NGERI Adik Bupati Tewas Dibacok, Lalu Rumahnya Dibakar, Terkuak Awal Mula Kronologi
Abadi salah seorang warga Desa Belani Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara
TRIBUN-MEDAN.com - Ngeri, Abadi salah seorang warga Desa Belani Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), tewas mengenaskan dengan luka bacok di kepala dan wajahnya.
Korban yang berdasarkan informasi merupakan adik Bupati Muratara, H Devi Suhartoni tersebut, tewas setelah dibacok oleh pelaku Arwan.
Baca juga: JAM Tayang Argentina vs Ekuador Kualifikasi Piala Dunia 2026, Lionel Messi Kejar Rekor Milik suarez
Baca juga: VIRAL Kisah Pilu Nenek 80 Tahun Minta Disuntik Mati, Petugas Puskesmas Nangis saat Antar ke Rumah
Berdasarkan informasi di terima Sripoku.com, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (5/9/2023) malam sekira pukul 20.00 Wib di Desa Belani Kecamatan Rawas Ilir.
Kejadian bermula, pada saat dilaksanakan pertemuan antar warga di salah satu rumah warga di Desa Belani Kecamatan Rawas Ilir, dengan investor yang datang ke Desa Belani.
Kemudian, pada saat berlangsung komunikasi dalam pertemuan tersebut, datang pelaku Arwan dan masuk.
Namun, pelaku ditegur oleh korban (Abadi), dengan ucapan bahwa pertemuan tersebut internal saja.
Pelaku, Arwan yang tersinggung dengan ucapan korban, langsung pulang ke rumah mengambil parang dan datang kembali langsung membacok korban Abadi dan Deki.
Kedua korban yang terluka, langsung di bawa ke Puskesmas Bingin Teluk Kecamatan Rawas Ilir.
Sedangkan pelaku Arwan melarikan diri.
Namun, meski sudah dilakukan perawatan, korban Arwan meninggal dunia sekira pukul 21.20 Wib di Puskesmas Bingin Teluk dengan luka bacok di kepala dan wajahnya.
Tak berselang lama, setelah peristiwa berdarah tersebut, rumah pelaku Arwan dan keluarganya dibakar oleh orang tak di kenal.
Kapolres Muratara, AKBP Koko Arianto Wardani melalui Kasi Humas, AKP Baruanto saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
Namun, pihak Polres Muratara belum bersedia memberikan keterangan secara lengkap, kejadian tersebut.
"Benar, ada kejadian pembunuhannya memang ada.
Sekarang petugas dari Satreskrim dan Polsek Rawas Ilir sedang melakukan penyelidikan,” ungkap Kasi Humas.
Polda Sumsel Back Up Tangkap Pelaku
Ditreskrimum Polda Sumsel langsung terjunkan tim untuk menangkap pelaku pembacokan adik Bupati Muratara, Abadi yang mendapat luka bacok di kepala dan wajah hingga tewas.
Hal ini dibenarkan Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol M Anwar Reksodjojo ketika dikonfirmasi.
"Intinya Polda memback-up, " singkat Anwar, Rabu (6/9/2023).
Namun Anwar belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait penangkapan tersangka.
"Terkait kasus langsung ke Kapolres Muratara ya mas, saya lagi pimpin gelar ini. Masih proses ya mas, sementara itu dulu, " ujarnya.
Ia berharap pelaku segera ditangkap dan dapat segera diproses.
"Doakan segera ketangkap ya mas, terimakasih, " jelasnya.
Pelakunya Arwan salah seorang warga Desa Belani Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Muratara atau sekampung dengan korban.
Kapolres Muratara, AKBP Koko Arianto Wardani menyampaikan untuk motif pemicunya masih diselidiki dan ada beberapa saksi yang masih dilakukan pemeriksaan.
"Untuk yang mengetahui motif sebenarnya adalah pelaku, bila pelaku sudah ketangkap baru kita tahu motif aslinya apa," ujar Koko, Rabu (6/9/2023).
Koko pun menegaskan peristiwa penganiayaan itu tidak ada kaitannya dengan gelaran Pilkades yang sebentar lagi akan berlangsung.
"Tidak ada, bukan masalah Pilkades, untuk berita masalah Pilkades itu simpang siur dari mana, bukan saya yang menyatakan itu," ungkapnya.
