Demokrat Ogah Terima Anak Gusdur Jadi Cawapres Anies : Gak Cocok, Dia Rezim Jokowi

Partai Demokrat tegas menolak Putri Presiden ke-4 Gus Dur, Yenny Wahid jadi cawapres Anies Baswedan. Demokrat merasa gak cocok dengan anak Gusdur

Tayang:
KOLASE/TRIBUN MEDAN
Sosok Yenny Wahid tengah menarik perhatian publik karena disebut sebagai kandidat paling cocok menjadi cawapres Anies Baswedan. 

“Apalagi dia tokoh “status quo” atau bagian dari rezim ini. Baik dia bagian inti atau pinggiran rezim ini,” bebernya.

Pun Jansen menuding bahwa Presiden Jokowi dan para pendukungnya juga tidak akan menggeser dukungan apabila Yenny Wahid masuk menjadi Cawapres Anies Baswedan.

Alasannya karena selama ini Yenny Wahid dianggap ikut menikmati rezim Jokowi namun tiba-tiba bergeser dan mengkritik Jokowi.

“Jadi ini sebenarnya untuk kebaikan bersama. Biarlah teman-teman yang selama berada dan ikut di rezim ini: mendukung lanjutkan, kami yang di luar mengusung perubahan. Biar nanti rakyat yang menentukan di pemilu siapa yang menang dan mendapat dukungan terbanyak,” kata Jansen.

Diketahui nama Yenny Wahid semakin kuat diusung sebagai Cawapres Anies Baswedan. Putri Presiden ke-4 Gus Dur itupun tidak menampik apabila suatu saat ditunjuk menjadi Cawapres Anies Baswedan.

Baca juga: Komentar Pedas Demokrat Ogah Yenny Wahid Jadi Cawapres Anies: Gak Cocok, Yenny Wahid Rezim Jokowi

Baca juga: SURYA PALOH Digadang-gadang Jadi Cawapres Anies, NasDem Beri Bantahan Menohok : Halu!

Yenny Wahid Buka Suara

Sebelumnya diberitakan, Yenny Wahid buka suara usai namanya mencuat menjadi cawapres Anies Baswedan.

Nama putri Presiden ke-4 Indonesia Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid dikabarkan menguat menjadi cawapres yang menjadi pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Menanggapi hal itu Yenny Wahid buka suara.

Respons Yenny Wahid Menanggapi isu ini, Yenny Wahid pun enggan berkomentar lebih jauh.

Menurutnya, ia juga belum memutuskan ke mana arah dukungannya akan berlabuh pada Pemilu 2024.

"Saya belum mau menjawab, saya komunikasi dengan semua tokoh-tokoh partai, tokoh-tokoh politik," kata Yenny, dikutip dari tayangan Kompas TV, Selasa (11/7/2023).

"Saya komunikasi dengan semua dan kami belum memutuskan akan mendukung siapa," ucapnya.

Dalam sebuah acara diskusi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Jumat (7/7/2023), Yenny menekankan bahwa semua tindakan politiknya didasarkan pada nilai.

"Karena hanya itu yang saya punya. Saya kan nggak punya apa-apa, yang saya punya cuma satu mungkin dianggap sedikit masih ada reputasi, itu pun karena nebeng bapak nya," jelasnya, dikutip dari Kompas.com.

Sumber: Warta kota
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved