Tribun Wiki
Suku Tertua di Sumatra Utara, Nenek Moyang Orang Batak dari Asia Selatan
Suku Batak menjadi satu diantara suku tertua yang ada di Sumatra Utara. Selain Batak, ada juga suku Nias
Antara tahun 1950 sampai tahun 1959, jumlah penduduk beragama Katolik di Medan tercatat mencapai 101.550 orang, yang awalnya hanya sekitar 35.524 orang.
Rumah Adat Suku Batak
Rumah adat Suku Batak berbentuk rumah panggung dengan bahan dasar berupa kayu.
Rumah adat ini disebut Rumah Bolon di kalangan Batak Toba.
Mengutip Analisis Arsitektur pada Rumah Tradisional Batak Toba di Kabupaten Toba Samosir, Balinge karya Yunita Syafitri Rambe, rumah Batak memiliki oranamen berupa ukiran dinding yang khas.
Ornamen di rumah adat Suku Batak memiliki makna yang berkaitan dengan kesejahteraan, keselamatan, serta perlindungan bagi penghuni dan desanya.
Motif yang banyak ditemukan, antara lain gorga, singa-singa, dan gajah dumpak.
"Rumah tradisional Batak Toba di Balige ada dua jenis, yaitu ruma dan sopo," tuis Rambe.
Ruma merupakan bangunan tradisional Suku Batak yang digunakan sebagai tempat tinggal.
Sedangkan sopo berupakan bangunan yang digunakan untuk menyimpan padi pada zaman dulu.
Kain Ulos
Ulos merupakan kain hasil budaya khas Batak. Kain ini memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Batak.
Ulos secara harfiah berarti selimut. Kain ini merupakan hasil tenun berbentuk selendang dengat motif khas Suku Batak.
Menurut Giyanto, masyarakat setempat menganggap kain ulos sebagai lambang kasih sayang yang dapat memberikan kehangatan.
Masyarakat Batak selalu menggunakan kain ulos hampir di setiap upacara adat yang diselenggarakan.
Kain ini menjadi komponen penting dalam upacara kelahiran, pernikahan, kematian, dan penyambutan tamu agung.(tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/parmalim_20170705_200142.jpg)