Terobosan Lapas Rantauprapat, Gelar Pelatihan Kepribadian dan Mental Warga Binaan, Ini Tujuannya
Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Rantauprapat menggelar pelatihan kepribadian dan mental warga binaan
TRIBUNMEDAN.COM, RANTAUPRAPAT - Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Rantauprapat menggelar pelatihan kepribadian dan mental warga binaan, Senin (4/9/2023).
Adapun pemateri kegiatan ini dari Yayasan Pendidikan Moralitas dan Budi Pekerti Indonesia (YPMBPBI).
Kepala Lapas Rantauprapat, Jayanta Perangin-angin menyampaikan, melalui kegiatan ini warga binaan bisa menjadi percaya diri dan bermoral.
Baca juga: 26 Warga Binaan Jalani Skrining HIV/AIDS, Kolaborasi Lapas Rantauprapat dengan Puskesmas Sigambal
"Saya harap dengan adanya kegiatan pelatihan moralitas dari Yayasan Pendidikan Moralitas dan Budi Pekerti Bangsa Indonesia di Lapas Rantauprapat memberi dampak positif. Dan menjadikan warga binaan yang bermoral dan berbudi pekerti yang baik nantinya," ujarnya.
"Pembinaan kepribadian dan mental bertujuan untuk membentuk pribadi warga binaan yang jujur, percaya diri dan bermoral," ujar Kepala Urusan Kepegawaian dan Keuangan Theo Candra Siregar.
Theo menambahkan, tim YPMBPBI juga memberikan penjelasan tentang pelayanan yang akan dilakukan lapas. Seperti adanya kelas pelatihan hubungan kehidupan manusia.
"Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas kunjungan dari Yayasan Pendidikan Moralitas yang meringankan langkahnya untuk hadir di Lapas Rantauprapat," katanya.
Lebih lanjut ia bilang pelatihan kepribadian dan moralitas warga binaan merupakan modal bagi warga binaan setelah bebas.
Jadi, saat sudah kembali membaur dengan masyarakat bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.
Baca juga: Pegawai PGN Bersilaturahmi ke Lapas Rantauprapat, Diajak Tinjau Dapur, Mengapa?
"Karena itu, seluruh warga binaan harus bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan ini," ujarnya.
Sedangkan, Kepala Subseksi Pelaporan dan Tata Tertib Lapas Rantauprapat, Jack Bastian Pasaribu menambahkan warga binaan harus mengikuti kegiatan dengan hati yang senang, sungguh-sungguh.
"Agar setiap materi yang disampaikan diserap dan diaplikasikan. Kalau hati tidak senang dalam artian badan kalian di sini tapi pikiran kalian kemana-mana percayalah sedikit pun tidak diserap," katanya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Seminar-Kepribadian-dan-Mental.jpg)