Film Layar Lebar
Pembuatan Film Layar Lebar Perik Sidua-dua, Kru Telusuri Hulu dan Hilir Gunung Barus.
Kru film Perik Sidua-dua saat ini tengah menelusuri hulu dan hilir Gunung Barus
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Kru dari film layar lebar, Perik Sidua-dua kini tengah menelusuri hulu dan hilir Gunung Barus.
Hal itu disampaikan oleh Produser Film Perik Sidua-dua, Benson Kaban.
Kata Kaban, proses syuting sampai saat ini belum ada menemukan kendala.
"Kami bergerak dari kajian hilir dan hulu Samudera, peta perjalanan para perlanja sira yang memanfaatkan sungai sebagai jalur lintasan naik dan turun," ujar Benson Kaban, Jumat (23/6/2023).
Dalam diskusi perjalanan pembuatan film ini, beberapa pengetahuan dan pengalaman menerobos masuk untuk membuat rute syuting Gelombang Pertama.
Disebutnya, tersisip pengalaman menyelesaikan Produksi Film Pendek Asal Muasal Puteri Hijau yang didukung Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Olah Raga Kabupaten Karo beberapa hari lalu, dengan setting Desa Seberaya yang masuk wilayah Urung Suka Piring.
Dari Kawasan Gunung Barus yang merupakan batas di hulu antara Urung Suka Piring, Urung Sinembah dan Urung Sepuluh Dua Kuta.
"Kami menemukan beberapa titik lokasi shooting; Revan Bukkita di Ujung Sampun, serta Ladang Kentang dan Warung Kopi Koperasi Desa di Desa Bukit. Dua titik lokasi syuting ini masuk ke wilayah Urung Suka Piring. Lalu kami menarik kembali perjalanan Puteri Hijau dari Seberaya, Tiga Belawan, Tongkeh, menyusuri Lau Pirik masuk ke Lau Tani hingga membentuk Kerajaan Haru," jelasnya.
Lau Tani berhulu dari Raja Berneh dan Daulu (Lembah Sibayak), lalu jatuh melalui air terjun si Kulikap dan bergabung dengan Lau Seruai dari Gunung Barus, mengalir ke arah Sibiru-biru terus ke Namorambe dan sampailah di Delitua.
"Di sinilah Puteri Hijau membangun benteng alam Kerajaan Haru. Kami menemukan satu titik lokasi yang masih masuk ke wilayah Urung Suka Piring, yaitu Deli River Omlandia. syuting gelombang pertama film layar lebar Perik Sidua-dua bergerak dari titik ini," tambahnya.
Kemudian, destinasi selanjutnya yaitu Deli River Omlandia yang berada di Pinggir Sungai Deli, dekat dengan situs Benteng Puteri Hijau.
Bangunan di Deli River Omlandia ini bernuansa rumah adat Karo berbahan modern.
Lokasi di sini sangat asri dan nyaman, memposisikan Sungai Deli sebagai halaman depan.
Tidak seperti biasanya, bangunan modern yang melahap bantaran sungai Deli, Deli River Omlandia merawat keharmonisan sungai.
Bicara soal hulu peradaban Kerajaan Haru, Benson mengatakan, dirinya bisa merasakan spirit leluhur mereka dalam membangun infrastruktur sosial, ekonomi dan budaya yang menciptakan kemakmuran bagi seluruh warga.
"Pemerintah Sumatera Utara atau Penguasa Republik ini semestinya melakukan studi banding ke Desa Bukit; mempelajari dan memahami cara membangun yang tidak mengeksploitasi dan merebut hak-hak warga," pungkasnya. (cr26/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/shooting-Perik-Sidua-dua.jpg)