Berita Viral
Hasil Visum Siswi SD Buta Usai Dicolok Pakai Tusuk Bakso : Mata Normal, Tak Ditemukan Pendarahan
Inilah kabar terbaru dari siswi SDN 236 Gresik berinisal SAH (8) yang buta usai dicolok kakak kelas pakai tusuk bakso. Ternyata, hasil visumnya tak me
TRIBUN-MEDAN.COM – Inilah kabar terbaru dari siswi SDN 236 Gresik, Jawa Timur berinisal SAH (8) yang buta usai dicolok kakak kelas pakai tusuk bakso.
Adapun siswi SD yang disebut buta usai dicolok pakai tusuk bakso telah selesai menjalani visum di RSUD Ibnu Sina Gresik.
Namun hasil dari visum tersebut berbeda dengan pengakuan orangtua siswi SD tersebut.
Polisi mengatakan bahwa tidak ditemukan adanya pendarahan pada mata.
Fakta ini diungkapkan Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom.
Ia juga mengatakan, dari hasil visum di RS Ibnu Sina tersebut, tak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
"Jadi hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter tidak ditemukan pendarahan pada sobekan mata dan hasil visum pelendir bola mata dalam keadaan normal. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," ujarnya dilansir Tribun-Medan.com dari TribunJatim.com, Kamis (21/9/2023).
Diketahui, pihak kepolisian juga telah memeriksa jumlah saksi.
Termasuk memeriksa saksi ahli.
"Sekarang masih ada 2 saksi ahli menjalani pemeriksaan," katanya.
Jalani MRI di Surabaya
SAH menjalani Magnetic Resonance Imaging (MRI) di Rumah Sakit PHC Surabaya, Rabu (20/9/2023).
Mengutip TribunJatim.com, Wakil Direktur Pelayanan Medis RS PHC Surabaya, Rony Kurniawan mengatakan, hasil MRI telah keluar.
Namun, pihaknya tak bisa membuka hasil tersebut kepada publik, karena RS PHC Surabaya menjadi rujukan RSUD Ibnu Sina Gresik.
Ia menambahkan, hasil MRI akan diberikan ke RS Ibnu Sina.
Baca juga: Fakta Siswi SD Buta Usai Dicolok Pakai Tusuk Bakso, Sekolah Bungkam, CCTV dan Pelaku Bak Dilindungi
Baca juga: Sosok Kepsek Umy Latifah Terancam Dicopot Diduga Tutupi Kasus Mata Siswi Buta Dicolok Tusuk Bakso
"Pasien ini rujukan, seluruh hasil diberikan ke RS Ibnu Sina Gresik. Selanjutnya ditangani tim RS Ibnu Sina Gresik selaku perujuk MRI," ujar dr Rony.
Senada, Dokter Spesialis Radiologi Konsultal, Lailatul Muqmiroh juga tak bisa membocorkan hasil MRI.
Namun, ia mengatakan, MRI kepada SAH berfokus di bagian kepala.
Diketahui, SAH mata kanannya alami kebutaan karena ditusuk dengan tusuk bakso.
Polres Gresik Bentuk Tim Khusus
Untuk menangani perkara ini, Polres Gresik membentuk tim khusus berisikan 35 orang guna mempercepat penanganan perkara.
Kasatreskim Polres Gresik, AKP Aldhino Prima Wirdhan, mengatakan banyaknya saksi yang diperiksa juga menjadi alasan banyaknya anggota tim khusus tersebut.
"Tim khusus berisi 35 orang untuk mempercepat perkara ini, karena banyak saksi diperiksa," ucapnya, Senin (18/9/2023).
Aldhino juga mengatakan, kasus ini telah masuk ke tahap penyidikan dan sudah gelar perkara Sabtu (16/9/2023) malam.
"Sudah masuk tahap penyidikan, Sabtu malam sudah digelarkan perkara ini untuk meningkatkan kasus dari lidik menjadi penyidikan," ujarnya setelah mendatangi rumah korban, Senin kemarin.
Pihak kepolisian juga sudah menyita rekaman CCTV yang ada di sekolah.
"Rekaman CCTV ada, kami belum bisa memastikan penghapusan rekaman CCTV karena itu nanti DVR dibawa ke laboratorium forensik," ungkapnya.
Timsus Minta Keterangan Siswa SDN 236 Gresik
Bergerak cepat, tim khusus pun meminta keterangan dari siswa SDN 236 Gresik, tempat korban bersekolah.
Mengutip TribunJatim.com, ada 22 siswa didampingi orang tuanya yang sudah dimintai keterangan.
"Pemeriksaan seluruh siswa total semua 156 murid. Timsus yang meriksa," ujar Aldhino Prima.
Materi pemeriksaan terkait kejadian pada 7 Agustus lalu, baik yang melihat atau mengetahui langsung.
"Didampingi orang tua, kami membutuhkan keterangan terkait kejadian tanggal 7 (Agustus) tersebut," pungkasnya.
Diketahui, Satreskrim Polres Gresik masih menunggu hasil uji laboratorium forensik DVR (Device Video Recorder) CCTV sekolah.
Rekaman CCTV tersebut adalah rekaman yang pihak sekolah enggan menunjukkan kepada orang tua SAH.
Baca juga: Nasib Malang Siswi SD yang Buta Usai Dicolok Pakai Tusuk Bakso, Alami Trauma Seperti Ketakutan
Baca juga: Kasus Bocah Tewas Tertimpa Tembok Masjid Berakhir Damai, Terkuak Pelaku Masih Saudara: Kita Maafkan
Pengakuan Orang Tua SAH
Aksi perundungan disebut terjadi di lingkungan sekolah di tengah acara lomba HUT RI di lingkungan sekolah.
Tepatnya awal Agustus lalu.
Korban tiba-tiba dibawa pelajar lain yang diketahui merupakan kakak kelas korban ke lorong dan dimintai uang.
Korban pun menolak sehingga pelaku pun dengan tega mencolok mata korban dengan tusuk bakso.
Bahkan diketahui, korban memang selalu memalak korban.
Bahkan hampir setiap hari uang jajajn korban juga dimintai oleh pelaku.
Kini, pasca-penganiayaan, korban SA mengalami buta di mata kanan.
Ia pun trauma dan tidak mau kembali ke sekolah.
Samsul Arif (36) ayah korban mengatakan, setiap hari anaknya membawa uang saku Rp 10 ribu.
Namun setiap berangkat sekolah, korban dipalak oleh pelaku di sekolah.
"Uangnya sering diminta paksa pelaku, pulang sekolah tidak ada sisa," kata Samsul, Sabtu (16/9/2023).
Akibatnya, SA tidak dapat jajan di sekolah karena uangnya dipalak oleh pelaku.
Hingga akhirnya pada 7 Agustus lalu, SA tidak memberikan uang jajannya.
Korban dipaksa oleh pelaku dan dibawa ke lorong.
Di sana SA menutup mata pakai tangan, lalu ditusuk-tusuk pakai lidi pentol hingga berdarah.
SA dinyatakan buta saat dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya
Sejak kejadian itu hingga sekarang, kurang lebih satu bulan, anaknya tidak mau sekolah dan minta pindah.
"Tidak mau sekolah minta pindah, tidak saya turutin, karena permasalahan belum selesai. Nanti dikira menghindar. Anak saya tetap les," kata Samsul.
(*/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Siswi-SD-di-Gresik-alami-kebutaan-usai-dicolok-kakak-kelas-pakai-tusuk-bakso.jpg)