Danau Toba

INTIP Fasilitas Menarik di Kapal Pinisi Kenzo Danau Toba, Akan Layani Wisatawan Mulai Agustus

Pinisi wisata miliknya menawarkan paket wisata berkeliling Danau Toba serta bermalam di atas kapal.

Tayang:
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
HO
Kapal Pinisi Kenzo Danau Toba direncanakan akan mulai beroperasi dan melayani wisatawan di Bulan Agustus mendatang. 

TRIBUN-MEDAN.com, DANAUTOBA- Kapal Pinisi Kenzo Danau Toba direncanakan akan mulai beroperasi dan melayani wisatawan di Bulan Agustus mendatang.

Pemilik Pinisi Kenzo, Anthony sitorus, menjelaskan kapal pinisi tersebut akan beroperasi pada Agustus 2023.

Pinisi wisata miliknya menawarkan paket wisata berkeliling ke tempat wisata di Danau Toba serta bermalam di atas kapal.

“Pinisi ini bisa menampung 11 wisatawan,” ujar Anthony.

Anthony menjelaskan, ada paket full day dari pagi sampai sore mengelilingi Danau Toba, dapat makan siang dan snack dengan harga Rp20 juta.

Sedangkan, untuk paket 2 hari 1 malam harganya Rp 35 juta, sudah termasuk sarapan, makan siang, makan malam, dan aktivitas yang menunjang di pinisi.

Kapal Pinisi Kenzo memiliki fasilitas yang cukup menarik dan lengkap diantaranya empat kamar tidur dengan toilet di dalamnya.

Kapal Pinisi Kenzo memiliki fasilitas yang cukup menarik
Kapal Pinisi Kenzo memiliki fasilitas yang cukup menarik dan lengkap diantaranya empat kamar tidur dengan toilet di dalamnya.

Kemudian ada dua toilet di luar kamar.

Toilet di Kapal Pinisi Kenzo Danau Toba
Toilet di Kapal Pinisi Kenzo Danau Toba

Ada ruang tamu untuk bersantai yang dilengkapi dengan televisi di Kapal Pinisi Kenzo Danau Toba.

Ada ruang tamu untuk bersantai yang dilengkapi dengan televisi di Kapal Pinisi Kenzo Danau Toba.
Ada ruang tamu untuk bersantai yang dilengkapi dengan televisi di Kapal Pinisi Kenzo Danau Toba.

Selain itu juga ada bar yang bisa digunakan wisatawan untuk bersantai, nyantap makanan dan minuman sembari menikmati keindahan Danau Toba.

Pinisi Kenzo memiliki fasilitas diantaranya empat kamar tidur dengan toilet di dalamnya, dua toilet di luar kamar, dan juga bar.
Pinisi Kenzo memiliki fasilitas diantaranya empat kamar tidur dengan toilet di dalamnya, dua toilet di luar kamar, dan juga bar. (HO)

Ada juga aktivitas penunjang pinisi seperti canoeing, paddling, juga menembak ikan.

Rute Kapal Pinisi Kenzo

Kapal pinisi ini dirakit oleh arsitektur dari Sulawesi. Bahan dasar kapal pinisi yakni Kayu Ingul, kayu endemik Danau Toba.

Kehadiran kapal pinisi di Danau Toba menjadi daya tarik baru untuk menikmati panorama Caldera Danau Toba.

Kapal ini memiliki 4 unit kabin kamar setara Kamar Hotel Bintang lima, dan akan dapat digunakan menginap di atas Danau Toba.

Sementara untuk publish rate cabin atau kamar dalam kapal pinisi ini akan diperuntukkan untuk publik dan dalam waktu dekat.

Dikutip dari Media RadioDel, perwakilan Adhya Group, Petrus Loo, mengatakan keberadaan kapal pinisi ini akan menjadi landmark dan daya tarik bagi pariwisata di Danau Toba.

Kapal Pinisi Kenzo yang pertama kali menampakkan diri di Danau Toba, Rabu (19/7/2023) malam di Parapat, Kabupaten Simalungun.
Kapal Pinisi Kenzo yang pertama kali menampakkan diri di Danau Toba, Rabu (19/7/2023) malam di Parapat, Kabupaten Simalungun. (HO)

Para wisatawan bisa merasakan sensasi berlayar dengan kapal pinisi di perairan yang tidak berombak.

Tidak ketinggalan dengan suguhan panorama Danau Toba yang keindahannya tiada tara.

Kapal pinisi di Danau Toba mempunyai ukuran panjang 42 meter dan lebar 8 meter.

Kata Petrus, pengerjaan kapal tersebut mencapai kurun waktu tiga tahun dan kini statusnya sudah tahap penurunan di Danau Toba.

