Berita Nasional
Tangan Kanan Putin Ramzan Kadyrov Alami Koma, Pekan Lalu Sempat Kubur Dokter Pribadinya Hidup-hidup
Tangan kanan Presiden Rusia Vladimir Putin yang bernama Ramzan Kadyrov mengalami koma setelah sebelumnya sempat mengubur hidup-hidup dokter pribadinya
TRIBUN-MEDAN.COM – Tangan kanan Presiden Rusia Vladimir Putin yang bernama Ramzan Kadyrov mengalami koma.
Adapun Ramzan Kadyrov yang juga merupakan Pemimpin Chechnya kini sedang menderita sakit parah,
Menurut laporan intelijen militer Ukraina, mengklaim bahwa Ramzan Kadyrov saat ini dalam kondisi koma.
Diketahui juga, dokter spesialis ginjal untuk Ramzan Kadyrov telah didatangkan dari Moskow ke Grozny, ibukota Chechnya, untuk merawatnya.
“Benar, ada informasi bahwa Kadyrov dalam kondisi serius,” kata Andrey Yusov, juru bicara intelijen militer Ukraina (GUR).
“Kami dapat mengkonfirmasi bahwa dia mengalami kekambuhan parah dan berada dalam kondisi kritis selama beberapa hari,” imbuhnya, seperti dikutip Daily Mail.
Andrey Yusov juga mengatakan bahwa status kesehatan Kadyrov saat ini telah dikonfirmasi oleh kalangan medis dan politik.
Pemimpin Chechnya itu dilaporkan menderita masalah masalah ginjal.
Disisi lain, baru-baru ini Kadyrov menyalahkan dokter pribadinya karena kondisinya terus memburuk.
Ia juga dikabarkan telah mengubur hidup-hidup dokter pribadinya itu.
Baca juga: PUTIN Persembahkan Pangkat Tertinggi Ketiga Militer Rusia untuk Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov
Baca juga: 10.000 Pasukan Chechnya Bertempur di Perang Rusia vs Ukraina, Ramzan Kadyrov : Putra Pemberani
"Ini bukan tentang cedera. Detail lainnya memerlukan klarifikasi lebih lanjut," kata Yusov.
“Dia sudah lama sakit, dan kita berbicara tentang masalah kesehatan sistemik," ujarnya.
Sementara itu, menurut kantor berita Ukraina, melaporkan bahwa awal pekan ini bahwa Kadyrov diterbangkan ke Moskow untuk mencari perawatan.
Sebagai sekutu dekat Presiden Putin, Kadyrov dijuluki "anjing penyerang Putin" dan mendukung invasi Moskow ke Ukraina, termasuk mengerahkan pasukannya sendiri untuk berperang di garis depan.
Pemimpin Chechnya tersebut juga merupakan salah satu tokoh masyarakat pertama yang mengutuk pemberontakan singkat tentara bayaran Wagner Group pimpinan Yevgeny Prigozhin yang kini sudah meninggal, terhadap kepemimpinan militer Rusia pada bulan Juni.
Bulan lalu Departemen Luar Negeri AS menjatuhkan sanksi kepada Kadyrov atas perannya dalam deportasi anak-anak Ukraina dari wilayah pendudukan Rusia.
Dalam pesan video awal bulan ini, Kadyrov menuntut agar sanksi AS, yang juga menargetkan ibunya, Aymani Kadyrova, dicabut, dan menyebut keputusan Washington sebagai “pengabaian yang disengaja dan sinis terhadap semua norma etika.”
“Saya sudah tidak lagi terkejut dengan keputusan sanksi yang tidak logis dari AS dan Barat,” kata Kadyrov dalam videonya.
"Dan tiba-tiba lagi, sekarang ibu saya tercinta telah dimasukkan dalam daftar. Seluruh dunia tahu bahwa dia hanya terlibat dalam kegiatan amal."
Baca juga: Ramzan Kadyrov Tunggu Perintah Putin, Siap Ledakkan Negara Barat
Baca juga: Tentara Ukraina Tak Berkutik Dikepung Pasukan Adik Pimpinan Chechnya Ramzan Kadyrov dan Kalah Telak!
Kadyrov juga dituduh awal pekan lalu membunuh dokter pribadinya yang juga mantan wakil perdana menteri Chechnya, Elkhan Suleymanov.
Menurut saluran Telegram VChK-OGPU, Kadyrov menuduh Suleymanov meracuninya dan dikabarkan telah mengubur hidup-hidup dokter tersebut.
Belum ada bukti kuat yang mendukung klaim kematian Suleymanov, meskipun keberadaannya tidak diketahui secara luas sejak Oktober 2022, ketika Kadyrov mencopotnya dari jabatan wakil perdana menteri.
Meski begitu, tidak ada penampakan Suleymanov yang terkonfirmasi selama setahun terakhir.
(*/Tribun-Medan.com)
Update berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Tangan-kanan-Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-yang-bernama-Ramzan-Kadyrov-mengalami-koma.jpg)