Pilpres 2024
Dukungan Presiden Jokowi Dibocorkan Projo, PDIP Jadwalkan Pertemuan Prabowo-Megawati Soekarnoputri
Terkait dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih condong ke Prabowo Subianto, Puan Maharani menegaskan masih meyakini jika Jokowi lebih mendukung
Ia menjelaskan, Prabowo dan Erick mendampinginya karena mereka akan meninjau PT Pindad yang ada di Kabupaten Malang. "Ini kita mau ke Pindad. Ke Kabupaten Malang, ini mau ke Pindad," kata Presiden Jokowi.
Jokowi mengatakan PT Pindad yang membuat peralatan pertahanan, berada di bawah naungan Kementerian Pertahanan dan Kementerian BUMN. Oleh sebab itu, ia membawa keduanya dalam kunker yang dilakukan pada hari ini. "Pindad itu berada di bawah Pak Menteri BUMN Erick Thohir dan di bawah Pak Menteri Pertahanan, Pak Prabowo," jelasnya.
Sebelumnya, Erick Thohir menyatakan akan tegak lurus dengan arahan Presiden Jokowi ketika ditanya terkait kesediaannya jika diminta menjadi bakal cawapres pada Pilpres 2024.
"Saya sudah bilang, saya tegak lurus sama Bapak Presiden. Siap di dalam pemerintah, siap di luar pemerintah," kata Erick yang juga menjabat sebagai ketua umum PSSI di Jakarta, Rabu (19/7/2023), seperti dikutip dari Tribunnews.com.
Menurut Erick, akan ada proses yang dilakukan sebelum dia menyetujui bila ada ajakan dari salah satu bakal capres. "Satu, apakah proses daripada koalisi terjadi? Kedua, kecocokan antara capres dan cawapres," kata Erick.
Elektabilitas Prabowo Subianto Terus Menguat
Sementara, Indikator Politik Indonesia (IPI) menyebut elektabilitas bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto terus menguat sejak Juni 2023 karena 51,6 persen pendukungnya di 2019 kembali memberikan suara mereka.
Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi menyebut dukungan ke Prabowo ini membuat suara bakal capres Anies Baswedan tertekan.
Temuan ini didapatkan Indikator Politik dalam survei yang digelar pada 20-24 Juni secara tatap muka. “Jadi pemilih Pak Prabowo yang balik lagi ke Pak Prabowo terakhir sudah mencapai 51,6 persen,” ujar Burhan yang dikutip Tribun-Medan.com dari siaran persnya yang tayang di YouTube Indikator Politik, Minggu (23/7/2023).
Menurut Burhan, pada Desember 2022, pendukung Prabowo-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 yang masih memberikan suara mereka kepada Ketua Umum Gerindra itu hanya 31,6 persen.
Angka itu bahkan turun menjadi 30,4 persen pada Februari 2023. Sementara, sejumlah basis suara Prabowo-Sandi mengalihkan dukungan mereka kepada Anies Baswedan dengan rincian 41,5 persen pada Desember 2022 dan 41,2 persen pada 2023.
Namun, basis suara Prabowo-Sandi menguat pada April 2023 dengan angka 39,2 persen sementara Anies merosot ke 36 persen.
Kemudian, pada Juni 2023, dukungan itu mengalir banyak ke Prabowo hingga angka 51,6 persen dan Anies hanya 41 persen.
Selain Prabowo dan Anies, sebagian suara Prabowo-Sandi pada Pilpres juga mengalir ke Ganjar dengan angka 5,9 persen pada Juni.
Selanjutnya, basis suara pendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada 2019 yang mengalir ke Prabowo juga menjadi penyebab elektabilitas Menteri Pertahanan itu menguat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/baliho-jokowi-prabowo-di-pinggir-jalan.jpg)