Leher Remaja Putri Disayat Sesama Sebayanya, Digorok Pakai Pisau, Terkuak Gara-gara Cinta Segitiga

Sedih sekali, seorang siswi SMKN 1 Rancah, Ciamis, Jawa Barat berinisal NI menjadi korban penganiaan yang dilakukan oleh sesama remaja

Tayang:
Editor: Dedy Kurniawan
Ho/ Tribun-Medan.com
Gadis Korban Cinta Segitiga 

TRIBUN-MEDAN.com - Tragis nasib seorang siswi SMKN 1 Rancah, Ciamis, Jawa Barat berinisal NI menjadi korban penganiaan yang dilakukan oleh sesama remaja putri berinisial NKD.

Kisah penganiayaan yang menimpa remaja berusia 16 tahun itu seperti sinetron cinta segitiga.

Berawal dari berebut cinta dari seorang pemuda pujaan hati, NKD nekat menyayat leher NI menggunakan pisau dapur.

Sehingga korban, NI, yang merupakan anak bungsu pasangan suami istri pemilik warung di Dusun Mekarjaya Desa Kaso Tambaksari tersebut tergeletak berlumuran darah di sisi jalan kampung di Blok Cibodas Dusun Harjamukti Rt 04 RW 05 Desa Cisontrol Rancah, Senin (19/6/2023).

Lantas, bagaimana kondisi terkini NI?

Baca juga: Daftar Cuti Bersama Idul Adha 2023 bagi ASN, Begini Pengaturan Cuti untuk Karyawan Swasta

Ni korban yang disayat oleh sesama remaja putri dijenguk oleh Wakil Gubernur Jabar
Kini NI dirawat di Klinik Purwa Cisontrol karena luka serius di leher dengan lebar 15-20 cm.

NI juga mendapat 18 jahitan dalam dan 15 jahitan luar di leher.

Insiden nahas itu terjadi saat korban NI akan berangkat ke sekolah.

Pelaku NKD membuntuti korban lalu menghentikan korban dengan alasan berbincang.

Saat berbincang, pelaku langsung duduk di jok motor belakang korban.

Ia berdalih hendak mengambil ulat yang menempel di kerudung korban.

Namun pelaku langsung menyingkap kerudung korban lalu menyayat leher korban dengan pisau dapur.

Baca juga: Ketua BEM UI Melki Sedek Huang Ancam Jokowi : Mau Turun Baik-baik atau Berdarah-darah ?

Beruntung nyawa korban masih tertolong karena teriakan minta tolong korban didengar oleh warga.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak para warga dan guru segera mengantar korban ke klinik kesehatan untuk mendapat perawatan.

Selain itu, siswi lainnya nampak panik melihat kondisi temannya.

Korban kini sudah menjalani perawatan di rumah sakit.

Bahkan pelaku sempat datang ke klinik tempat korban dirawat dan mengeluhkan pusing serta magg.

Baca juga: Terbongkar Chat Syahnaz Pelakor ke Rendy Kjaernett : Aku Udah di Kasur

Kini pelaku sendiri sudah berhadil diamankan.

Pelaku ditangkap pada hari yang sama saat menganiaya Ni.

KBO Reskrim Polres Ciamis Ipda Ateng Budiyono mengatakan, pelaku berinisial K sudah ditangkap sebelum 1×24 jam.

"Kita gerak cepat mengamankan pelaku ke Polres Ciamis, namun dia pingsan dan sekarang masih menjalani perawatan di RSU Al Arif Kabupaten Ciamis," ujar Ateng saat dihubungi.

Selanjutnya, pelaku akan diperiksa sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Nantinya akan kita tindak lanjuti dan diproses sesuai prosedur yang berlaku," ungkapnya.

Menurut Kapolres Ciamis AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro, penganiayaan berat yang menimpa siswi SMKN Rancah tersebut berlatar belakang asmara cinta segitiga.

Pelaku cemburu kepada korban karena diduga mendekati pria yang sedang didekati oleh pelaku juga.

Pelaku dijerat ketentuan pasal 76 C Jo pasal 80 UU No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 100 juta.

Pihak kepolisian masih mendalami informasi bahwa pelaku NKD kini tinggal di sebuah desa di Tambaksari tersebut dalam rangka bekerja atau ikut keluarga atau karena alasan lain.

“Informasi tersebut masih kami dalami,” ujar Kapolres AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro.

Baca juga: FAKTA Hilangnya Kapal Selam Wisata Titanic, Oksigen Tersedia 20 Jam, Sejumlah Miliarder di Dalam


Kondisi Terkini

Anak bungsu dari pasangan suami-istri Anang dan Yayah warga Desa Kaso Tambaksari ini kondisinya semakin membaik.

“Kondisi pasien sudah membaik. Udah mendingan.

Sudah mulai latihan duduk, miring kiri miring kanan.

Tapi gerakannya masih terbatas, belum bisa jalan, dan masih ada rasa perih,” jelas N Fitri, kepala perawat Klinik Purwa kepada Tribun Selasa (20/6/2023).

Semantara asupan makanan masih berupa bubur atau nasi lembek. Sedangkan BAB dan kencing masih menggunakan pempers.

“Tapi secara keseluruhan, kondisi pasien sudah membaik.

Bekas jahitan luka sayat di leher dengan total 37 jahitan sudah mulai bersih.

Sebanyak 19 jahitan dalam dan 18 jahitan luar, tidak ada pendarahan. Tadi siang baru saja ganti perban,” jelasnya.

Pasien atas nama Ni (16) ini menurut Fitri di bawah penanganan dr Dhilla Feroh Kesuma.

Bila kondisi pasien semakin membaik, lanjut Fitri, mungkin saja pasien sudah bisa pulang keesokan harinya. Dia tinggal berobat jalan.

Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, saat menjenguk Ni (16), korban penggorokan di Ciamis, Selasa (20/6/2023).
Dijenguk Wakil Gubernur Jawa Barat

Sekitar pukul 12.00 Selasa (20/6/2023) siang, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum yang akrab dipanggil Pak Uu sempat menjenguk Ni yang sedang dirawat di Klinik Purwa.

“Pak Wagub tadi datang sekitar jam 12.00 WIB siang.

Nggak lama di klinik hanya sekitar setengah jam.

Setelah itu Pak Wagub dan rombongan berangkat lagi,” katanya.

Wagub Jabar yang didampingi Kadisdik Jabar sempat berbincang-bincang dengan pasien dan keluarga yang menunggu.

Mantan Bupati Tasikmalaya itu mendoakan pasien serta menyerahkan bantuan kadedeuh untuk siswi SMKN 1 Rancah tersebut.

(*/ Tribun-Medan.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved