Pelaku Hipnotis
WASPADA! Pelaku Hipnotis Berkeliaran di Tanjung Mulia, Pasutri Kehilangan Perhiasan Emas
Pelaku hipnotis berkeliaran di Tanjung Mulia Hilir. Pelaku yang beraksi seorang diri menggasak dua cincin emas
Penulis: M.Andimaz Kahfi | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM - Bagi Anda yang tinggal di Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan harap berhati-hati.
Saat ini, pelaku hipnotis berkeliaran mencari mangsa, dan menjadikan para lansia (lanjut usia) sebagai targetnya.
Pada Senin (17/7/2023) kemarin, pasangan suami istri M Saleh (73) dan Diah Herawati (72) menjadi korban.
Ketika tengah beristirahat di rumahnya Jalan Kawat II Gang Tanjung No 107, Lk 14, pelaku hipnotis datang seorang diri mengendarai motor Honda Vario.
Pelaku terlihat datang dari arah Gang Tanjung, Jalan Kawat I.
Baca juga: WNA Pelaku Hipnotis Pemilik Warung di Jakpus Diamankan Polisi, Ngaku Baru Sekali Beraksi
Kemudian, pelaku berhenti di depan rumah korban.
Selanjutnya, pelaku dengan yakinnya membuka pintu pagar warna merah maron di rumah korban, kemudian menyapa Saleh yang tengah duduk di teras rumah.
"Pelaku ini sempat menyapa saya. Dia tanya, 'apa kabar kek'," kata Saleh menirukan ucapan pelaku, Selasa (18/7/2023).
Lalu, Saleh menjawab bahwa dirinya baik-baik saja.
Tak lama berselang, pelaku bertanya ada berapa orang anak dari M Saleh.
Saleh sempat menjelaskan, bahwa anaknya ada tiga orang.
Baca juga: Komplotan Perampok Bersenjata Tajam Bawa Kabur Uang Rp 30 Juta dari Kantor PNM Mekaar
Dua orang berada di Batam daerah Sekupang, dan satunya lagi di Medan tengah bekerja.
Setelah ngalur ngidul bertanya mengenai keluarga korban, pelaku lantas menawarkan agar korban menggunakan jasa asisten rumah tangga.
Kemudian, pelaku pun mulai menyodorkan diri untuk memijat korban Saleh.
Korban lalu dipijat pada bagian punggung sekitar tiga menit.
Pelaku bahkan sempat bergaya seperti pemijat profesional dengan menyebut, bahwa korban sering pening.
"Kakek sering pening ya," tanya pelaku pada Saleh.
"Enggak ah," jawab korban Saleh.
Baca juga: Seorang Wanita Jadi Korban Hipnotis Orang Tak Dikenal, Uang Puluhan Juta dan Barang Berharga Raib
Tak lama kemudian, saat memijit korban, pelaku seperti komat-kamit membaca mantra sambil menepuk pundak sebelah kiri korban Saleh.
Disaat itulah, korban Saleh langsung terhipnotis dan mulai mendengarkan semua perintah yang diberikan oleh pelaku.
Usai memijat korban Saleh, pelaku bertanya di mana keberadaan istri korban.
"Mana nenek," kata pelaku.
"Dia lagi sakit di kamar, dengkulnya kaku kalau salat," jawab Saleh.
Pelaku lalu menyuruh korban untuk memanggil istrinya biar diobati.
"Panggil lah kesini biar diobati," kata pelaku.
Sang istri Diah Herawati yang sedang tidur lalu dibangunkan.
Baca juga: Bikin Malu! Kades Hipnotis dan Curi Uang Rp 4,8 Juta dari Klinik Kecantikan, Kini Ditangkap Polisi
Menurut pengakuan Diah, ia awalnya tidak mau diajak untuk bertemu dengan pelaku hipnotis yang mengaku sebagai teman suaminya.
"Ayok ke depan, ada kawan aku bisa ngobati kaki mu yang sakit," kata Saleh.
"Kawan siapa," jawab Diah.
Tapi, karena suami sudah terhipnotis dan menyebut kenal dengan pelaku, Diah akhirnya mau ke depan menjumpai pelaku hipnotis.
Sesampainya di teras rumah, pelaku bertindak seolah-olah teman akrab sang suami.
"Sini saya pijat nek," kata pelaku.
Pelaku lalu memijat telapak kaki dan lutut Diah yang sedang sakit.
Baca juga: Petugas SPBU Jadi Korban Hipnotis dengan Modus Tukar Duit, Puluhan Juta Raib Dibawa Kabur
Selama lima menit memijat, ia sempat menyarankan agar selanjutnya nanti dipijat pakai minyak kelapa atau minyak zaitun.
Ia bahkan sempat mengatakan, apabila saat memakai cincin sebaik satu di tangan kiri dan kanan, padahal saat itu korban Diah tidak ada memakai cincin sama sekali di jarinya.
Bahkan, pelaku juga menyuruh agar korban Saleh menempelkan tangannya ke dengkul sang istri yang sakit agar segera sembuh.
Disela-sela memijat selama lima menit itulah, pelaku lalu melakukan aksi menepuk pundak sebelah kiri Diah agar terhipnotis.
Setelah suami istri ini terhipnotis, pelaku kemudian memerintahkan kedua korban masuk ke dalam rumah.
Korban Saleh disuruh mengambil dua gelas berisi air putih.
Sedangkan Diah disuruh mengambil cincin emas di dalam kamar.
Setelah kembali ke depan, kedua gelas di taruh secara sejajar.
Kedua cincin emas, satu ada mata berbentuk batu giok berat 3 gram dan satu lagi emas belah rotan berat 2,5 gram dimasukkan ke dalam masing-masing gelas.
Di bawah pengaruh hipnotis, pelaku lalu memerintahkan lagi korban Saleh ke dapur mengambil air dicampur garam untuk dicipratkan ke segala penjuru rumah. Sedangkan Diah diperintahkan pelaku untuk mencuci kaki sebanyak 15 kali.
Disaat keduanya masuk ke dalam melakukan perintah itu, pelaku lalu kabur naik sepeda motor membawa kedua cincin emas tersebut.
Melihat pelaku sudah tidak ada, dan cincin emas tak ada lagi di dalam gelas berisi air putih, Diah panik dan sempat bertanya ke suami.
"Mana cincinku," kata Diah.
Sang suami yang belum sadar, malah sempat menganggap pelaku mungkin hanya ke kedai beli rokok.
"Mungkin ke kedai dia beli rokok," katanya.
Berselang semenit kemudian, Saleh yang sudah sadar dan coba mengejar pelaku yang kabur ke Kawat II belok ke arah kanan.
Tapi gagal, lantaran jejak pelaku sudah tidak terlihat.
Diperkirakan, pelaku beraksi selama 30 menit.
Ciri-ciri Pelaku
Pelaku memiliki ciri-ciri berbadan tegap, berkulit hitam dengan tinggi sekitar 173 cm.
Memakai sendal, logat Jawa, hidung tidak mancung dan wajah bulat.
Pelaku merokok, rambutnya pendek lurus hitam dan pakai topi.
Pelaku pakai baju krem model kemeja tangan pendek.
Diperkirakan korban Saleh dan Diah, menderita kerugian sekitar Rp 5,5 juta akibat aksi hipnotis yang dilakukan pelaku.(mak/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-hipnotis.jpg)