Berita Viral

Misteri Mayat Ibu dan Anak Membusuk di Rumah Belum Terpecahkan, Polisi Tak Temukan Bercak Darah

Misteri kematian ibu dan anak di Cinere Kota Depok belum terpecahkan. Mayat ibu dan anak itu ditemukan membusuk di dalam rumah pada Kamis (7/9/2023). 

Tayang:
HO
Kepala Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati Brigjen Pol Hariyanto 

TRIBUN-MEDAN.com - Misteri kematian ibu dan anak di Cinere Kota Depok belum terpecahkan. Mayat ibu dan anak itu ditemukan membusuk di dalam rumah pada Kamis (7/9/2023). 

Mayat itu diduga sudah sebulan tergeletak di dalam rumah itu. Misteri kematian ibu dan anak di Cinere Kota Depok belum terpecahkan. Mayat ibu dan anak itu ditemukan membusuk di dalam rumah pada Kamis (7/9/2023). 

Kepolisian masih menyelidiki penyebab temuan jasad ibu dan anak yang membusuk ini, tetapi belum menemukan titik terang. 

Hasil autopsi juga tidak menemukan unsur kekerasan mau pun motif di balik itu semua. 

Kepala Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati Brigjen Pol Hariyanto mengatakan proses uji laboratorium mayat ibu dan anak, Grace Arijani (65) dan David Arianto (38) juga mengalami hambatan.

Sebab, kondisi jenazah ibu dan anak tersebut dalam kondisi membusuk, dan faktor ini menjadi kendala proses autopsi untuk memastikan penyebab kematiannya.

Diperkirakan, mereka sudah meninggal lebih dari satu bulan, dan jasadnya baru diketahui di kecamatan Cinere, Kota Depok, Kamis (7/9/2023) lalu.

“Kalau kondisi baru (meninggal) itu berbeda dengan yang sudah membusuk,” kata Hariyanto saat ditemui awak media di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (16/9/2023).

Baca juga: NASIB ABANG LONG, Orator Ulung Pembakar Semangat Warga Rempang, Kini Jadi Tersangka?

Baca juga: Bocah SD Buta Ditusuk Pakai Tusukan Bakso, Sekolah Malah tak Izinkan Perlihatkan CCTV

Hariyanto menjelaskan, tim dokter forensik telah mengambil sampel organ tubuh kedua jasad guna proses uji laboratorium.

Namun hasilnya belum dapat diketahui, sebab terkendala karena pembusukan tersebut.

"Perihal waktu tergantung (Proses uji laboratorium). Ini kan sulit juga dengan adanya pembusukan, yang mudah adalah yang masih baru (meninggal)," tuturnya.

Temuan kerangka ibu di dalam rumahnya tengah dalam penyilidikan polisi. Warga temui mayat ibu dan anak yang tergeletak di rumah di Cinere
Temuan kerangka ibu di dalam rumahnya tengah dalam penyilidikan polisi. Warga temui mayat ibu dan anak yang tergeletak di rumah di Cinere (HO)

Uji laboratorium oleh tim dokter forensik RS Polri Kramat Jati itu dijelaskan Hariyanto dengan uji toksikologi dan uji histopatologi.

Uji laboratorium histopatologi untuk mengetahui ada atau tidak terdapat kelainan sel juga jaringan pada jasad korban, dan dilakukannya di RS Polri Kramat Jati.

Sementara uji laboratorium toksikologi untuk memastikan ada atau tidaknya zat berbahaya terhadap kedua jasad, dan dilakukannya di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.

Hasilnya, kedua uji laboratorium itu dilakukan sebab hasil autopsi pada mayat ibu dan anak tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan yang menyebabkan kematian.

"Kalau ada sebab lain (mengakibatkan meninggal dunia) bisa terlihat di situ (dari hasil uji laboratorium,” ucapnya.

Selain itu, Hariyanto mengatakan pihaknya juga melakukan pencocokan sampel DNA guna keperluan identifikasi secara Disaster Victim Identification (DVI).

"Kita menunggu hasil daripada DNA dan histopatologi," pungkasnya.

Tidak ada bercak darah

Polisi menyebut tak ada bercak darah yang mengindikasikan kekerasan di dua mayat diduga ibu dan anak yang ditemukan di Cinere, Depok, Jawa Barat.

Hal tersebut diketahui dengan menggunakan alat Crime Lite Auto saat melakukan autopsi terhadap jasad korban.

Penggunaan crime lite adalah untuk mendeteksi bercak darah di tubuh korban.

"Kami juga pada waktu autopsi melibatkan alat namanya crime lite," kata Kabiddokes Polda Metro Jaya, Kombes Hery Wijatmoko, kepada wartawan, dikutip Selasa (12/9/2023).

"Crime lite itu kami bisa mendeteksi adanya bercak darah atau permukaan di tubuh," hasilnya negatif," sambung dia.

Atas hasil negatif itu, Hery menuturkan tak ada indikasi kekerasan di tubuh korban.

Di sisi lain, ia mengatakan pihaknya sedang menyelidiki penyebab kematian serta waktu kematian (time scene death) dari dua jenazah itu.

"Kami melakukan pemeriksaan yang nantinya untuk menentukan identifikasi itu," kata dia.

"Kami pastikan benar enggak ini adalah Si A dan Si B. Kemudian berapa lama saat kematiannya. Jadi time scene of death," sambungnya.

Menurut Hery, autopsi terhadap jenazah keduanya sudah selesai.

Saat ini, kata dia, dilakukan pencocokan berdasarkan DNA.

"Kami lakukan pencocokan DNA untuk menentukan siapa korban 1 dan korban selanjutnya dengan keluarga yang masih ada, (masih) bisa dihubungi," ujarnya.

(*/tribun-medan.com)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved