SOSOK Panji Gumilang Pimpinan Ponpes Al Zaytun, Dulunya Pedagang Beras Suka Bagi-bagi, Bantuan 5 M

Seperti apa sosok Panji Gumilang Pimpinan Ponpes Al Zaytun yang dituding kontroversial, diduga menyebarkan agama dengan cara sesat?

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
YouTube
Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang 

TRIBUN-MEDAN.com - Seperti apa sosok Panji Gumilang Pimpinan Ponpes Al Zaytun yang dituding kontroversial, diduga menyebarkan agama dengan cara sesat?

Panji Gumilang kini jadi sorotan hingga keluarga pun angkar bicara.

Keluarga Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Abdul Wahib buka suara terkait tudingan sesat yang kini ramai diperbincangkan publik, Sabtu (24/6/2023).

Menurutnya, Panji Gumilang sejak kecil dikenal sebagai pendidik.

Baca juga: Inilah Surat Terbuka Ketua RT kepada Kamaruddin Simanjuntak, Berani Bersumpah atas Nama Tuhan

Baca juga: POTRET Rumah Mewah Panji Gumilang yang Jadi Sorotan, Luas Ribuan Meter Persegi tapi Jarang Ditempati


Mahad Al Zaytun atau Pondok Pesantren Al Zaytun berdiri di Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu.

Lokasinya jauh dari Gresik. Karena tempat Panji Gumilang dilahirkan berada di Desa Sembunganyar, Dukun, Gresik.

"Tanahnya ada di sana (Indramayu), mungkin sunatullah, mungkin beliau mondok di Gontor di sana kan Gantar. Lo kalau Jawa kan Gontor, Sunda Gantar kan sudah anu (berkaitan)," kata adik Panji Gumilang, Abdul Wahib, Sabtu (24/6/2023).

Tanah itu didapat setelah Panji Gumilang menempuh pendidikan di Jakarta.

Awalnya dia memiliki lahan sedikit, kemudian dikembangkan sehingga bisa seperti sekarang ini.

Abdul Wahib beserta keluarga sudah sering ke Mahad Al Zaytun.

Bahkan ada warga Desa Sembunganyar yang menempuh ilmu agama di sana.

 
"Syekh (Panji Gumilang) memiliki jiwa pendidik. Bahkan dengan teman sebayanya di Gresik sudah terlihat jiwa pendidik," katanya lagi.

Baca juga: POTRET Rumah Mewah Panji Gumilang yang Jadi Sorotan, Luas Ribuan Meter Persegi tapi Jarang Ditempati

Pihaknya membantah keras terkait ramainya pemberitaan Panji Gumilang yang disebut mengajarkan ilmu agama menyimpang dan kontroversial.

"Kena fitnah, makanya nanti suatu saat terbuka ketahuan kan dipotong-potong. Tidak benar sama sekali," tambahnya.

Sebelumnya, Pondok Pesantren Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat, menjadi sorotan akibat berbagai aktivitas kontroversial yang dilakukan di pesantren tersebut.

Di antara aktivitas tersebut yakni praktik salat Idul Fitri 1444 hijriah yang dipandang tak lazim.

Ponpes Al Zaytun menganut mazhab Ahmad Soekarno, yang menyatakan Al Quran merupakan karangan Nabi Muhammad.

Baca juga: Sosok Wasit Ini Jadi Buruan Fans Sepak Bola Negeri Jiran Malaysia, Kenapa? Terungkap Ini Penyebabnya

Selanjutnya, ada pula mazhab soal taubat zina dengan membayar uang, mengubah salam dan menyanyikan lagu Yahudi.

Beberapa lain mazhab menyebut Indonesia adalah tanah suci, wanita boleh jadi imam dan khatib salat, serta masjid tempatnya orang frustasi, kikir, dan kecewa.

Alhasil, kehidupan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang ikut menjadi perbincangan.

Suka Bagi-bagi Beras

 Sosok pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang hingga kini masih banyak dibicarakan masyarakat.

Panji Gumilang dinilai sangat kontroversi hingga pesantren yang dipimpinnya pun diduga sesat.

Namun ternyata, baru-baru ini terkuak masa lalu Panji Gumilang.

Siapakah sosok Panji Gumilang yang sebenarnya?

Keluarga pemimpin pondok pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang menyebut pemberitaan selama ini adalah fitnah.

