Berita Seleb
Nasib Bocah Dulu Main Sinetron Tendangan Si Madun, Setelah Dewasa Kini Jadi Pemain Timnas, Sosoknya
Adapun siapa sangka jika salah satu pemain dari sinetron Tendangan Si Madun bisa masuk ke Timnas Indonesia
TRIBUN-MEDAN.com - Siapa yang tak kenal dengan sinetron Tendangan Si Madun tayang di salah satu TV swasta Indonesia.
Sinetron mengisahkan perjuangan bocah yang ingin bermain sepakbola sempat digandrungi anak anak.
Adapun siapa sangka jika salah satu pemain dari sinetron Tendangan Si Madun bisa masuk ke Timnas Indonesia
Lalu siapa sosok pemain tersebut?
Dia adalah Muhammad Luthfi Kamal.
Saat ini, ia bergabung dengan kesebelasan PSIS Semarang sejak awal tahun 2023 ini.
Muhammad Luthfi Kamal kini jadi pemain Timnas Indonesia
Sebelum bergabung dengan PSIS Semarang, ia pernah bergabung dalam klub Mitra Kukar dan PSS Sleman.
Luthfi Kamal adalah pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan.
Sebelum di-casting sebagai aktor cilik untuk bermain di Tendangan Si Madun, Luthfi Kamal sudah mengenyam pelatihan di Sekolah Sepak Bola Asiop Apacinti.
Nama Luthfi Kamal melambung sejak membela Timnas Indonesia.
Atlet berusia 23 tahun ini pernah masuk Timnas Indonesia U-19.
Luthfi Kamal menjuarai Piala AFF U23 tahun 2019 bersama Indra Sjafri.
Saat ini, ia Luthfi Kamal juga masih bergabung dalam Timnas Indonesia U-23.
Biodata Luthfi Kamal
Nama: Muhammad Luthfi Kamal Baharsyah
Tempat lahir: Jakarta
Tanggal lahir: 1 Maret 1999
Posisi: Gelandang bertahan
Kaki terkuat: Kanan
Karier:
2016 SSB Asiop Apacinti
2016-2018 Bina Taruna
2018-2020 Mitra Kukar
2020-2021 PSS Sleman
2021-2022 Barito Putera
2023-sekarang PSIS Semarang
Kemampuan Luthfi Kamal
Dilansir dari TribunJateng.com. bermain sebagai gelandang bertahan, Luthfi Kamal Tak kalah dari pemain asing yang ada di Liga 1.
Kemampuannya juga membuat Indra Sjafri kepincut dan menjadikan Luthfi Kamal langganan timnas saat itu.
Luthfi Kamal pernah berseragam timnas Indonesia U19 dan U22 di bawah pelatih Indra Sjafri.
Saat itu, Luthfi Kamal menjadi andalan Indra Sjafri untuk berperan sebagai gelandang bertahan.
Penampilannya yang konsisten turut membantu timnas U19 Indonesia meraih peringkat ketiga pada Piala AFF 2018.
Kemudian di timnas U22, dia turut berperan dalam skema 4-2-3-1 milik Indra Sjafri meraih gelar juara Piala AFF U22 2019.
Sesuai dengan perannya sebagai gelandang bertahan, dia jarang maju sampai ke area kotak penalti lawan.
Jika ikut membantu ke depan, Kamal acapkali hanya berada di dekat luar kotak penalti.
Kebiasaan Luthfi Kamal yang jarang merangsek ke penalti lawan bukan berarti dia tak inisiatif menyerang.
Akan tetapi, tugas utama pemain kelahiran 1 Maret 1999 itu memang untuk memutus aliran serangan lawan.
Keberadaannya diharapkan untuk meminimalkan serangan balik lawan.
Di Indonesia, tak banyak pemain gelandang bertahan murni seperti Luthfi Kamal.
Gaya mainnya hampir mirip dengan gelandang Bali United, Hariono.
Bedanya, Luthfi Kamal lebih muda dan potensi untuk berkembang masih ada.
(*/ Tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/simadun-lutfi-kamal-tribunmedan.jpg)