Berita Viral

Pembelaan Pasangan Prewedding : Siram Bromo Pakai 5 Botol Air hingga Laporkan Balik Petugas TNBTS

Inilah pembelaan pasangan dan wo prewedding di Gunung Bromo. Pihaknya mengaku sudah berupaya memadamkan api pakai 5 botol air dan bakal lapor balik pe

Tayang:
IST
TERKUAK Borok Manajer WO Tersangka Kebakaran Akibat Flare di Gunung Bromo, Ternyata Masuk Tanpa Izin 

TRIBUN-MEDAN.COM – Inilah pembelaan pasangan prewedding di Gunung Bromo.

Adapun pasangan prewedding yang berstatus saksi kebakaran Bukit Teletubbies Bromo beri pembelaan.

Setelah meminta maaf kepada publik, calon pengantin pria berinisal HP (38) mengaku berusaha memadamkan api pakai 5 botol air.

Dimana ia mengatakan telah berupaya memadamkan api sesaat setelah kebakaran terjadi akibat flare dari aktivitas foto prewedding.

ni tak sengaja,” ujarnya.“Saat kejadian kami sudah berusaha memadamkan (kebakaran Bromo_ dengan air mineral kemasan sebanyak lima botol," katanya dikutip Tribun-Medan.com dari Kompas.com, Sabtu (16/9/2023).

Namun menurutnya, upaya memadamkam api tidak membuahkan hasil.

Kebakaran pun meluas.

"Dengan segala keterbatasan kami dan kondisi saat itu angin sangat kencang ditambah rumput kering, kami tak dapat memadamkan," lanjutnya.

Calon pengantin pria yang sebabkan Gunung Bromo terbakar meuncul ke publik dan minta maaf. 
Calon pengantin pria yang sebabkan Gunung Bromo terbakar meuncul ke publik dan minta maaf.  (HO)

HP mengaku kebakaran tersebut menjadi pelajaran bagi dirinya serta para kru yang terlibat dalam aktivitas foto prewedding tersebut. Mewakili para kru, warga Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, Jawa Timur tersebut meminta maaf.

"Kami memohon maaf kepada masyarakat Tengger, tokoh adat Tengger, presiden, wakil presiden, menteri, Pemprov Jatim, Pemkab Probolinggo dan seluruh lapisan masyarakat Indonesia," katanya.

Baca juga: Pekerjaan Hendra Purnama Calon Pengantin Pria yang Sebabkan Gunung Bromo Terbakar, Kini Minta Maaf

Baca juga: Tampang dan Pekerjaan Pratiwi Mandala Putri, Calon Pengantin Wanita Prewed di Bromo, Alamat Tersebar

"Kami dan manajer WO yang kini ditahan mohon maaf sebesar-besarnya," ujarnya. Adapun lima orang yang menjadi saksi dalam kasus kebakaran ini adalah calon pengantin pria HP (30), calon pengantin wanita PMP (26).

Lalu kru wedding organizer MGG (38), ET (27), dan perias AAV (34).

Ketiga kru tersebut merupakan warga Kota Surabaya, Jawa Timur.

Sementara satu orang yakni manajer wedding organizer bernama Andrie Wibowo Eka Warhana (41) ditetapkan sebagai tersangka.

Dia terancam lima tahun penjara serta denda Rp 3,5 miliar.

Baca juga: SOSOK Pratiwi Mandala Putri, Calon Pengantin yang Foto Prewedding di Bromo Hingga Terjadi Kebakaran

Baca juga: TERKUAK Borok Manajer WO Tersangka Kebakaran Akibat Flare di Gunung Bromo, Ternyata Masuk Tanpa Izin

Laporkan Balik Petugas TNBTS

Sementara itu disisi lain, pihak kuasa hukum tersangka Mustadji mengungkapkan pihaknya akan melaporkan petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) ke polisi atas dugaan kelalaian dalam pengamanan.

“Saya juga akan memberikan pembelaan kepada tersangka, kalau itu harus dilanjut di peradilan,”

“Saya juga akan melaporkan balik petugas TNBTS karena tidak memberikan pelayanan maksimal kepada konsumen, yaitu wisatawan,” ujar Mustadji.

Menurutnya, tidak ada pemeriksaan sebelum kejadian.

Bahkan barang bawaan wisatawan diklaim tak diperiksa.

Petugas, kata dia, terkesan melakukan pembiaran.

Tampang calon pengantin dan kru prewedding flare yang menyebabkan kebakaran di Gunung Bromo.
Tampang calon pengantin dan kru prewedding flare yang menyebabkan kebakaran di Gunung Bromo. (capture/Facebook/TribunJatim)

“Ini merupakan masukan dari kepala desa dan termasuk romo dukun mengatakan begitu. Untuk konsep foto dengan flare (suar) memang dari pihak wedding organizer dan disetujui oleh klien,” terang Mustadji.

Untuk diketahui kebakaran di Bromo terjadi akibat penggunaan flare pada aktivitas foto prewedding.

Kebakaran baru dapat dipadamkan setelah sekitar enam hari.

Prewedding Bawa Petaka

Prewedding membawa petaka, itulah kalimat yang disematkan dalam insiden kebakaran Gunung Bromo.

Adapun dua sejoli yang sedang prewedding di area Padang Savana, Gunung Bromo ini berujung membuat kebakaran.

Diketahui, pasangan bersama tim nya yang berjumlah enam orang tengah menggelar foto prewedding sembari menyalakan flare di Gunung Bromo.

Namun nahas, saat prosesi prewedding tengah berlangsung, kobaran api muncul melahap area wisata yang asri itu.

Bahkan hingga berujung wisata Gunung Bromo ditutup total.

Polisi telah menetapkan satu orang tersangka dalam kebakaran Bukit Bromo akibat foto prewedding. 
Polisi telah menetapkan satu orang tersangka dalam kebakaran Bukit Bromo akibat foto prewedding.  (HO)

Adapun diketahui kronologinya bermula dari video berdurasi 41 detik yang memperlihatkan enam pengunjung dengan santai membawa perlengkapan kamera di sekitar Padang Savana.

Padahal, kobaran api menyala di belakang mereka.

"Ini dia orang-orang yang membuat kebakaran, masih santai-santai. Ini santai banget dong mereka. Gak bertanggungjawab nih orang," kata suara dalam video.

Dalam narasi yang diucapkan di video tersebut, disebutkan orang-orang membuat kebakaran tapi mereka masih santai beraktivitas.

Di video itu juga tertera keterangan tertulis yang menjelaskan terduga pelaku yang menyalakan flare telah diamankan di Polres Probolinggo untuk dimintai keterangan dalam rangka penyelidikan lebih lanjut.

"Nih orang-orang sedang membuat kebakaran seperti ini tapi masih santai-santai. Nih orangnya! Nah, santai banget dong mereka. Wah, tidak mau tanggungjawab nih orangnya," ucap seseorang dalam video tersebut.

Setelah itu, video menunjukan pemandangan api yang menyala pada malam hari.

Api terlihat menjulur ke atas perbukitan.

Terlihat seperti sebuah garis berbelok-belok dengan kobaran api.

"Ini gara-gara prewedmu, jadinya seperti ini. Malam-malam di Bromo karena ulahmu. Banyak yang kalian rugikan," ucap seseorang yang lain di video yang sama.

(*/Tribun-Medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved