ISI SURAT Permintaan Maaf Nena - Valen Usai Dikecam karena Heboh Pernikahan Mewah Anjing Jojo - Luna

Pernikahan anjing mewah yang kental nuansa Jawa di PIK, Jakarta. Setelah heboh dan menuai kecaman, pemilik anjing  menyampaikan permintaan maaf.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Salomo Tarigan
HO
Viral pernikahan anjing bernama Jojo dan Luna yang memakai adat Jawa lengkap. Penyelenggara dan Pemilik anjing akhirnya minta maaf 

TRIBUN-MEDAN.com - Publik dibikin heboh dengan viralnya pernikahan pasangan anjing di media sosial.

Pernikahan anjing yang digelar mewah mengusung ada Jawa di PIK, Jakarta.

Setelah heboh dan menuai kecaman, pemilik anjing  menyampaikan permintan maaf.

Pemilik sekaligus penyelenggaran Indira Ratnasari atau yang lebih dikenal dengan Nena Ghoib muncul dipublik dan meminta maaf.


Sebelumnya, pernikahan sepasang anjing Luna dan Jojo itu disasar sejumlah pihak.

Baca juga: Respons Erick Thohir Digadang Jadi Cawapres dan Jawaban Prabowo yang tak Disangka


The Royal Wedding Jojo dan Luna disebut menghina dan tidak menghargai kebudayaan Jawa.

Kabarnya pernikahan anjing yang disebut-sebut menghabiskan dana sebesar Rp 200.000.000.   

Viral pernikahan anjing bernama Jojo dan Luna yang memakai adat Jawa lengkap. Warganet minta pemilik diusut
Viral pernikahan anjing bernama Jojo dan Luna yang memakai adat Jawa lengkap. Warganet minta pemilik diusut (HO)

Melalui surat permohonan maaf, keduanya mengaku tak berniat melecehkan budaya Indonesia.

Namun kehebohan ini dianggap sebagai momen untuk keduanya bisa kembali belajar mengenai kebudayaan Indonesia. 

Berikut surat permintaan maaf Nena dan Valen:

"Pertama-tama perkenalkan saya nena dan valen selaku penyelenggara acara dan mewakili seluruh pihak yang terlibat dengan ini kami menyatakan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi dimasyarakat dengan terselenggaranya acara jojo & Luna.

Kami sangat menyesal dan memohon maaf sebesar-besarnya kepada para pegiat budaya jawa dan seluruh masyarakat Indonesia yang kurang berkenan dan tersakiti dengan acara ini.

Sedikit pun tidak ada niatan bagi kami untuk melecehkan atau tidak menghargai budaya Indonesia terutama budaya Jawa

Kami sangat berterima kasih juga karena telah diingatkan kembali untuk lebih memahami budaya tersebut

Kami berjanji untuk kedepannya tidak akan mengulangi lagi dan akan menjadi pembelajaran kami kedepankan, kami juga mohon maaf sebesar-besarnya keuskupan Agung Jakarta dan seluruh dan seluruh umat Katolik untuk berita pemberkatan hewan peliharaan yang disalahartikan oleh masyarakat sebenarnya yang terjadi hanyalah pet blessing/pemberkatan hewan yang seperti biasa dilakukan oleh gereja ditanggal 4 Oktober untuk memperingati St Fransiskus Asisi"

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved