Fakta Baru Redho Mahasiswa Dimutilasi di Sleman, Ternyata Sedang Penelitian soal LGBT

Redho Tri Agustian, korban kasus mutilasi yang terjadi di Sleman, DI Yogyakarta, ternyata sedang melakukan penelitian terkait LGBT.

Tayang:
Kompas.com/Wijaya Kusuma
Redho Tri Agustian, mahasiswa UMY korban mutilasi di Sleman ternyata sedang lakukan penelitian soal LGBT 

Kita kan sedang cari, mendalami toh dia sudah masuk ke berapa informan segala macam.

Karena laptopnya masih di Polda DIY, kita belum tahu," kata dia.

Polisi beberkan informasi lengkap mengenai kasus pembunuhan disertai mutilasi di Sleman, Yogyakarta
Polisi beberkan informasi lengkap mengenai kasus pembunuhan disertai mutilasi di Sleman, Yogyakarta (Kolase Tribunnews.com: Tribunjogja/ Christi Mahatma Wardhani dan KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)

FAKTA Mutilasi Mahasiswa di Sleman, Pelaku dan Korban Tergabung Komunitas: Aktivitasnya Tidak Wajar!

Polisi akhirnya memberikan informasi lengkap mengenai kasus pembunuhan disertai mutilasi di Sleman, Yogyakarta.

Pelaku dan korban ternyata berkenalan lewat media sosial. Mereka tergabung dalam komunitas tak wajar di Facebook.

Ketiganya kemudian melakukan kekerasan satu sama lain namun berlebihan sehingga menyebabkan korban meninggal.

Ya, sejumlah fakta baru dari kasus pembunuhan dan mutilasi dengan korban seorang mahasiswa berinisial RTA (20) di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berhasil diungkap kepolisian.

Termasuk informasi terkait hubungan korban dan kedua pelaku, W (29) dan RD (38).

Dir Reskrimum Polda DIY, Kombes Pol FX Endriadi menyebut, korban dan kedua pelaku mengenal satu sama lain.

Polisi beberkan informasi lengkap mengenai kasus pembunuhan disertai mutilasi di Sleman, Yogyakarta
Polisi beberkan informasi lengkap mengenai kasus pembunuhan disertai mutilasi di Sleman, Yogyakarta (Kolase Tribunnews.com: Tribunjogja/ Christi Mahatma Wardhani dan KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)

"Dari pendalaman terhadap para pelaku, terdapat fakta-fakta antara korban dengan terduga pelaku dua orang ini saling kenal," katanya, dikutip dari Kanal YouTube Polda D.I. Yogyakarta, Rabu (19/7/2023).

Endriadi lebih jauh menjelaskan hubungan korban dengan kedua pelaku.

Diketahui, pertemuan ketiganya mulanya dari media sosial.

Kemudian korban dan dua pelaku tergabung dalam sebuah group Facebook.

Berawal dari media sosial, ketiganya lalu memutuskan untuk bertemu.

"Salah satu pelaku (RD) datang ke Jogja atas ajakan pelaku lainnya (W) untuk menemui korban (RTA)," lanjut Endriadi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved