Berita Viral

Novel Baswedan Sindir Firl Bahuri, Cuci Tangan Salahkan Penyidik yang OTT Jenderal TNI: Keterlaluan

KPK tengah menjadi sorotan lantaran meminta maaf telah menangkap Kepala Basarnas, Marsekal Madya Henri Alfiandi.

Tayang:
Kolase Kompas
Ketua KPK Firli Bahuri dan Penyidik KPK Novel Baswedan 

TRIBUN-MEDAN.com - KPK tengah menjadi sorotan lantaran meminta maaf telah menangkap Kepala Basarnas, Marsekal Madya Henri Alfiandi

KPK juga mengaku khilaf telah masuk dalam ranah TNI meskipun dalam konteks korupsi.

Sikap pimpinan KPK meminta maaf dan membatalkan status tersangka Henri Alfiandi yang terlibat kasus korupsi pengadaan barang dan jasa membuat Direktur Penyidik Brigjen Asep Guntur pilih mundur. 

Marwah KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri dianggap telah jatuh. 

Mantan Penyidik KPK, Novel Baswedan turut menyoroti sikap pimpinan KPK terkait operasi tangkap tangan (OTT) Kepala Basarnas Marsekal Madya Henri Alfiandi.

Menurutnya keputusan tim penyidik KPK yang menangkap Henri Alfiandi sudah benar.

Dia juga menyayangkan sikap KPK yang meminta maaf dan mengaku khilaf setelah didatangi sejumlah petinggi TNI.

Menurutnya KPK tidak perlu minta maaf karena sudah melakukan tugas dengan benar.

Menurut Novel, pimpinan KPK seharusnya sudah mengetahui bahwa OTT terkait dugaan suap di Basarnas bisa menjerat beberapa anggota TNI yang ditugaskan di lembaga itu.

Namun, kata Novel, justru ada pimpinan KPK yang pergi dan melakukan kegiatan lain, seperti meresmikan gedung badminton saat penetapan tersangka.

KPK telah menyerahkan kasus korupsi Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi ke TNI. KPK mengaku khilaf memproses kasus itu . 
KPK telah menyerahkan kasus korupsi Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi ke TNI. KPK mengaku khilaf memproses kasus itu .  (HO)

"OTT sudah benar, tetapi ketika pimpinan KPK menyalahkan penyelidik itu keterlaluan," kata Novel saat dihubungi Kompas.com, Jumat (28/7/2023).

Adapun pimpinan KPK yang meresmikan gedung badminton saat ada penanganan OTT yakni Ketua KPK Firli Bahuri.

"Melakukan kegiatan yang bukan tugas pimpinan KPK seperti meresmikan gedung, dan bermain badminton," kata Novel.

Ia mengkritik keras sikap pimpinan KPK yang justru menyalahkan penyelidik/penyidik itu.

Menurut dia, setiap kasus yang ditangani lembaga anti-rasuah sudah melalui proses yang detail oleh pimpinan dan pejabat struktural KPK.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved