Perang Hamas vs Israel

AS Gerak Cepat Bantu Israel, Kapal Perang Terbesar di Dunia Dikerahkan, Hamas: Kami Tidak Takut

Amerika Serikat (AS) gerak cepat memberi bantuan dukungan militer kepada Israel yang terlibat perang besar dengan militan Hamas Palestina.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Juang Naibaho
HO
Militan Hamas Palestina melakukan serangan brutal ke festival musik Supernova di Israel Selatan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Amerika Serikat (AS) gerak cepat memberi bantuan dukungan militer kepada Israel yang terlibat perang besar dengan militan Hamas Palestina.

Amerika Serikat telah mengirimkan kapal induk menuju Israel.

Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin mengumumkan pengiriman kapal induk ini pada Minggu (8/10/2023).

Nantinya, kapal induk dan pesawat militer AS akan bergerak lebih dekat ke arah Mediterania timur.

Laporan media setempat, AS mengirimkan kapal induk penyerang USS Gerald R Ford, yang disebut-sebut sebagai kapal perang terbesar di dunia.

Kapal induk USS Gerald R Ford mencakup kapal penjelajah berpeluru kendali kelas Ticonderoga USS Normandy dan empat kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh-Burke, yakni USS Thomas Hudner, USS Ramage, USS Carney, dan USS Roosevelt.

USS Gerald R Ford disebut tengah berada di Mediterania barat, dan kini berlayar menuju Mediterania timur yang lebih dekat ke Israel.

Austin juga mengumumkan untuk menambah skuadron pesawat tempur Angkatan Udara AS di wilayah tersebut.

Pesawat USAF dikirim ke pangkalan di Timur Tengah, di mana mereka akan tersedia untuk operasi mencegah Hizbullah di Lebanon dan kelompok militan lainnya yang bersekutu melawan Israel.

Bantuan AS untuk Israel mendapat respons dari kelompok Hamas Palestina.

Hamas menyebutkan bahwa AS sudah mengambil bagian dalam perang ini.

Meski begitu, Hamas mengeklaim pergerakan militer AS tidak menimbulkan kekhawatiran bagi Hamas.

"Gerakan-gerakan ini tidak membuat takut rakyat kami atau perlawanan mereka, yang akan terus membela rakyat kami dan tempat-tempat suci kami,” kata juru bicara Hamas Hazem Kassem dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNN.

Spesifikasi Kapal USS Gerald R Ford

Kapal USS Gerald R Ford merupakan kapal perang milik Angkatan Laut AS dengan panjang 337 meter.

Kapal ini memiliki bobot lebih dari 70.000 ton dan dirancang untuk mengikuti teknologi terbaru dengan desain yang jauh lebih efisien.

Salah satu yang ditingkatkan kemampuannya adalah dek yang juga berfungsi sebagai landasan pacu.

Dengan teknologi baru, Ford bisa melayani 160 sortie sehari dan bisa ditingkatkan hingga maksimal 270 sortie sehari.

Kapal induk ini juga memiliki pembangkit nuklir jenis baru, ketapel elektromagnetik, bisa mengangkut 75 pesawat, dan masa pakai hingga 50 tahun.

Untuk kecepatannya, kapal ini mampu berjalan di atas 40 knot atau sekitar 55 kilometer per jam.

Kapal ini juga mendapatkan julukan pangkalan terapung karena mampu mengangkut 4.600 orang dan 90 pesawat.

Baca juga: DETIK-DETIK Bangunan di Gaza Roboh Akibat Serangan Balasan Israel, 232 Orang Tewas!

Update Korban

Media Israel melaporkan jumlah korban melonjak sampai 600 orang akibat serangan HAmas Palestina.

Selain itu, lebih 2000 orang terluka dan saat ini dirawat secara medis. Adapun warga Israel yang diculik militan Hamas Palestina sampai saat ini belum diketahui jumlahnya.

Sementara pihak berwenang Palestina mengatakan setidaknya 370 orang tewas dan 2.200 orang terluka di Gaza akibat serangan balasan Israel.