Dari segi fasilitas, kapal pinisi pertama di Danau Toba ini memiliki fasilitas bintang lima.

Mulai dari ship size 42x 7 meter, 1 restaurant & lounge, paddle board, 1 rooftop bar, chiller, entertainment, coffee maker, phinisi moksha pradana, dan 8 room (2 master bedroom, 4 deluxe room, 2 superior room).

Bahkan, untuk tim dan crew kapal yang bertugas adalah orang-orang bugis asli. Jadi menurut Petrus, pihaknya akan membuat kolaborasi dua budaya yaitu budaya bugis dan budaya adat Batak.

“Sebagaimana kita tahu bahwa kapal pinisi adalah salah satu produk yang berasal dari bugis. Dimana kami ingin mengkolaborasikan 2 budaya yaitu budaya bugis dan budaya adat Batak,” pungkasnya.

Petrus Loo menargetkan wisatawan lokal hingga mancanegara tertarik mencoba kapal ini.

“Pinisi ini adalah sesuatu hal yang baru di Danau Toba dan ini berbeda halnya dengan di Labuan Bajo atau di Sorong Papua. Tapi untuk harga, pinisi sudah dibuatkan standarnya dan sudah ada konsorsiumnya. Harapannya ini bisa berlaku juga di Danau Toba,” jelasnya.

Dengan Pinisi ini, wisatawan bisa mengunjungi 11 tempat wisata di Danau Toba.

Mulai dari Parapat, Pantai Agadon, Pantai Sigapiton, Air Terjun Situmurun, Balige, Pondok Berata Dapdap, Pakkodian, Desa Meat, Bakara, Bukit Holbung, Si Bea bea.

“Sebelas lokasi itu bisa kita kelilingi dengan estimasi trip selama 3 hari 2 malam,” terangnya.

Petrus sangat berharap kapal pinisi ini bisa beroperasi dengan maksimal.

Ia membeberkan kalau proses pengadaan kapal ini tidak mudah.

Kendala terbesarnya adalah pencarian untuk lokasi membangun kapal. Belum lagi pencarian bahan baku kayu yang sudah tersertifikasi dan memang lulus uji test ketahanan di air danau.

“Akan tetapi semua hal tersebut sudah kami lewati dan kami cukup senang dengan proses pembangunan pinisi sampai saat ini,” tuturnya.

Jika tidak ada aral melintang, kapal pinisi akan siap berlayar pada akhir tahun 2023. 

Kunjungan Sandiaga Uno

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekrat/Kabaparekrat) Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi hadirnya Pinisi Kenzo sebagai pinisi wisata pertama di Danau Toba, Sumatra Utara.

"Jadi ini (pinisi) pertama yang akan beroperasi di kawasan wisata Danau Toba. Dan ini adalah fasilitas yang mudah kita temui seperti live on board di beberapa destinasi lain,” kata Menparekraf Sandiaga saat meninjau Ruang Terbuka Publik, di Pantai Parapat, Rabu (19/07/2023).

Menparekraf berharap pinisi tersebut bisa memberikan rasa aman dan kenyamanan wisatawan saat mengelilingi Danau Toba.

"Saya harapkan Pinisi ini walaupun dibangun dengan penuh kearifan lokal karena ada gorga (seni ukir/pahat batak Toba) dan juga beberapa ornamen yang melambangkan delapan kabupaten kota, namun juga kita pastikan keselamatannya menjadi utama diprioritaskan safety dan kenyamanan buat wisatawan,” kata Menparekraf.

Hadirnya pinisi di Danau Toba yang dikelola secara profesional juga diharapkan dapat mendukung target capaian kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 8,5 juta dapat tercapai.

Sandiaga Uno saat mengunjungi Kapal Pinisi Kenzo. Kapal ini akan memanjakan para pengunjung ke Danau Toba dengan berkeliling Danau Toba sambil nikmati fasilitas mewah.
Sandiaga Uno saat mengunjungi Kapal Pinisi Kenzo. Kapal ini akan memanjakan para pengunjung ke Danau Toba dengan berkeliling Danau Toba sambil nikmati fasilitas mewah. (HO)

“Saya membayangkan nanti Pinisi Kenzo ini juga akan membuka paket bermalam yang bisa ditawarkan kepada wisatawan. Dan ini akan membuka peluang usaha dan lapangan kerja khususnya di sektor pariwisata. Ini juga menambah alternatif transportasi ke Samosir juga beberapa pelabuhan yang dibangun oleh pemerintah,” kata Menparekraf.

Turut mendampingi Menparekraf dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, Jimmy Bernando.

(Cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved