Viral Pria Mendadak Tewas Usai Hewan Kesayangan Disembelih jadi Kurban, Terkuak Fakta Ini

Heboh pria 62 tahun meregang nyawa saksikan hewan kurbannya disembelih. Ternyata sapinya

Tayang:
Editor: Dedy Kurniawan
Instagram
Sholeh seorang pria asal Jember meninggal dunia saat menyaksikan sapinya disembelih. 

TRIBUN-MEDAN.com - Heboh pria 62 tahun meregang nyawa saksikan hewan kurbannya disembelih. Ternyata sapinya dirawat sejak kecil.

Seorang pria benama Sholeh asal Jember meninggal dunia saat menyaksikan sapi yang ia pelihara sejak kecil disembelih.

Detik-detik Sholeh meninggal dunia sempat terekam kamera dan videonya menjadi viral.

Dalam video berdurasi 37 detik tersebut, memperlihatkan pria berusia 62 tahun itu tiba-tiba ambruk di belakang orang-orang yang hendak menyembeli sapi di Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari, Jember.

Detik-detik Sholeh meninggal dunia sempat terekam kamera dan videonya menjadi viral.
Sontak proses penyembelihan hewan kurban tersebut terhenti, para warga pun langsung membopong pria bersarung itu.
Kapolsek Bangsalsari, Iptu Joko Sumargo membenarkan kejadian dalam video tersebut. Menurutnya, warga Dusun Glagasan, Desa Petung tersebut meninggal dunia akibat serangan jantung.

Baca juga: Sosok Pacar Pertama Hotman Paris, Meriam Bellina dan Aspri-asprinya Kalah Cantik?

Baca juga: HUT Bhayangkara KE-77, Kapolres Tapteng Beri Sejunmlah Penghargaan Kepada Masyarakat dan Sekolah

"Berdasarkan keterangan keluarga, pak Sholeh memang punya riwayat penyakit jantung. Setelah kejadian itu, pak Sholeh dibawa ke Rumah Sakit Balung, saat diperjalanan ternyata sudah meninggal dunia," ujar Iptu Joko, Jumat (30/6/2023)

Menurutnya, sapi yang disembelih tersebut, memang sudah dirawat sejak masih kecil oleh koban. Ternak tersebut, sengaja dikorbankan pada Idul Adha tahun ini.

"Kebetulan pak Sholeh ini juga Ketua RT di Dusun Glagasan, dan sudah merawat sapi tersebut sejak kecil. Kemudiaan saat melihat sapinya mau disembelih, tiba-tiba pak Sholeh jatuh," kata Joko.

Baca juga: AC Milan Gerak Lebih Cepat Tanpa Paolo Maldini, Awal Juli Sudah Amankan 2 Pemain Baru

Baca juga: Syukuran Bhayangkara 77, Kapolres Tapteng Beri Potongan Tumpeng Pertama Pada Kompol Horas Gurning 


Setelah kejadian tersebut, kata Joko, jenazah korban dibawa ke rumah keluarganya untuk dimakamkan.

 
"Dan pihak keluarga juga menerima hal itu dengan ikhlas dan lapang dada," urainya.

Dari keterangan keluarga, imbuh Joko, korban memang memiliki riwayat penyakit jantung sejak lama.

Baca juga: Syukuran Bhayangkara 77, Kapolres Tapteng Beri Potongan Tumpeng Pertama Pada Kompol Horas Gurning 

Benarkah Sapi Kurban Menangis sebelum Disembelih? Kerap Dinilai Sedih, Berikut Penjelasan Ilmiahnya

Banyak orang mengira sapi menangis sebelum disembelih lantaran sedih, benarkah tak ingin dikurbankan?

Fenomena sapi meneteskan air mata memang kerap kita temui saat hari raya Idul Adha.

Salah satu momen yang tertangkap kamera dibagikan oleh warganet TikTok ini, Selasa (27/6/2023).

Tampak dalam unggahan video, seekor sapi dalam posisi duduk yang terikat tali tengah mengucurkan air mata.

Gambar lain yang tercantum dalam video juga menampilkan air mata keluar dari indra penglihatan hewan kurban.

Baca juga: Rendy Kjaernett Muncul ke Publik, Tolak Jawab Isu Selingkuh dengan Syahnaz Tapi Minta Maaf ke Istri

Sapi kurban disebut menangis sebelum disembelih.

"29 Juni memperingati hari apa? Coba jelaskan bagaimana perasaan hewan qurbannya," tulis pengunggah.

Menari perhatian warganet, video TikTok ini telah dilihat lebih dari 6,9 juta kali, disukai 498.000 kali, dan dikomentari 15.700 pengguna.

Lantas, apa penyebab sapi kurban menangis saat akan disembelih?

Sapi kurban tidak menangis, tetapi...

Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) Slamet Raharjo menjelaskan, sapi kurban tidak menangis saat akan disembelih pada hari raya Idul Adha.

"Bukan menangis," ujarnya, saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (28/6/2023).

Menurut dia, setiap spesies mamalia termasuk sapi dan hewan kurban lain memiliki kelenjar air mata.

Kelenjar air mata tersebut berfungsi untuk membasahi atau membersihkan mata ketika ada debu maupun benda-benda lain yang menempel di bola mata.

"Air mata diproduksi secara normal setiap hari, sehingga sering terlihat bekas lelehan air mata di sisi tepi mata," ungkapnya.

Saat akan disembelih, lanjut Slamet, sapi kurban akan diposisikan menjadi rebahan atau berbaring miring.

"Posisi ini membuat kelenjar air mata secara spontan mengeluarkan air mata dan menetes atau meleleh keluar dari mata sehingga tampak seperti menangis," tutur Slamet.

Secara psikologis sapi tidak menangis sedih.


Sebelumnya dalam pemberitaan Kompas.com (10/7/2022), Slamet menerangkan bahwa sapi tidak dapat menangis sedih lantaran tahu akan disembelih.

Menurutnya, secara psikologis sapi tidak dapat merasakan sedih. Apabila merasa terancam secara psikologis, hewan ini bukan menangis, tetapi justru menjadi beringas.

Menangis pada hewan yang menggambarkan ekspresi dari kondisi psikologisnya hanya dapat ditemui pada primata, seperti kera, monyet, atau orangutan.

"Beberapa hewan seperti primata dikenal psikologis menangis, tapi pada sapi tidak dikenal psikologis menangis," ujar Slamet.

"Bahkan ketika misal tubuhnya kesakitan pun tidak ada tanda-tanda menangis seperti pada primata," sambungnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved