Berita Viral

VIRAL Bom Panci Milik Teroris di Boyolali, Mengerikan Jika Meledak, Berisikan Paku Payung dan Kaca

Viral penampakan bom panci milik teroris di Boyolali. Sejumlah teroris diringkus Densus 88. 

Tayang:
HO
Viral penampakan bom panci milik teroris di Boyolali. Sejumlah teroris diringkus Densus 88.  

TRIBUN-MEDAN.com - Viral penampakan bom panci milik teroris di Boyolali. Sejumlah teroris diringkus Densus 88. 

Pada bom panci itu terlilhat berisi paku payung, besi, dan kaca.

Penemuan bom panci yang dibuat oleh para teroris ini berbahan paku payung, pecahan besi dan serpihan kaca!

Bisa dibayangkan sungguh mengerikan dampaknya jika bom panci tersebut meledak di tengah keramaian.

Bom panci ini diduga memiliki daya ledak tinggi. Jika bom tersebut meledak, maka tubuh yang terkena bisa koyak.

Hal ini dijelaskan Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan.

Brigjen Ahmad mengatakan selain panci juga ada alat elektronik, bahan kimia, dan alat lain yang digunakan untuk merakit bom.

Menurut Ahmad Ramadhan, dalam merakit bom panci ini, terduga teroris ini juga memasukan rangkaian elektronika (switching on/off).

"Ada beragam jenis bahan peledak seperti paku, bongkahan besi, kaca, dan sebagainya. Paku yang digunakan oleh S ini berupa paku payung," jelasnya.

"Untuk peristiwa di Polsek Astana Anyar itu kadarnya merupakan high explosive atau ledakan tingkat tinggi, sehingga korban sekaligus pelaku tubuhnya terurai," tandasnya.

Baca juga: Kasus Penculikan Anak 11 Tahun: Korban Sempat Dibawa Makan Bakso, Pelaku Berhasil Diringkus

Baca juga: KISAH Suyatmi Nenek 116 Tahun Diwisuda S1, Punya Rencana Lanjut Program Kuliah S2

Baca juga: Dafar 5 Nama Cawapres yang Diusulkan Relawan Jokowi ke Prabowo Subianto, Ada Nama Gibran Rakabuming

Ketua Kelompok Teroris di Solo Raya, S, berasal dari Desa Trayu, Kecamatan Banyudono, Boyolali.

Sehari-hari dia bekerja sebagai tukang jahit.

Kades Trayu, Slamet Maryadi mengatakan bahwa S ditangkap pihak kepolisian beberapa hari yang lalu.

"Sebelumnya tidak tahu (kabar ditangkap), tahu dikabari dari pihak kepolisian hari Rabu (2/8/2023). Dikasih tahu kalau di wilayah kami ada tersangka teroris berinisial S," ujar Slamet kepada TribunSolo.com.

Ia yang mendapat kabar tersebut lalu mengecek lokasi rumah kediaman milik S.

S sendiri diketahui sehari-hari bekerja sebagai penjahit, ia tinggal bersama istri dan 3 anak.

"Kalau istrinya ibu rumah tangga, anaknya ada 3. 1 anak dipondokkan," paparnya.

Didapatkan pula informasi dari Slamet, kalau S sendiri belum pernah ikut terlibat kasus kejahatan.

"Belum pernah terlibat kejahatan (S), setahu kami dia di bidang keagamaan agak kental," ucapnya.

Ia menggambarkan sosok S tidak pernah berkomunikasi dengan tetangga, apalagi aktif di kegiatan agama di desa.

"Justru jarang, cuma (tahu) pakaian saja sama celana jegrang. Tapi kalau aktif keagamaan di luar desa kurang tahu," ungkapnya.

Menyikapi adanya kejadian tersebut, Slamet juga memberi pesan ke warga masyarakat agar selalu berhati-hati.

"Apalagi keterkaitan dengan teroris, jangan coba-coba lah. Kita harus dalam bermasyarakat yang baik, sesuai ajaran dan aturan pemerintah yang ada," pungkasnya.

Ketua kelompok teroris di Solo dan sekitarnya berinisial S ditangkap Densus 88.

S masih termasuk dalam jaringan pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Bandung, Agus Muslim.

Di Solo dan sekitarnya, S berperan menjadi ketua kelompok atau disebut amir kelompok kecil.

PPID Densus 88 AT Polri, Kombes Pol Aswin Siregar menjelaskan, S belajar merakit bom sudah lama.

"S ini adalah keturunan atau anak didik dari dedengkot ahli bom dan teror. Kita tahu Dr. Azahari," terangnya.

(*/tribun-medan)

Baca Berita Tribun Medan Lainnya di Google News

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved