Viral

Pulang dari Hong Kong, TKI ini Bikin Pendidikan Gratis, Kini Namanya Tercatat di Majalah Forbes Asia

Kehebohan yang diciptakannya setelah pulang dari Hong Kong, yakni mendirikan pendidikan gratis bagi siswa kurang mampu.

Tayang:
Editor: Satia
tribunnewsmaker.com
Heni Sri Sunandi 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Seorang wanita Tenaga Kerja Indonesia (TKI) belakangan ini namanya heboh dan menjadi pembicaraan banyak orang.

Kehebohan yang diciptakannya setelah pulang dari Hong Kong, yakni mendirikan pendidikan gratis bagi siswa kurang mampu.

Bahkan aksinya kini juga disorot oleh Megawati.

Dikutip dari Tribunnewsmaker.com, menjadi TKI pasti selalu dipandang sebelah mata oleh banyak orang.

Namun tak selamanya kisah para TKI selalu miris.

Banyak juga TKI yang menjadi inspirasi banyak orang.

Baca juga: 5 Anggota Brimob Kaget Uang Koperasi Rp 3,7 Miliar Ditilap AKP Hafiz Paesal Lubis

Bahkan hingga menuai prestasi yang membuat banyak orang melongo.

Seperti wanita bernama Heni Sri Sunandi ini tengah menjadi sorotan.

Bagaimana tidak, ia adalah mantan TKI yang kini menjadi inspirasi banyak orang.

Heni Sri Sunandi sempat dinobatkan menjadi salah satu anak muda paling berpengaruh di Asia menurut majalah Forbes dalam "Forbes 30 Under 30 Asia".

Kisah ini tengah viral di TikTok baru-baru ini.

Heni menceritakan perjuangan Heni mengejar cita-tanya menjadi seorang guru yang mengguncang dunia.

Baca juga: Pastikan Kesehatan Narapidana dan Anak Binaan, 206.330 WBP Jalani Program Active Case Finding

Terlihat dari unggahan tersebut, Heni mengungkapkan jika dirinya bukan dari keluarga kaya raya.

Bahkan ia hidup sangat sederhana, kedua orangtuanya bercerai.

Wanita satu ini melanjutkan hidup bersama neneknya.

Dia pun berjuang untuk mendapatkan pendidikan yang layak sedari kecil.

Baca juga: Supir Truk Terkejut Kapolres Turun Bantu Angkat Beras

"Saat SD pergi pulang sekolah jalan kaki 2 jam,

Saat SMP pergi pulang sekolah jalan kaki 4 jam," ucap Heni, dikutip TribunnewsMaker.com, Kamis, 31 Agustus 2023.

Lebih lanjut, setelah lulus SMK, Heni kemudian mengadu nasib untuk menjadi seorang TKI di Hongkong.
Gajinya sebagai TKI di Hongkong dipergunakannya untuk bersekolah.

Perjuangannya pun tak sia-sia, Heni kemudian berhasil lulus sebagai seorang sarjana lulusan terbaik di Hongkong dengan gelar cumlaude.

Baca juga: Pilih Jadi Jomblo Lagi, Pria Ini Kabur Saat Dengar Permintaan Mahar dari Ibu Pacarnya: Aku Tertekan

Setelah menjadi seorang sarjana di Hongkong, Heni memutuskan kembali ke Indonesia.

Ia mendirikan Gerakan Anak Petani Cerdas dan AgroEdu Komunitas Jampang.

Organisasi tersebut ia dirikan untuk memberi pendidikan yang layak secara gratis kepada anak yang tak mampu.

Sontak saja, dari kontribusinya tersebut, Heni kemudian dianugerahi penghargaan sebagai salah satu anak muda di bawah 30 tahun paling berpengaruh di Asia dalam kategori sosial dari Majalah Forbes.

"Memberi bukan karena kelebihan, tapi karena tahu rasanya tidak punya apa-apa," kata Heni dikutip akun TikTok tersebut.

Sontak saja kisah Heni tersebut mendapatkan ragam komentar dari warganet.

Banyak warganet yang memberikan pujian terhadap Heni.

Baca juga: Pasca Bentrokan 2 OKP, Polres Pelabuhan Tangkap Sejumlah Pelaku

Bahkan banyak yang menyindir Megawati Soekarnoputri yang pernah menyebut soal kontribusi milenial.

"Bu Mega terdiam melihat ini, diam enggak ya? Enggak tahu deh," tulis warganet.

"Jadi ingat kalimat 'apa sumbangsih kaum milenial untuk Indonesia?' kudu viral dah," kata warganet lainnya.

"Bangga, ini dia anak muda yang patut didukung. Kemarin ada yang nanya, mana sumbangsih anak milenial. Ini bu, salah satunya," komentar warganet yang lain.

Sebagai informasi, pada tahun 2020, Megawati sempat menyindir kaum milenial.

Dia menyebut jika Presiden Jokowi terlalu memanjakan kelompok milenial.

Baca juga: Tragis, Seorang Siswi Menggelepar di Tanah Disiram Air Keras, Tubuh Melepuh Hingga Jalani Operasi

"Saya bilang sama Presiden jangan dimanja generasi milenial,

Saya mau tanya apa sumbangsihnya generasi milenial yang sudah tahu teknologi," ucap Megawati.

Ia menyinggung, kelompok milenial kekinian hanya bisa berdemonstrasi dan merusak fasilitas umum.

"Apa sumbangsih kalian kepada bangsa hanya demo saja? Ngerusak apakah ada di dalam aturan berdemo? Adakah aturannya bahwa (demo) untuk merusak? Enggak ada," bebernya.

Namun kini nampaknya Megawati melongo melihat pencapaian Heni.

 

Baca Berita Tribun Medan Lainnya di Google News

(tribunmedan)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved