Berita Viral

Jelang Dilantik Perwira, 2 Polisi Diduga Kaki Tangan Fredy Pratama Ditangkap, Ini Sosoknya

Rencana pelantikan keduanya sebagai polisi berpangkat perwira satu balok atau IPDA, pun ditunda. Dan kini, keduanya dikabarkan menjadi tahanan.

Tayang:
HO
Kapolda Sulsel Irjen Pol Setyo Boedi Moempoeni Harso dan dua anggota polisi yang terlibat jaringan narkoba Fredy Pratama 

Lebih lanjut dijelaskan Komang, Irjen Pol Setyo Boedi Moempoeni Harso kata dia, sudah memberikan arahan khusus kepada Pejabat Utama (PJU) Polda dan seluruh jajarannya agar tidak bersentuhan dengan narkoba.

"Hari Senin memberikan arahan kepada anggota, baik itu PJU untuk mengantisipasi bahwa bawahannya tidak ada yang bermain apalagi mengonsumsi (narkoba), akan ditindak tegas" jelasnya.

Keseriusan itu, lanjut Komang ditunjukkan Irjen Pol Setyo dengan mengerahkan Propam untuk memantau langsung aktivitas anggota di seluruh polres jajaran.

Zul Zivilia dan 2 anggota Polrestabes Makassar diungkap sebagai kaki tangan bos jaringan narkoba Fredy Pratama.
Zul Zivilia dan 2 anggota Polrestabes Makassar diungkap sebagai kaki tangan bos jaringan narkoba Fredy Pratama. (TRIBUN-TIMUR.COM)

"Itu tindak lanjut perintah bapak untuk bagaimana memantau kegiatan anggota-anggota di lapangan," sebutnya.

Penangakapan dua anggota Polres Makassar ini hanya berselang sehari setelah polisi menginterogasi vokalis band Zivilia, Zulkifli alias Zul Zivilia, merupakan salah satu kaki tangan dari gembong narkoba internasional, Fredy Pratama.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Mukti Juharsa, mengungkapkan bahwa Zul Zivilia adalah salah seorang kurir yang bekerja untuk Fredy Pratama di wilayah Sulawesi sebelum akhirnya tertangkap.

Fakta ini membuka tabir baru dalam penyelidikan kasus narkoba ini.

Baca juga: VIRAL Video WNA di Bali Saling Baku Hantam di Pantai, Warga Lokal Cuma Nonton Sambil Sebut Cak cak

"Kurang lebih enam bulan sebelum (ditangkap) sudah jadi kaki tangannya Fredy Pratama. Jadi kaki tangannya Fredy Pratama. Dialah yang direkrut Fredy Pratama untuk jadi kurir di Sulawesi Selatan," kata Mukti kepada wartawan, Kamis (5/10/2023).

Selama menjalankan peran sebagai kurir narkoba, Mukti menjelaskan bahwa Zul Zivilia berkomunikasi dengan Fredy Pratama melalui BlackBerry Messenger (BBM).

Dalam kasus ini, Mukti mengungkap bahwa Zul telah menyebarkan total 30 kilogram sabu dan 23 ribu butir ekstasi.

Fakta ini menggambarkan sejauh mana peran Zul dalam jaringan narkoba yang dijalankan oleh Fredy Pratama.

Fredy Pratama dan Zul Zivilia
Fredy Pratama dan Zul Zivilia (Kolase Tribun Medan/HO)

"Barang bukti yang diterima oleh Zul adalah itu barang bukti punya Fredy Pratama. Total 30 kilo sabu, 23.000 butir ekstasi," beber Mukti.

Terpisah, Zul mengaku mengenal Fredy Pratama yang saat ini masih buron tersebut sejak lama.

"Kenal-kenal, tahu (Fredy Pratama). Kenal lama," kata Zul kepada wartawan, Kamis (5/10/2023).

Dalam pemeriksaanya, Zul bertekad membantu pihak kepolisian agar mengungkap jaringan Fredy Pratama tersebut.

Sumber: Surya
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved