UEFA Nations League
Pelatih Timnas Spanyol Marah Diejek Botak Oleh Suporter di Stadion Usai Juara UEFA Nations League
Pelatih Timnas Spanyol Sakit Hati Dikatain Botak. Aksi beberapa penonton di stadion yang berterika bikin gerah pelatih tim matador Spanyol itu.
"Ada suasana magis, tapi ini tidak menyenangkan dan tercela. Apa yang akan terjadi jika seseorang berteriak 'hitam, hitam, hitam'?" ujar De la Fuente.
Kesuksesan di UEFA Nations League menandai akhir puasa gelar Spanyol selama 11 tahun.
Kali terakhir mereka naik podium juara adalah pada 2012 dalam ajang EURO.
Sejak menjuarai kompetisi tersebut, Spanyol selalu kandas di kejuaraan selanjutnya.
La Furia Roja secara beruntun gagal menaklukkan tiga edisi Piala Dunia dengan cuma mencapai fase grup (2014) dan babak 16 besar (2018, 2022).
Lalu di Piala Eropa, langkah Spanyol terhenti pada babak 16 besar (2016) dan semifinal (2020).
Secara keseluruhan, timnas Spanyol kini memiliki enam gelar mayor dalam sejarah mereka.
Tim Matador memenangi Piala Dunia (2010), Piala Eropa (1964, 2008, 2012), medali emas Olimpiade (1992), dan UEFA Nations League (2023).
Lalu bagaimana dengan pencapaian De la Fuente?
Termasuk UEFA Nations League, De la Fuente sudah memberikan tiga trofi buat Spanyol dari semua kelompok umur.
Sebelum menukangi Pedri dkk, dia membawa pasukan muda Spanyol menjuarai EURO U-19 2015.
Dia juga mempersembahkan titel EURO U-21 2019.
(*/ Tribun Medan)
Sebagian artikel ini tayang di laman bolasport.com dengan judul: Pelatih Timnas Spanyol Sakit Hati Dikatain Botak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pelatih-timnas-Spanyol-Luis-de-la-Fuente-berbicara-dalam-konferensi-pers.jpg)