Koko mengungkapkan bila saat ini pelaku penganiayaan itu masih dalam pengejaran anggota di lapangan.
"Sampai mana pun saya akan tetap buru pelakunya.
Sekarang kami sudah mengerahkan anggota untuk melakukan pengejaran, termasuk dibantu Jatanras Polda," ujarnya.
Koko menyebutkan, ada beberapa lokasi titik lokasi pelaku melarikan diri, namun untuk pastinya belum di ketahui.
"Lokasinya belum 86 arah pelaku, tapi ada beberapa titik yang deteksi dan anggota melakukan pengejaran dibantu anggota Jatanras Polda Sumsel," ujarnya.
Kondisi Sudah Kondusif
Pasca peristiwa penganiayaan itu keluarga korban sempat mengamuk membakar rumah pelaku.
"Namun, tidak sampai meluas kemana-mana langsung dipadamkan, Situasi sekarang aman dan kondusif masyarakat sudah beraktivitas seperti biasa," ujarnya.
Namun, untuk mengantisipasi bentrok susulan sekarang anggota masih berjaga di lokasi untuk memastikan situasi aman kondusif.
Untuk itu, Koko mengimbau kepada pihak keluarga kedua belah pihak tahan emosi, sabar jangan mudah terpancing emosinya.
"Negara kita negara hukum semua ada solusinya, jangan main hakim sendiri karena main hakim sendiri melanggar pidana, sabar tahan diri," ujarnya.
Termasuk bilamana ada ganjalan didalam hati tahan diri, pihaknya akan segera melakukan mediasi dan pada intinya percayakan pada kepolisian.
Bukan Karena Pilkades
Kapolres Muratara, AKBP Koko Arianto Wardani menyampaikan untuk motif pemicunya masih diselidiki dan ada beberapa saksi yang masih dilakukan pemeriksaan.
"Untuk yang mengetahui motif sebenarnya adalah pelaku, bila pelaku sudah ketangkap baru kita tahu motif aslinya apa," ujar Koko, Rabu (6/9/2023).
Koko pun menegaskan peristiwa penganiayaan itu tidak ada kaitannya dengan gelaran Pilkades yang sebentar lagi akan berlangsung.
"Tidak ada, bukan masalah Pilkades, untuk berita masalah Pilkades itu simpang siur dari mana, bukan saya yang menyatakan itu," ungkapnya.
Koko mengungkapkan bila saat ini pelaku penganiayaan itu masih dalam pengejaran anggota di lapangan.
"Sampai mana pun saya akan tetap buru pelakunya.
Sekarang kami sudah mengerahkan anggota untuk melakukan pengejaran, termasuk dibantu Jatanras Polda," ujarnya.
Koko menyebutkan, ada beberapa lokasi titik lokasi pelaku melarikan diri, namun untuk pastinya belum di ketahui.
"Lokasinya belum 86 arah pelaku, tapi ada beberapa titik yang deteksi dan anggota melakukan pengejaran dibantu anggota Jatanras Polda Sumsel," ujarnya.
Kondisi Sudah Kondusif
Pasca peristiwa penganiayaan itu keluarga korban sempat mengamuk membakar rumah pelaku.
"Namun, tidak sampai meluas kemana-mana langsung dipadamkan, Situasi sekarang aman dan kondusif masyarakat sudah beraktivitas seperti biasa," ujarnya.
Namun, untuk mengantisipasi bentrok susulan sekarang anggota masih berjaga di lokasi untuk memastikan situasi aman kondusif.
Untuk itu, Koko mengimbau kepada pihak keluarga kedua belah pihak tahan emosi, sabar jangan mudah terpancing emosinya.
"Negara kita negara hukum semua ada solusinya, jangan main hakim sendiri karena main hakim sendiri melanggar pidana, sabar tahan diri," ujarnya.
Termasuk bilamana ada ganjalan didalam hati tahan diri, pihaknya akan segera melakukan mediasi dan pada intinya percayakan pada kepolisian.
(*/Tribun-Medan.com)
Artikel ini telah tayang di Sripoku.com dengan judul BREAKING NEWS: Adik Bupati Muratara Tewas Dibacok, Rumah Pelaku Dibakar Orang tak Dikenal
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Rumah-Pelaku-Pembunuh-Adik-Bupati-Dibakar-OTK.jpg)