Serangan di Festival Musik

Militan Hamas melakukan serangan brutal ke festival musik Supernova di Israel Selatan, Sabtu (7/10/2023).

Serangan militan Hamas ini mengakibatkan 260 orang tewas. Mayat para penonton festival musik tergeletak di lokasi acara.

Amerika Serikat mengaku geram dengan peristiwa serangan pembantaian di Festival Musik Supernova.

Festival musik ini berlangsung tepatnya di gurun dekat Kibbutz Re’im, dekat perbatasan dengan Gaza. 

Militan Hamas datang berbondong-bondong meletuskan senjata api ke kerumunan manusia.

Rekaman peristiwa itu beredar luas di media sosial, yang memperlihatkan orang-orang melarikan diri karena panik.

Seorang relawan, yang mengevakuasi mayat manusia setelah serangan teror dan bencana alam, mengatakan kepada media Israel bahwa mereka telah mengumpulkan lebih dari 250 jenazah.

Jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat.

Seniman tato Shani Louk (30), adalah salah satu orang yang tersisa dari festival tersebut.

Pembawa acara MSNBC Mehdi Hasan menulis: "Saya tidak dapat membayangkan betapa mengerikannya pembantaian yang terjadi. 260 orang ditembak mati. Dalam konteksnya, ini setara dengan lebih dari lima penembakan di klub malam Pulse. Menyayat hati."

Seorang korban selamat mengatakan tidak mengetahui bahwa ada roket yang datang. Mereka mengira suara roket itu bagian dari musik.  

Tidak lama setelah sirene berbunyi, penembakan dimulai.

"Mereka mematikan listrik dan tiba-tiba entah dari mana mereka (militan) masuk ke dalam dengan tembakan, melepaskan tembakan ke segala arah. Sekitar 50 orang tiba dengan kendaraan jip, mengenakan seragam militer," katanya.

Saksi mata Noya Reuven (20) mengatakan kepada Times of Israel bahwa terjadi kepanikan massal ketika ribuan orang berlarian ke kendaraan mereka.

Dia mengatakan dia mendengar suara tembakan ke arah kerumunan dan melihat orang-orang berlarian ke segala arah.

Hampir tidak ada tempat untuk bersembunyi karena festival berlangsung di ruang terbuka.

Orang-orang bersenjata yang mengendarai jip juga menembaki orang-orang yang mencoba melarikan diri dengan mobil mereka.

"Mereka melepaskan tembakan, dan kami mencapai titik di mana semua orang menghentikan kendaraan mereka dan mulai berlari," katanya.

"Saya pergi ke pohon, semak-semak, dan mereka mulai menembaki orang. Saya melihat banyak orang yang terluka," katanya.

Resmi Deklarasi Perang

Pemerintah Israel secara resmi menyatakan perang terhadap Hamas pada hari Minggu.

Deklarasi ini akan memicu respons besar-besaran terhadap kelompok militan Hamas tersebut.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pernyataan pada Sabtu kemarin, bahwa Israel sedang berperang masih bersifat retoris.

Tetapi hari ini, Minggu (8/10/2023), kabinet Israel telah mengambil keputusan resmi.

"Deklarasi perang tersebut diambil sesuai Pasal 40 Undang-Undang Dasar Israel," demikian pernyataan kantor pers pemerintah Israel.

Sebelumnya, Netanyahu mengatakan bahwa Israel akan membalas serangan militan Hamas Palestina.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyebut 26 tentara Israel tewas dalam serangan yang dilancarkan Hamas.

Israel sudah mempublikasikan nama 26 tentara yang tewas dalam serangan itu, Minggu (8/10/2023).

“Israel bangun pagi ini dan mengalami pagi yang mengerikan. Ada banyak orang yang terbunuh. Orang-orang telah diculik di Gaza, tidak hanya tentara tetapi juga warga sipil, anak-anak, nenek-nenek," ungkap juru bicara IDF Internasional, Letkol Richard Hecht, Minggu.

"Kami kehilangan tentara, kami kehilangan komandan, kami kehilangan banyak warga sipil,” pungkasnya.

(tribunnews.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved