Berita Viral

Bahagia Nikahi Wanita Lemah Lembut, Pria Ini Terpukul Ketika Tahu Fakta Ini, Ternyata Suami ke-9

Ia sehari-harinya menjalankan peternakan ayam dan bebek, jadi kondisi kehidupannya tak terlalu buruk.

Tayang:
Penulis: Putri Chairunnisa | Editor: Ayu Prasandi
HO
Pria syok dibohongi istri barunya 

TRIBUN-MEDAN.COM – Rasa percaya memang kerap kali membuat orang cepat mengambil keputusan besar.

namun tak jarang hal itu malah berujung pada rasa kecewa seperti yang dialami pria syok dibohongi istri barunya.

Kejadian pria syok dibohongi istri barunya itu cukup membuat warganet iba.

Dikutip Tribun-medan.com dari eva.vn, kejadian pria syok dibohongi istri barunya itu dialami oleh Tuan Tieu Vuong (32) yang  tinggal di pedesaan Tiongkok.

Tieu merupakan sosok yang jujur, pekerja keras dan tahu cara menghasilkan uang.

Ia sehari-harinya menjalankan peternakan ayam dan bebek, jadi kondisi kehidupannya tak terlalu buruk.

Namun meskipun demikian ia kurang beruntung dalam kehidupan percintaan.

Mantan istrinya dikenal pemalas, tak mengerjakan pekerjaan rumah, tak peduli dengan anak dan kecanduan judi dengan menghabiskan seluruh uang keluarga.

Tieu yang semakin tak tahan dengan kelakuan istrinya pun akhirnya menggugat cerai sang istri.

Setelah bercerai, ia menyibukkan dirinya dengan fokus pada peternakannya, ia juga menjadi tertutup dan tak banyak bicara.

Ia bahkan tak menunjukkan keinginan mencari pasangan hidup baru hingga keluarganya sangat khawatir dan meminta seseorang untuk mencarikan calon istri untuknya.

Setelah itu, ia dikenalkan dengan San San, seorang janda dengan seorang putri yang diasuh mantan suaminya.

Berbeda dengan Tieu, San adalah pribadi yang cukup terbuka, maka tak heran di pertemuan pertama mereka, ia mengobrol seolah-olah seorang teman lama baru saja bertemu lagi.

San menganggap dirinya orang yang baik hati, rajin dan hemat, sedangkan mantan suaminya pemalas.

Ia bekerja keras untuk mengurus keluarganya, tetapi ia malah dimarahi oleh mantan suaminya hingga berakhir pada perceraian.

Hal itu pula yang membuatnya kini berharap menemukan pria baik yang bisa memperlakukannya dengan baik.

Melihat San menangis saat menceritakan kisahnya, membuat Tieu bersimpati padanya.

Berpikir bahwa ia adalah wanita yang baik dan lembut yang tahu bagaimana menjaga keluarganya, membuat Tieu memiliki kesan yang sangat baik padanya.

Setelah bertemu, keduanya meninggalkan informasi kontak satu sama lain kemudian mulai mengobrol online.

Setiap hari, San aktif mengirim pesan untuk Tieu dan menunjukkan perhatiannya.

Hal itu pula yang perlahan membuat Tieu berdebar.

Di hari ke 5 setelah keduanya bertemu, San langsung bertanya kepada Tieu pendapatnya tentang dirinya dan direspon dengan baik.

Hal itu pula yang membuat wanita itu tergerak menyinggung perihal pernikahan.

Akhirnya, pada hari ke 10 setelah bertemu, keduanya menggelar pernikahan dengan restu kerabat dan sahabat mereka.

Untuk menikahi San, pria itu menghabiskan lebih dari Rp 100 ribu yuan (lebih dari Rp 200 juta), termasuk mahar sebesar Rp 60 ribu yuan (lebih dari Rp 120 juta).

Namun, tak disangka setelah menikah, wajah asli San terungkap..

San bukanlah wanita yang lemah lembut seperti yang biasa ia temui selama masa pendekatan.

San aslinya suka  bersumpah sepanjang hari, bahkan mengucapkan kata-kata yang tak menghormati ibu mertuanya.

Sebagai seorang anak yang berbakti, Tieu tentu saja tak tahan dengan hal ini, maka ia secara blak-blakan menuntut cerai San, bahkan mengangkat tangan untuk memukul istrinya yang dinilai sudah keterlaluan.

San yang ketakutan pun segera lari dari rumah.

Namun yang lebih mengejutkan adalah  Tieu ternyata bukanlah suami kedua dari San melainkan suami ke-9.

Setelah itu, saudara perempuan Tieu menemukan panggilan cerai saudara iparnya, dan menemukan bahwa jarak sejak ia bercerai dari suaminya yang ke-8 dan waktu ia menikah dengan Tieu hanya terpaut sebulan.

Mengenai hal ini, kedua orang tua San mengatakan tak tahu dan menolak untuk mencari tahu.

Sadar bahwa dia ditipu, Tieu menangis tersedu-sedu, ia menyesal telah menikah dengan tergesa-gesa dan kurang teliti.

Kini ia hanya bertujuan untuk menceraikan istrinya, memaksanya untuk mengembalikan mahar yang telah diberikannya.

Mula-mula San menolak menerimanya dan hanya membayar setengah dari mahar.

Namun, Tieu tak setuju, ia bersikeras meminta jumlah penuh dari mahar dan mengancam jika dia tak memberikannya, ia akan menggunakan jalur hukum dan San pada akhirnya harus membayar lebih.

Pada titik ini, San akhirnya setuju untuk mengembalikan seluruh mahar kepada suaminya dan menceraikannya.

(cr32/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved