Berita Hamas vs Israel
Israel Umumkan 700 Warganya Tewas Akibat Serangan Hamas, Hizbullah Lebanon Berpotensi Ikut Terlibat
Pemerintah Israel mengumumkan sebanyak 700 warganya tewas dalam serangan Hamas.
TRIBUN-MEDAN.com - Pemerintah Israel mengumumkan sebanyak 700 warganya tewas dalam serangan Hamas.
Jumlah korban tewas terus meningkat setelah serangan Hamas pada Sabtu (7/10/2023) kemarin.
Sementara, ada ribuan warga yang mengalami luka-luka.
Pemerintah Israel juga menyebutkan bahwa ada 100 orang warga Israel disandera.
Dikutip dari The Times of Israel, Perdana Menteri Israel, mengatakan bahwa jumlah sandera di Gaza mencapai lebih dari 100 orang.
Sementara, Jet-jet Israel melakukan serangan udara “intens” terhadap sasaran-sasaran di Gaza setelah kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa kabinet keamanan telah melakukan pemungutan suara untuk menyatakan negara tersebut secara resmi berperang, yang berarti negara tersebut dapat melakukan “aktivitas militer yang signifikan. ”
Pertempuran sedang berlangsung, setidaknya tiga komunitas dekat perbatasan Gaza yang dikuasai oleh kelompok bersenjata Hamas sehari sebelumnya, dan tembakan roket terus mengincar komunitas Israel.
Dalam serangan yang sangat luas, kelompok bersenjata Hamas menyerbu ke 22 lokasi di Israel selatan pada Sabtu pagi, termasuk kota-kota dan komunitas kecil sejauh 15 mil (24 kilometer) dari perbatasan Gaza.
Di beberapa tempat, mereka berkeliaran selama berjam-jam, menembaki warga sipil dan tentara ketika militer Israel berusaha memberikan tanggapan. Pada saat yang sama, ribuan roket ditembakkan ke kota-kota di selatan dan tengah.
Israel Nyatakan Peran Melawan Hamas
Setelah dua hari lebih mencekam dan saling balas serangan, Israel akhirnya melaporkan deklarasikan perang dengan pasukan Hamas di Palestina.
Sejak Sabtu hingga Minggu 7 dan 8 Oktober 2023, Israel dan Palestina saling melancarkan serangan.
Dikabarkan, ratusan orang tewas dalam konflik Israel dan Palestina.
Kabar terbaru, Kabinet keamanan Israel secara resmi menyatakan perang terhadap Hamas pada hari ini, Minggu (8/10/2023).
Deklarasi tersebut disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dikutip dari CNN.
Deklarasi perang diambil sesuai dengan Pasal 40 Undang-Undang Dasar Israel.
Israel tidak memiliki konstitusi tertulis, namun 13 Hukum Dasarnya memiliki fungsi yang sama.
Adapun jumlah korban hingga deklarasi perang diumumkan telah meningkat.
Media lokal melaporkan 600 orang Israel tewas akibat serangan itu.
Sementara pihak berwenang Palestina mengatakan setidaknya 370 orang tewas dan 2.200 orang terluka di Gaza akibat serangan balasan Israel.
Sebelumnya, serangan roket diluncurkan Hamas ke Israel hingga melintasi Ibu Kota Israel, Tel Aviv pada Sabtu (7/10/2023).
Netanyahu mengutuk keras serangan tersebut dan mengatakan bahwa Israel sedang dalam keadaan perang.
Namun saat itu, deklarasi hanya bersifat retoris.
Pertama kali sejak Perang Yom Kippur 1973
Keputusan Kabinet keamanan Israel mendeklarasikan perang secara resmi merupakan peristiwa pertama sejak Perang Yom Kippur 1973.
Sesaat setelah deklarasi perang diumumkan, jet-jet tempur Israel melakukan serangan udara secara intens di jalur Gaza.
Dikutip dari Times of Israel, Netanyahu mengumumkan bahwa keputusan itu membuka aktivitas militer yang signifikan.
Para pejabat memperkirakan lebih dari 600 orang tewas dalam serangan besar-besaran yang dilancarkan oleh Hamas di Israel di dekat Gaza.
Serangan itu menjadi hari paling berdarah dalam sejarah Israel. Operasi balasan segera dilancarkan oleh Israel ke Hamas.
Pada Sabtu (7/10/023), Netanyahu juga bersumpah akan membalas serangan Hamas.
"Perang ini akan memakan waktu. Ini akan sulit," ucapnya, dilansir dari Live Now.
Potensi keterlibatan Hizbullah
Gejolak peperangan Israel dan militan Palestina, Hamas, berpotensi mengancam keterlibatan Hizbullah,
musuh bebuyutan Israel yang didukung oleh Iran dan diperkirakan memiliki puluhan ribu roket.
Mereka merupakan kelompok militan dan partai politik terbesar di Lebanon.
Hizbullah telah menembakkan puluhan roket dan peluru pada Minggu (8/10/2023).
Mereka mengaku bertanggung jawab atas serangan yang dilancarkan ke tiga target di dalam wilayah Shebaa Farms yang dikuasai Israel.
"Hati kami bersama Anda. Pikiran kami bersama Anda. Jiwa kami bersama Anda.
Sejarah, senjata, dan roket kami bersama kalian," kata pejabat tinggi Hizbullah, Hashem Safieddine, dilansir dari Washington Post.
Masuknya Hizbullah menyuntikkan elemen baru yang mudah terbakar ke dalam pertempuran,
ketika Israel terguncang oleh serangan canggih dan bercabang yang telah menewaskan sedikitnya 600 warganya dan lebih dari 2.000 lainnya terluka.
Sementara itu, militer Israel membalas serangan tersebut dengan pesawat tak berawak bersenjata.
Pejabat militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan bahwa situasi di perbatasan utara sudah tenang setelah pertukaran tersebut.
Namun, dia menyampaikan bahwa pertempuran masih berlangsung di selatan dan masih ada situasi penyanderaan di sana.
Sedikitnya 10 lokasi di Israel selatan, termasuk lingkungan pemukiman dan pangkalan militer, masih menjadi zona pertempuran aktif pada Minggu sore.
(*/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pemerintah-Israel-mengumumkan-sebanyak-700-warganya-tewas.jpg)