Berita Viral
Nasib Pilu Bocah 3 Tahun di Ponorogo Kecemplung Panci Sayur Mendidih, Sekujur Tubuh Melepuh
Pilunya nasib bocah 3 tahun di Ponorogo, Jawa Timur ini karena kecemplung panci sayur mendidih hingga tubuhnya melepuh
TRIBUN-MEDAN.COM – Pilunya nasib bocah 3 tahun di Ponorogo ini karena kecemplung panci sayur mendidih.
Adapun nasib pilu dialami bocah 3 tahun asal Ponorogo yang kecemplung panci sayur panas.
Sekujur tubuh bocah 3,5 tahun itu melepuh hingga luka bakarnya capai 50 persen.
Saat kejadian, orangtua korban mendengar tangisan anaknya.
Setelah melihat apa yang terjadi, sang orangtua langsung histeris melihat sang anak sudah nyemplung ke panci panas tersebut.
Adapun sosok balita di Desa Pulosari, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur itu berinisial RPQ.
Ia tercebur dalam panci berisi kuah sayur panas.
Akibatnya, RPQ mengalami luka melepuh di sekujur tubuhnya hingga 50 persen.
Bidan Desa Pulosari, Suyati mengungkapkan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (17/9/2023).
“Luka bakarnya sampai 50 persen. Kebanyakan lukanya ditemukan pada bagian badan bawah,” ucap Suyati dikutip Tribun-Medan.com dari Kompas.com, Rabu (20/9/2023).
Diketahui, kejadian tersebut bermula saat kedua orangtua balita itu menyiapkan dagangan sayur matang.
Orangtua korban merupakan penjual sayur yang biasanya berjualan di depan rumah.
Korban ketika itu sedang bermain di depan rumah.
Tak lama kemudian, ibu korban membawa sayur panas dalam sebuah panci besar ke depan rumah agar sayur yang hendak dijual lekas dingin.
Baca juga: VIRAL Guru STM Celupkan Tangan Siswanya ke Air Mendidih, Jari Korban Melepuh, Keluarga Lapor Polisi
Baca juga: Ibu Keji, Tega Siksa Anak Usia 12 Tahun, Berulang Kali Dipukuli Disiram Air Mendidih
Beberapa saat kemudian, orangtua korban mendengar suara tangisan anaknya.
Setelah dicek, badan anaknya sudah masuk dalam panci yang berisi sayur matang panas.
“Orangtua korban baru mengetahui anaknya tercebur setelah mendengar suara tangisan RPQ,” ungkap Suyati.
Usai diangkat dari panci, hampir sekujur tubuh korban mulai dari kaki hingga punggung melepuh.
Orangtua korban langsung membawa anaknya ke Puskesmas Jambon.
Lantaran mengalami luka bakar yang serius, korban lalu dirujuk ke RSUD dr. Hardjono dan RSUD dr. Soedono Madiun.
Tak berapa lama kemudian, Ramadani dilarikan ke RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Suyati mengatakan korban harus dirujuk ke RSUD dr. Soetomo untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Pasalnya luka bakar pada tubuh korban mencapai 50 persen.
Selain itu luka bakar kebanyakan menimpa daerah sensitif pada tubuh korban.
Baca juga: Jarang Terlihat, Warga Ungkap Sifat Suami Nur Utami, Pernah Berangkatkan Tetangga ke Tanah Suci
Baca juga: Pameran Mikul Duwur Mendem Jero Pertemuan di Bentara Budaya Yogyakarta Pada 16-21 September 2023
Kasus Lainnya - Guru Paksa Celupkan Tangan Siswa ke Air Panas hingga Melepuh
Sebelumnya viral kasus tangan seorang siswa SMK melepuh gara-gara dicelupkan ke air panas oleh gurunya.
Akibat kejadian tersebut, tangan siswa itu hingga jari-jarinya membengkak dan melepuh.
Peristiwa ini terjadi di STM Bina Karya Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Anggota keluarga siswa bernama Fendi, Emanuel menjelaskan, peristiwa ini terjadi selepas jam pelajaran sekolah.
Fendi dan teman-temannya dipanggil guru Nelson sekitar pukul 19.00 Wita.
Salah satu guru bernama Nelson mencurigai Fendi dan beberapa temannya mencuri.
Mereka dituduh mencungkil lemari untuk mengambil minuman sachet kopi moka.
"Yang dia (korban) cerita, bilang dengan beberapa teman dicurigai curi moka. Guru suruh celup tangan ke air panas, paksa begitu," kata Emanuel, anggota keluarga korban, Jumat (4/8/2023).
Ia malah bersaksi tangan mereka akan aman jika tidak pernah mencuri barang di asrama.
"Gurunya paksa kan, kebetulan korban yang paling pertama. Tangan sudah luka, jadi teman-teman yang lain tidak mau ikut," tuturnya.
Mengutip Pos-Kupang.com, peristiwa tersebut terjadi di asrama putra SMK Bina Karya Larantuka.
Kejadian tersebut pun terekam dalam sebuah video yang ramai diperbincangkan di media sosial.
"Dia sudah ada di rumah. Tangan melepuh seperti yang kaka lihat di foto itu," ungkap Emanuel.
Pihak keluarga langsung melaporkan hal tersebut ke Polres Flores Timur.
"Kami kecewa tangannya sampai melepuh itu. Orang tuanya sudah lapor polisi," jelasnya.
Iptu Laratus M La'a selaku Kasat Reskrim Polres Flores Timur pun membenarkan tentang adanya laporan tersebut.
"Laporan sudah diterima kemarin dan korban sudah divisum. Kita tetap proses seusai aturan hukum," kata Iptu Laratus.
(*/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kronologi-bayi-jatuh-ke-ember-air-mendidih-tangis-bayi-memilukan-ini-pengakuan-sang-ibu.jpg)