Istri Gubernur Tabrak Motor
Ngebut di Jalanan, Istri Gubernur NTB Sri Yulianti Tabrak Balita 2 Tahun Hingga Tewas dan Dua Luka
"Mungkin karena kecepatan tinggi, sehingga motor ini langsung diseret dari arah yang sama," kata Mahyudin
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Istri Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Sri Yulianti, dikabarkan menabrak kendaraan lain hingga pengemudi tewas.
Diketahui, Sri Yulianti menabrak sepeda motor hingga menyebabkan balita berusia 2 tahun meninggal dai dua mengalami sejumlah luka di tubuh.
Kecelakaan maut ini terjadi di Jalan Raya Bypass di Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Sabtu (9/9/2023).
Mobil Sri Yulianti menabrak pemotor mengakibatkan seorang balita berusia 2 tahun meninggal dunia, sementara dua lainnya alami luka berat dibagian wajah dan bagian bahu patah.
Baca juga: SOSOK Rudy yang Viral Ajak Balita Naik Gunung Kerinci, Ternyata Sering Muncak Bareng Istri dan Anak
Dua korban ini merupakan ibu balita bernama Asmin dan adik iparnya, Jupriadi dibawa ke Rumah Sakit Umum Provinsi NTB untuk mendapat perawatan intensif.
Junaidi (30), ayah dari Minara bocah tiga tahun yang menjadi korban meninggal dalam kecelakaan lalu-lintas itu mengaku sangat terpukul melihat kondisi anak yang meninggal dan istrinya alami luka berat.
"Saya periksa kondisi tubuh anak saya, saya lihat banyak luka di tubuhnya. Kemarin pas saya kafankan saja semua badannya luka. Saya sangat terpukul," kata Junaidi melalui sambungan telpon, Minggu (10/9/2023). Dilansir Kompas.com.
Lebih lanjut, Junaidi mengatakan bahwa kondisi sang istri setelah ditabrak istri Gubernur NTB ini alami luka dibagian kepala, perut dan sobek di salah satu bagian kuping.
"Kalau istri itu luka di bagian kepala, perut dan sobek di salah satu bagian kuping sebelah kiri hingga dijahit. Katanya hari ini pihak Jasa Raharja akan datang menemui kami di rumah sakit," jelas Junaidi.
Baca juga: Truk Kelebihan Muatan yang Bikin Rusak Jalan di Simalungun Bakal Ditilang
Melihat kondisi sang istri yang memprihatinkan, Junaidi mengaku sampai tak berani melihatnya.
Kendati begitu, ia diminta ikhlas untuk kepergian sang ayah dan ingin tenang.
"Saya sampai enggak berani lihat. Saya diminta ikhlas biar tenang sama keluarga. Minara langsung kemarin dimakamkan. Saya mau tenang," ungkap Junaidi.
Baca juga: Tak Takut Azab, Seorang Pria Terekam CCTV Curi Uang di Kotak Infaq di Masjid Al Jadid Padang Area
Penjelasan Polisi
Kasat Lantas Polres Lombok Tengah, IPTU Abdul Rachman yang mengatakan kecelakaan tersebut mengakibatkan seorang balita berusia 2 tahun meninggal dunia, sementara dua lainnya alami luka berat dibagian wajah dan bagian bahu patah.
"Satu orang patah di bagian bahu dan satu orang mengalami luka di bagian wajah. Untuk balita yang umur dua tahun meninggal dunia,” ujar Kasat Lantas Polres Lombok Tengah, IPTU Abdul Rachman, pada Minggu (10/9/2023).
Baca juga: PANAS! Respon Ketus Cak Imin Saat Yenny Wahid Minta Pengikut Gus Dur Dukung Prabowo atau Ganjar
"Jadi benar telah terjadi kecelakaan lalu lintas, lebih tepatnya ada di Kecamatan Jonggat, wilayah hukum Polres Lombok Tengah sekitar pukul 10.00 WITA, yang melibatkan antara dua kendaraan, yaitu kendaraan roda dua dan roda empat," dikutip dari YouTube Kompas TV, Senin (11/9/2023).
"Untuk roda dua sendiri dikendarai oleh tiga orang, dua orang dewasa dan satu anak-anak, sedangkan untuk roda empatnya ditumpangi oleh dua orang, satu driver (ZA) dan satu penumpang," sambungnya.
Baca juga: Mobil Minibus Terjun ke Jurang Sedalam 70 Meter untuk Hindari Tabrakan
Dijelaksan bahwa dua korban yang merupakan ibu balita bernama Asmin dan adik iparnya, Jupriadi dibawa ke Rumah Sakit Umum Provinsi NTB untuk mendapat perawatan intensif.
Sementara terkait penyebab kecelakaan tersebut, Kasatlantas Polres Lombok Tengah Iptu Abdul Rachman mengungkapkan polisi masih mendalami kasus kecelakaan tersebut.
Kronologi kecelakaan
Dilansir Kompas.com, Mahyudin (38) adalah salah satu warga yang menyaksikan insiden tabrakan maut di Jalan Bypass BIL di Desa Labulia, Lombok Tengah tersebut.
Untuk diketahui mobil yang ditumpangi oleh Sri Yulianti dikemudikan oleh sopir berinisial ZA.
Menurut Mahyudin, mobil CRV berpelat nomor B 720 SRI itu melaju dengan kecepatan tinggi.
"Mungkin karena kecepatan tinggi, sehingga motor ini langsung diseret dari arah yang sama," kata Mahyudin, Sabtu, mengutip dari Kompas.com.
Dikatakan Mahyudi, saking kerasnya tabrakan yang terjadi, pengendara dan penumpang motor terseret belasan meter sampai masuk ke selokan.
Baca juga: Maling Motor Terekam CCTV, Pelaku Diduga Pernah Tinggal di Lokasi Kejadian
"Motor ini (korban) diseret kira-kira ada 10 sampai 15 meter lah, sampai jatuh ke selokan."
Selain itu, Mahyudi mengatakan, ban motor pun sampai menyangkut ke atap rumah.
"Bahkan anehnya ban (motor) sampai nyangkut ke atap rumah," kata Mahyudin.
Mengetahui kejadian tersebut, Mahyudi bersama warga lainnya kemudian melakukan evakuasi dan para korban pun dilarikan ke Puskesmas.
"Langsung warga berhamburan kita bantu angkat, terus dibawa ke Puskesmas." kata Mahyudin.
Artikel ini Diolah Tribun Sumsel
Baca Berita Tribun Medan Lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Mobil-yang-ditumpangi-istri-Gubernur-Nusa-Tenggara-Barat-NTB.jpg)