TRAGISNYA Efek Utang Pinjaman, Ibu Habisi Nyawa Bayi, Lalu Gantung Diri Pakai Kain Gendongan
Tragis nasib balita berinisial AQ (3) dan ibunya, M (32), warga Desa Donowarih, Kecamatan
"Indikasi kami akibat jeratan utang 'bank Titil'. Sebab, 'bank Titil' kerap nagih ke rumahnya sambil marah-marah. Kemarin itu masih nagih," jelas Toyyib.
Setahu Toyyib, korban memang sempat mengajukan utang uang ke salah satu 'bank Titil' senilai Rp 1,5 juta, namun pihak 'bank Titil' hanya menyetujui nominal pinjaman sebesar Rp 1,1 juta.
Sedangkan korban harus menyicil pinjamannya sebanyak 10 kali, dengan satu kali angsuran Rp 180.000.
"Jadi Rp 1,5 juta itu tidak utuh. Lalu bunganya tinggi. Sekali cicil senilai Rp 180 ribu dengan tenor 10 kali cicilan," pungkasnya.
Kontak bantuan
Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.
Baca juga: Tuntut Mahfud MD 5 Triliun, Bareskrim Polri Sebut Panji Diduga Lakukan TPPU hingga Korupsi Dana BOS
Anda untuk meringankan keresahan yang ada. Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling,
Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini: https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/
(*/Tribun-Medan.com)
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-mayat-mutilasi-tribunmedan.jpg)