"Banyak fitnah. Banyak video yang dipotong-potong diberitakan tidak benar, disampaikan tidak benar," kata Abdul Wahib adik Panji Gumilang saat ditemui di kediamannya, Sabtu (24/6/2023).

Menurutnya, pemberitaan ajaran menyimpang di pondok pesantren Al Zaytun adalah fitnah. Orang-orang bisa melihat pribadi Panji Gumilang. Tidak seperti yang ramai dibicarakan selama ini.

"Dia sejak kecil seorang pendidik. Pejuang di dunia pendidikan," kata dia.

Diketahui Abdussalam Panji Gumilang asli Gresik.

Tinggal di Dusun Siraman RT 01/RW 01, Desa Sembunganyar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Dia merupakan anak kedua dari empat bersaudara.

Tinggal di rumah berukuran 10×50 meter.

Rumah luas itu terlihat sederhana. Masih didominasi kayu tua persis seperti bangunan saat awal berdiri.

Banyak foto Panji Gumilang bersama para tokoh dipajang di ruang tamu.

Salah satunya dengan mantan Presiden Timor Leste Xanana Gusmao.

Di ruang tamu, terdapat tumpukan beras yang dikemas dalam ukuran 3 kilogram.

Beras tersebut akan dibagikan kepada warga.

Rutin dilakukan setiap tahunnya.

"Idul Adha nanti dibagikan kepada masyarakat sekitar, termasuk dengan daging kurban," ujarnya.

Abdul Wahib menjelaskan, di lingkungan tempat tinggalnya kental dengan lingkungan pondok pesantren.

Abdul Wahib ungkap masa lalu Panji Gumilang di Gresik (Tribunjatim)

Bahkan setelah mengenyam pendidikan di sekolah rakyat, Panji Gumilang pernah masuk pondok pesantren Maskumambang, lalu ke pondok pesantren Gontor.

Kemudian melanjutkan pendidikan di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekarang menjadi UIN Syarif Hidayatullah.

Sebelumnya, Syekh Panji Gumilang memang sempat jadi sorotan usai videonya mengajarkan jemaah bernyanyi lagu Shalom Aleichem viral.

Tak pelak sosok Syekh Panji Gumilang terus menuai cibiran miring seiring dengan kontroversi yang membelitnya.

Lantas apa alasan Syekh Panji Gumilang ajari pengikutnya nyanyi lagu Shalom Aleichem?

Rupanya, Panji Gumilang diduga punya maksud tertentu hingga mengajarkan ratusan ribu jemaahnya bernyanyi lagu Yahudi.

Hal itu dibongkar Pendiri Yayasan Pesantren Indonesia, Imam Supriyanto.

Dalam tayangan di kanal YouTube tvOneNews, Rabu (21/6/2023), Imam Supriyanto mengaku sudah lama mengenal Syekh Panji Gumilang.

Bahkan perkenalan tersebut berlangsung saat Syekh Panji Gumilang masih berprofesi sebagai pedagang beras.

Kenal sejak lama, Imam Supriyanto mengaku tahu betul maksud Syekh Panji Gumilang melakukan nyanyian hingga salam Yahudi di hadapan ribuan pengikut.

Menurut Imam Supriyanto, Syekh Panji Gumilang kini tengah berusaha mengumpulkan pundi-pundi uang dengan merayu seorang investor asal Israel.

"Cari duit aja, orang kalau udah kayak gitu materi aja yang dipikir," ucap Imam Supriyanto.

"Jadi supaya dapat simpati, nyanyi Israel, salam Israel," bebernya, mengutip TribunWow.com.

"Padahal rakyat kita sedang kurang nyaman dengan Israel," imbuh Imam Supriyanto.

Meski kerap sesumbar dengan kemegahannya, kata Imam Supriyanto, kini Ponpes Al Zaytun tengah terbelit utang fantastis.

Karena itulah, menurut dia, Syekh Panji Gumilang memutar otak dengan berupaya merayu investor Israel.

Namun tindakan Syekh Panji Gumilang berbuntut panjang.

Ia kini dituduh menyebarkan agama sesat hingga melakukan pemerasan harta jemaah.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang (tengah berpeci hitam) saat meninggalkan Gedung Sate usai menjalani pertemuan dengan tim investigasi untuk mengonfirmasi dugaan penyimpangan di Ponpes Al-Zaytun, Jumat (23/6/2023).
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang (tengah berpeci hitam) saat meninggalkan Gedung Sate usai menjalani pertemuan dengan tim investigasi untuk mengonfirmasi dugaan penyimpangan di Ponpes Al-Zaytun, Jumat (23/6/2023). (Kompas.com)

"Sekarang kalau yang dilakukan Panji Gumilang ini ada ranah hukumnya baik pidana atau perdata atau politik, itu diambil tindakan," ungkap Imam Supriyanto.

