Berita Viral
Dokter Temukan Kejanggalan Atas Kematian Bayi Harimau Cenora, Alshad Ahmad Berujung Dikecam Netizen
Alshad Ahmad dikecam warganet atas kematian bayi harimau bernama Cenora. Pihak dokter hewan juga telah mengeluarkan hasil autopsi mayat Cenora.
TRIBUN-MEDAN.com - Alshad Ahmad dikecam warganet atas kematian bayi harimau bernama Cenora.
Pihak dokter hewan juga telah mengeluarkan hasil autopsi mayat Cenora.
Banyak yang mempertanyakan apa penyebab bayi harimau itu meregang nyawa.
Seperti diketahui, Alshad Ahmad memang penangkaran yang berisi beberapa jenis satwa liar.
Untuk menjawab rasa penasaran publik, Alshad pun akhirnya melakukan siaran langsung di Instagram-nya.
Ia buka suara terkait penyebab kematian Cenora.
Alshad mengatakan bahwa ada yang tak beres di paru-paru Cenora.
Namun, hasil pemeriksaan dokter, kondisi paru-paru Cenora dinyatakan bersih.
"Kemarin diperiksa paru-parunya itu bersih guys, nggak ada cairan nggak ada makanan. Jadi dipastikan dia nggak tersedak ya," ujar Alshad saat live Instagram, Selasa (25/7).
Alshad menuturkan bahwa kemungkinan penyebab kematian Cenora ada dua hal, yakni terserang bakteri dan virus atau kelainan pada paru-parunya.
Namun jika dilihat dari gejala sakit Cenora sebelum mati, Alshad menduga penyebabnya adalah kelainan, bukannya terserang bakteri atau virus.
"Ini kemungkinan memang ada kelainan sama paru-parunya. Susah guys kalau udah kelainan karena awalnya itu nggak kedetksi, tiba-tiba drop aja," tuturnya.
Sebelumnya, Cenora sempat menjalani pemeriksaan x-ray.
Dan tidak ditemukan kelainan atau kondisi buruk lain pada struktur tulangnya.
Dalam unggahannya di Instagram Story pada Rabu (26/7), Alshad mengungkapkan bahwa Cenora dinyatakan negatif dari virus FPV (feline panleukopenia) dan CPV (canine parvo virus).
"Alhamdulillah bukan karena virus dua di atas. Gue takut banget kalo virus nyebar ke harimau lain," tulis Alshad di unggahannya.
"Bukan karena stress juga, karena tidak ada gejala atau perilaku Cenora stress. Tapi tetap kita nanti keluarkan official statement-nya setelah semua pemeriksaan selesai. Untuk hasil lainnya masih menunggu hasil dari lab." sambungnya.
Namun untuk penyebab kematian Cenora lebih jelasnya lagi, Alshad dan tim memang harus menunggu hasil lab terlebih dahulu.
"Yang dari lab gue masih nunggu, katanya bisa sampai sebulan, karena kan itu ngecek organ Cenora ya. Banyak organ yang dicek di sana. Katanya bisa sampai sebulan, lama banget," beber Alshad.
Disisi lain, Banyak netizen menduga kematian Cenora disebabkan oleh Alshad yang terlalu sering mengajak anak harimaunya membuat konten.
Sepupu Raffi Ahmad itu mengaku akan sangat merasa bersalah apabila dugaan netizen benar.
"Dan gue harap perkiraan kalian itu salah ya. Semoga salah. Karena itu, kalau terjadi karena yang kalian kira itu sangat-sangat buruk bagi gue. Karena gue ngerasa bersalah banget. Gue harap itu salah, bukan di situ akibatnya. Jadi doain aja yang terbaik guys," ujar Alshad.
Baca juga: Baru 2 Minggu Menjabat, Kapolres Karo Berhasil Bongkar Ladang Ratusan Batang Ganja di Hutan Tahura
Baca juga: Plt Bupati Langkat Buka Pelatihan Pengelolaan Program dan Penyuluh Pemberdayaan Keluarga
Terungkap Sudah 7 Harimau Mati
Alshad rupanya makin dihujat kala memberikan jawaban mengejutkan soal jumlah harimau yang mati dibawah pengawasannya.
Alshad Ahmad mengaku jika harimau yang mati dibawah pengawasannya, sebanyak 7 ekor.
Semua harimau yang mati ini merupakan hasil breeding sendiri dari 1 indukan.
Hal itu diungkap Alshad saat seorang musisi dengan akun @tuantigabelas, menanyakan berapa banyak harimau yang mati di bawah pengawasannya.
"Jikalau boleh bertanya, dr awal mulai memelihara harimau, sudah berapa ekor yang mati dibawah pengawasan bro alshad?" tanya akun centang biru Tuan Tigabelas, pada unggahan Instagram Alshad.
Baca juga: Momen Fahmi Pengantin Bogor Minder Ketemu Pacar Teh Nde, Orangnya Ganteng, Pilih Hanya Jadi Teman
Alshad Ahmad pun tanpa basa-basi langsung menjawab bahwa sudah ada 7 ekor harimau yang mati selama ia melakukan breeding atau pemuliabiakkan hewan.
"@tuantigabelas 7, semua hasil breeding sendiri dari 1 Indukan," jawab Alshad Ahmad.
Harimau benggala merupakan salah satu satwa yang paling sering muncul di konten YouTubenya.
Tak sedikit yang mempertanyakan izin Alshad memelihara satwa liar.
Sementara itu, kematian 7 harimau Alshad ini juga menjadi perhatian Kementerian Lingkuhan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE) KLHK Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko menuturkan, yang bersangkutan memang memiliki izin penangkaran.
KLHK pun menerjukan tim guna mengusut kasus kematian tujuh ekor harimau itu.
"Ada izin untuk penangkaran itu. Tim sedang teliti untuk kasus ini. Yang jelas harimau milik Alhsad ini adalah jenis Benggala bukan harimau Sumatera yang dilindungi," ujar Prof Satyawan saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (25/7/2023).
Melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat, KLHK tengah melakukan BAP untuk mengetahui lebih lanjut penyebab kematian.
Pihaknya kini tengah melakukan BAP untuk mengetahui lebih lanjut penyebab kematian harimau.
"Kami akan turunkan tim untuk lakukan BAP. Ini harimau benggala (eksotik/bukan satwa asli Indonesia) sehingga statusnya tidak dilindungi UU," ujar dia.
Dalam kesempatan itu, ia mengatakan, pemerintah terus melakukan sosialisasi agar masyarakat yang telah memiliki satwa liar untuk mengikuti berbagai prosedur yang sudah ditentukan.
Melansir dari berbagai sumber, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018, harimau benggala bukan termasuk satwa liar yang dilindungi di Indonesia.
Hal inilah yang membuat Alshad lebih mudah mendapatkan izin memelihara harimau benggala dibanding harimau sumatra.
(*/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Akui-Sudah-7-Anak-Harimau-Miliknya-Mati-Izin-Alshad-Ahmad-Pelihara-Satwa-Kembali-Dipertanyakan.jpg)