Berita Nasional

Bos Mafia Narkoba Fredy Pratama dan Istrinya Diyakini Berada di Thailand, Begini Penampakannya

Bos mafia narkoba Fredy Pratama diyakini berada di Thailand. lantaran istrinya merupakan warga negara Thailand dan mertuanya kartel narkoba di negara

Tayang:
HO
Bos mafia narkoba Fredy Pratama diyakini berada di Thailand. 

TRIBUN-MEDAN.COM – Bos mafia narkoba Fredy Pratama diyakini berada di Thailand.

Adapun Fredy Pratama diyakini berada di Thailand, lantaran istrinya merupakan warga negara Thailand.

Seperti diketahui, Bareskrim Polri masih menelusuri keberadaan bandar narkoba kelas kakap, Fredy Pratama yang hingga kini masih buron.

Meski begitu, Polri meyakini jika Fredy Pratama saat ini berada di Thailand dalam mengendalikan jaringan narkoba Internasional termasuk ke Indonesia.

"Kita yakin bahwa yang bersangkutan masih ada di wilayah Thailand," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa, Jumat (15/9/2023).

Keyakinan tersebut didapat karena istri Fredy Pratama merupakan warga negara Thailand.

Sementara, mertuanya merupakan seorang kartel narkoba di negara Gajah Putih tersebut.

Gembong narkoba terbesar Indonesia pada saat ini, Fredy Pratama (38), yang telah DPO sejak tahun 2014. (istimewa)
Gembong narkoba terbesar Indonesia pada saat ini, Fredy Pratama (38), yang telah DPO sejak tahun 2014. (istimewa) (istimewa)

"Istri adalah orang Thailand, dan mertuanya diduga adalah kartel narkotika di daerah Thailand,”

“Inilah mereka diburu polisi-polisi di Indonesia," ungkapnya.

Baca juga: PERAN Licik Eks Kasat Narkoba Polres Lampung Jadi Anak Buah Jaringan Narkoba Fredy Pratama

Baca juga: Pantas Mukanya Berubah, Gembong Narkoba Fredy Pratama Diduga Operasi Plastik, Sudah 9 Tahun DPO


Saat ini, lanjut Mukti, pihaknya masih bekerja sama dengan Interpol dan kepolisian negara sahabat untuk mencari dan menangkap Fredy Pratama.

"Kita melakukan kerjasama dengan Interpol, dengan kepolisan dari Thailand, dari Malaysia dan Imigrasi Thailand-Malaysia untuk mengetahui keberadaan Fredy Pratama," jelasnya.

Baca juga: Rempang Rusuh, Muhammadiyah Minta Kapolri & Panglima TNI Copot Danlantamal Batam dan Kapolda Kepri

Baca juga: Kisah Pilu Pemuda 21 Tahun Idap Diabetes hingga Kaki Terpaksa Diamputasi Gegara Candu Minuman Ini


800 Orang Lebih Jaringan Fredy Ditangkap

Polri telah menangkap 884 orang tersangka yang terafiliasi bandar narkoba kelas kakap jaringan internasional, Fredy Pratama.

Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada menyebut pengungkapan ini merupakan periode penangkapan pada 2020-2023.

"Jumlah tersangka pada periode 2020 sampai dengan 2023 adalah sebanyak 884 tersangka," kata Wahyu dalam konferensi pers di Lapangan Bhayangkara, Jakarta, Selasa (12/9/2023).

Wahyu mengatakan dalam periode yang sama, pihaknya juga sudah menyita 10,2 ton sabu milik gembong besar tersebut.

Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada menggelar konferensi pers terkait pengungkapan sindikat bandar besar narkoba jaringan Internasional, Fredy Pratama di Lapangan Bhayangkara, Jakarta, Selasa (12/9/2023).
Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada menggelar konferensi pers terkait pengungkapan sindikat bandar besar narkoba jaringan Internasional, Fredy Pratama di Lapangan Bhayangkara, Jakarta, Selasa (12/9/2023). (TRIBUNNEWS.COM)


"Tahun 2020-2023 ada 408 laporan polisi dan total barang bukti yang disita sebanyak 10,2 ton sabu yang terafiliasi dengan kelompok Fredy Pratama ini," ucapnya.

"Sementara untuk barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 116.346 butir," sambungnya.

Di sisi lain, baru-baru ini, Bareskrim Polri menangkap 39 anak buah bandar besar narkoba jaringan Internasional, Fredy Pratama alias Miming alias Cassanova.

Berdasarkan analisa yang ada, para kaki tangan Fredy Pratama ini berhasil menyelundupkan narkoba ke Indonesia meski Fredy sudah masuk dalam daftar buronan sejak 2014 lalu.

Habis Freddy Budiman Muncul Fredy Pratama, Gembong Narkoba Terbesar Indonesia, Sebanyak 39 Anggotanya Diciduk. (kolase tribun-medan.com/istimewa/tribunnews.com)
Habis Freddy Budiman Muncul Fredy Pratama, Gembong Narkoba Terbesar Indonesia, Sebanyak 39 Anggotanya Diciduk. (kolase tribun-medan.com/istimewa/tribunnews.com) (kolase tribun-medan.com/istimewa/tribunnews.com)

"Setelah dicek dan didalami oleh melalui analisa yang dilakukan oleh tim di Mabes Polri, ditelusuri bahwa sindikat yang mengedarkan narkoba di Indonesia ini bermuara pada satu orang Fredy Pratama," kata Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada dalam konferensi pers, Selasa (12/9/2023).

"Setiap bulannya sindikat ini mampu menyelundupkan Sabu dan Ekstasi masuk ke Indonesia dengan jumlah mulai dari 100 kilo sampai 500 kilo dengan menyamarkan sabu kedalam kemasan teh," jelasnya.

Wahyu mengatakan anak buah Fredy Pratama tersebar di sejumlah daerah dan memiliki tugasnya masing-masing.

Ia menjelaskan beberapa anak buah Fredy Pratama yang berhasil ditangkap merupakan K alias R yang berperan sebagai pengendali operasional di Indonesia. Kemudian NFM sebagai pengendali keuangan Fredy Pratama.

Selanjutnya sebagai koordinator dokumen palsu berinisial AR. Sementara DFM sebagai pembuat dokumen palsu KTP dan rekening palsu.

Selain itu FA dan SA yang berperan sebagai kurir uang tunai di luar negeri. Sedangkan bertugas sebagai koordinator pengumpul uang tunai KI serta P, YP, dan DS sebagai koordinator penarikan uang.

Terakhir, anak buah Fredy berinisial FR dan AF yang berperan sebagai kurir pembawa sabu.

(*/Tribun-Medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter

 

 


 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved