Nurul dkk Manfaatkan Maggot Ladang Bisnis, Sangat Bermanfaat dan Kaya Protein
Maggot adalah larva dari lalat tentara hitam (black soldier fly). Bentuknya seperti ulat atau biasa disebut dengan belatung
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Biasanya ulat Maggot yang menjijikkan ini hanya akan membuat orang melihatnya geli, tetapi ada cara menarik dari Nurul Ramadhan dan kawan-kawan, yang malah memanfaatkannya menjadi peluang bisnis.
Maggot adalah larva dari lalat tentara hitam atau black soldier fly.
Bentuknya seperti ulat atau biasa disebut dengan belatung.
Tubuh maggot berwarna cokelat kehitam-hitaman.
Tapi siapa sangka di samping orang-orang yang jijik terhadap maggot, ternyata hewan satu ini memiliki banyak sekali manfaat.
Mahasiswa Unimed, Nurul Ramadhan dan kawan-kawannya memanfaatkan maggot sebagai ladang bisnis.
Ia menuturkan jika hewan tersebut memiliki kontribusi yang sangat besar dalam mengurangi pemanasan global.
“Maggot bisa mengurangi sampah organik. Karena makanan mereka salah satunya adalah sisa makanan kita. Seperti nasi, buah-buahan, atau makanan kadaluwarsa. Zat limbah organik, kan, salah satu penyumbang gas metana yang mengakibatkan pemanasan global. Nah, selain mengurangi limbah, Maggot ini juga punya kontribusi kepada lingkungan,” ujar Nurul.
Ia juga menambahkan jika hal tersebut bermanfaat bagi rumah tangga. Ketika bingung ingin membuang limbah rumah tangga ke mana.
“Ketika kita memiliki limbah rumah tangga seperti nasi, sayur-sayur basi, atau makanan kadaluwarsa, kita bisa ngasih ke maggot. Jadi bayangkan saja, kita bisa membudidaya maggot dan tak perlu repot-repot membeli makanannya. Karena dia bisa makan apapun sisa makanan kita, kecuali tulang,” jelasnya.
Selain itu, Maggot juga memiliki kandungan protein mencapai 40-45 persen dari berat keringnya, kemudian mengandung lemak 35 persen, kalsium sebanyak 5 persen, bahkan mineral.
Hal tersebutlah yang membuat maggot sangat cocok untuk dimanfaatkan sebagai makanan hewan-hewan ternak. Maggot akan diolah dan digiling menjadi pelet.
“Maggot bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak. Untuk obat-obatan juga bisa. Di bidang kesehatan biasanya dijadikan sebagai kapsul obat, sebab maggot mengandung zat yang bermanfaat. Sementara untuk peternakan digunakan sebagai pakan, baik diolah secara langsung atau dijadikan pelet. Bahkan ada juga inovasi terbaru yaitu maggot yang dijadikan minyak, pakan kucing, dan pakan anjing,” bebernya.
Bersama teman-temannya Nurul budidaya maggot untuk mereka tetaskan dan pada akhirnya menjadi bahan baku dari pelet dan pakan kucing yang mereka jual.
“Kalau pelet, kami menggunakan metode campur dengan tepung jagung, dedak, dan kedelai untuk pengikatnya. Maggotnya kami cuci dahulu, setelah itu kami siram air panas dan panggang menggunakan oven agar kering. Setelah dikeringkan baru digiling. Alasan mengapa kami keringkan terlebih dahulu karena sebagai langkah mengurangi resiko cepat berjamur,” ungkap owner Maggot Store Medan itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Nurul-Ramadhan-yang-dibantu-teman-temannya-mengolah-ulat-Maggot-jadi-ladang-bisnis.jpg)