonik "Fattah" dapat menonaktifkan semua sistem pertahanan udara, seperti "THAD, ARO, Patriot, Aegis, GBI, Iron Dome, Flakhan Dawood, dan Barak."
Klaim Iran tentang rudal itu tidak dapat dikukuhkan secara independen.
November lalu, dalam puncak protes nasional di Iran, Teheran mengaku telah berhasil mengembangkan rudal supersonik.
Pada saat itu, juru bicara Departemen Pertahanan AS menyatakan skeptis tentang klaim itu dan mengatakan, "Saya menahan diri untuk tidak membahas informasi pribadi atau evaluasi apa pun mengenai masalah itu. Namun demikian, Pentagon memantau dengan cermat setiap kemajuan atau penggunaan teknologi canggih terkait sistem rudal yang berasal dari Iran.”
Pada bulan November, Jenderal Amir Ali Hajizadeh dari Garda Revolusi mengklaim bahwa Iran telah menciptakan rudal hipersonik, tanpa memberikan bukti untuk mendukungnya.
Klaim itu muncul selama protes nasional setelah kematian Mahsa Amini yang berusia 22 tahun pada September setelah penangkapannya oleh polisi moralitas negara itu.
Senjata hipersonik, yang terbang dengan kecepatan melebihi Mach 5, atau lima kali kecepatan suara, dapat menimbulkan tantangan penting bagi berbagai sistem pertahanan rudal karena kecepatan dan kemampuan manuvernya.
China diyakini mengembangkan senjata itu, seperti halnya Amerika.
Rusia mengklaim sudah mengerahkan senjata itu dan menggunakannya di medan perang di Ukraina.
Kapal Induk AS USS Gerald R. Ford
Amerika Serikat (AS) telah mengirim kapal perang terbesar mereka, USS Gerald R. Ford ke laut Mediterania, untuk membantu Israel.
Menteri Pertahanan A.S. Lloyd Austin mengumumkan pada hari Minggu (8/10/2023) bahwa USS Gerald R. Ford Carrier Strike Group – yang mencakup kapal induk, kapal penjelajah berpeluru kendali USS Normandy dan empat kapal perusak berpeluru kendali (USS Thomas Hudner, Ramage, Carney dan Roosevelt) – akan menuju ke Laut Mediterania bagian timur pada pekan ini.
“Selain dukungan material yang akan segera kami berikan kepada Israel, menggarisbawahi dukungan kuat Amerika Serikat terhadap Pasukan Pertahanan Israel dan rakyat Israel,” kata Austin dalam pernyataan resminya dikutip dari Yahoo News.
Untuk diketahui, USS Gerald R. Ford merupakan kapal induk Angkatan Laut terbesar dan tercanggih di dunia.
Kapal ini memiliki panjang lebih dari 1.100 kaki, lebar 255 kaki, dan tinggi 250 kaki, dengan harga mencapai 18 miliar dolar AS atau senilai Rp282,6 triliun (kurs Rp15.700 per dolar AS).
Dek penerbangan seluas 5 hektar dapat membawa hingga 90 pesawat, termasuk jet tempur F-35.
Ukuran kapal induk memungkinkan untuk mendukung hingga 90 pesawat, termasuk F-35, F/A-18 Super Hornets, E-2D Advanced Hawkeyes, EA-18G Growler, helikopter SH-60/MH-60 Seahawk dan persenjataan udara lainnya.
“Kapal ini dirancang untuk menerbangkan lebih banyak pesawat tempur dalam waktu yang lebih singkat dan siap untuk memasukkan pesawat tak berawak ke dalam sayap udaranya,” tulis Associated Press pada peresmiannya pada tahun 2013.
Kapal ini didukung oleh dua reaktor nuklir canggih dan dapat mencapai kecepatan tertinggi lebih dari 34 mil per jam.
Ford saat ini sedang melakukan pengerahan tempur pertamanya, dengan sekitar 4.500 awak di dalamnya. Jumlah tersebut belum termasuk kelompok penyerang lainnya, yang memiliki sekitar 1.500 pelaut di armadanya.
Jangkauan Perlindungan Kapal Induk AS USS Gerald R. Ford
Kapal induk AS USS Gerald R. Ford memiliki jangkauan perlindungan atau pun deteksi hingga 245 newton meter atau 24 ribu kilometer.
Posisi kapal ini sekarang tengah berada di Israel.
Dari sebaran di twitter disebutkan poisi Kapal Induk AS USS Gerald R. Ford
"Posisi USS Gerald R. Ford (h/t
@ thenewarea51 @MT_Anderson) dapat digunakan untuk menunjukkan jangkauan beberapa aset udara yang ada di kapal pengangkut. Israel (termasuk Gaza dan Tepi Barat) dan Lebanon berada dalam jangkauan F-18, terlebih lagi dengan dukungan tanker."
(*/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Iran-mengancam-Israel.jpg)