"Harus dilanjutkan dan Panji Gumilang enggak boleh mimpin pesantren lagi," imbuh Imam Supriyanto.

"Karena orang kalau udah umur segitu, kelakuan begitu enggak akan sembuh."

"(Anak didik) akan jadi korban nantinya," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Syekh Panji Gumilang sendiri santai saat didemo jilid dua pada Kamis (22/6/2023), sekitar pukul 09.35 WIB.

Syekh Panji Gumilang mengunjungi barisan depan massa tandingan yang dikerahkannya dan inspeksi perut buncit pendukungnya.

 Syekh Panji Gumilang sempat berinteraksi langsung dan menyapa para partisipan.

Bahkan ia sempat bercanda di tengah situasi unjuk rasa tersebut.

Adapun kerumunan yang dikabarkan berjumlah 20 ribu orang tersebut dihimpun untuk menyambut aksi unjuk rasa 10 ribu orang yang dilaksanakan pada hari itu.

Hal ini diperlihatkan melalui tayangan di kanal YouTube Al-Zaytun Official, Kamis (22/6/2023).

Massa yang berjaga di gerbang utara mendadak membuka barisan dan meneriakkan seruan Asmaul Husna di balik kawat berduri yang menjaga mereka.

Sang Syekh terlihat santai berjalan di antara pengikutnya mengenakan peci dan busana berwarna gelap.

Ia tampaknya melakukan inspeksi untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi para demonstran.

Sesekali, sang Syekh berinteraksi dan bercanda dengan para pengikutnya.

Ia sempat berhenti untuk bercanda, dengan menepuk perut buncit seorang pria kemudian menepuk perutnya sendiri.

"Oke, oke," ucap Syekh Panji Gumilang disambut tawa orang-orang di sekitarnya.

Setiap orang yang dilewatinya juga menyambut dan mengangkat tangan memberikan sikap hormat sembari berteriak, "Merdeka!"

Kembali Panji Gumilang berhenti dan menepuk perut seorang pria bertopi yang langsung tertawa.

"Offside perutnya," celetuk seseorang.

Sang Syekh pun hanya tersenyum sembari melanjutkan perjalanannya.

"Syekh Al Zaytun memeriksa jajaran penyambut demonstran, memeriksa bagian perut untuk mengoreksi supaya langsing," kata perekam video.

"Beliau sangat concern terhadap kesehatan," imbuhnya.

Bantuan 55 Milar dari Pemerintah  

Panji Gumilang Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun mengaku mendapat bantuan dari negara selama 15 tahun.

Hal itu sebagai reaksinya saat MUI mengharamkan Al Zaytun.

Tak main-main total bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah mencapai Rp 55 miliar.

Hal itu diungkapkan oleh Panji Gumilang saat tim investigasi hadir ke Ponpes Al Zaytun.

Dengan blak-blakan ia menyebut bahwa Ponpes Al Zaytun mendapat bantuan dari pemerintah.

Baca juga: Inilah Surat Terbuka Ketua RT kepada Kamaruddin Simanjuntak, Berani Bersumpah atas Nama Tuhan

Baca juga: POTRET Rumah Mewah Panji Gumilang yang Jadi Sorotan, Luas Ribuan Meter Persegi tapi Jarang Ditempati

Sehingga ponpes miliknya ini diakui oleh pemerintah.

Selama 15 tahun, total bantuan yang diberikan mencapai Rp 55 miliar.

Sementara itu, Kementerian Agama sempat membantah terkait adanya dana bantuan yang setiap tahun disalurkan ke Ponpes Al Zaytun.

Meski begitu, Kemenag menegaskan bahwa Ponpes Al Zaytun tetap berhak mendapat dana BOS.

Sebab dana itu berlaku untuk semua siswa yang belajar di madrasah dan memenuhi syarat.

(*/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun-medan.com/ TribunJatim.com

SOSOK Panji Gumilang Pimpinan Ponpes Al Zaytun, Dulunya Pedagang Beras Suka Bagi-bagi, Bantuan 5 M

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved