Berita Viral

Soal Mimpi SBY, Panda Nababan: Megawati Pernah Ingin Ketemu, Lalu Titip 5 Pertanyaan 18 Tahun Silam

Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mengaku bermimpi bertemu Presiden ke-8 RI di Stasiun Gambir untuk naik kereta api Gajayana tujuan

Tayang:
Editor: Liska Rahayu
YouTube Najwa Shihab
Panda Nababan 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mengaku bermimpi bertemu Presiden ke-8 RI di Stasiun Gambir untuk naik kereta api Gajayana tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur.  

Mimpi itu pun mengundang spekulasi mengenai siapa sosok presiden penerus Joko Widodo atau Jokowi tersebut.

Ia bercerita mengenai mimpi tersebut di akun Twitter-nya.

Tak pelak, mimpinya tersebut menarik perhatian publik.

Mimpi tersebut diungkap SBY setelah putranya yang menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan putri Megawati yang menjabat Ketua DPR, Puan Maharani. 

Politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Panda Nababan menilai mimpi SBY tersebut tidak terlepas dari peristiwa 18 tahun lalu.  

Menurut Panda, biasanya mimpi timbul dari impresi pikiran di alam bawah sadar yang begitu dihayati sehingga muncul dalam mimpi. 

Panda menjelaskan peristiwa 18 tahun lalu, yakni saat munculnya keretakan komunikasi antara Megawati dan SBY. 

Setahun menjadi Presiden ke-6 RI, SBY mengutus orang untuk membuat waktu bertemu dengan Megawati. Namun, rencana tersebut tidak ada kepastian. 

Sama seperti SBY, Megawati juga menugaskan Panda untuk bertemu dengan SBY. Megawati kemudian menitipkan lima pertanyaan kepada Panda untuk diajukan ke SBY saat bertemu.

Pertanyaan yang dititipkan Megawati itu terkait pencalonan SBY sebagai presiden pada Pemilu 2004, hingga pembentukan Partai Demokrat.

"Mega menugaskan saya waktu itu ke istana menemui SBY dengan lima pertanyaan. Salah satunya, 'tanyakan kepada SBY, apakah pernah dia mengatakan dia ingin menjadi wakil presiden saya'," ujar Panda menirukan pertanyaan titipan Megawati di program Kompas Petang KOMPAS TV, Selasa (20/6/2023).

Politikus Senior Panda Nababan
Politikus Senior Panda Nababan (YouTube Najwa Shihab)

Panda menambahkan, pertanyaan kedua yang diajukan Megawati untuk SBY yakni apakah SBY menggunakan kantor Kemenko Polkam kala itu untuk kegiatan politik membentuk Partai Demokrat.

Pertanyaan ketiga, Megawati meminta Panda untuk bertanya kepada SBY terkait momen Megawati menanyakan kepada para menteri di sidang kabinet yang mencalonkan diri sebagai presiden di Pemilu 2004.

"Sidang kabinet itu ada Hamzah Haz, Yusril (Ihza Mahendra). Waktu itu Megawati tanya siapa yang maju jadi presiden di Pemilu 2004. Hamzah Haz mengatakan 'saya tergantung partai', Yusril tergantung kepada ini. Ketika ditanya SBY, SBY mengatakan, 'saya tidak maju'," tutur Panda. 

Lebih lanjut Panda menjelaskan, kala itu Megawati ingin bertemu jika kelima pertanyaan tersebut dijawab oleh SBY.

Menurut Panda, saat dirinya mengajukan lima pertanyaan yang dititipkan Megawati, SBY tidak menjawab satu pun pertanyaan yang diajukan Megawati. Mega, sambung Panda, hanya mengharapkan keterbukaan SBY.

"Terus terang saja menjadi bom waktu, 18 tahun mereka tidak pernah duduk bersama kongko-kongko atau ngobrol," ujar Panda.

Panda meyakini, kedua tokoh tersebut suatu hari akan bertemu dan duduk bersama. Menurutnya, Megawati bukan sosok pendendam. 

"Permintaan Mega itu kepada SBY, jangan berbohong, terus terang terbuka saja, (kemungkinan bertemu) sangat besar," ujar Panda.

Panda menambahkan, pertanyaan kedua yang diajukan Megawati untuk SBY yakni apakah SBY menggunakan kantor Kemenko Polkam kala itu untuk kegiatan politik membentuk Partai Demokrat.

Pertanyaan ketiga, Megawati meminta Panda untuk bertanya kepada SBY terkait momen Megawati menanyakan kepada para menteri di sidang kabinet yang mencalonkan diri sebagai presiden di Pemilu 2004.

"Sidang kabinet itu ada Hamzah Haz, Yusril (Ihza Mahendra). Waktu itu Megawati tanya siapa yang maju jadi presiden di Pemilu 2004. Hamzah Haz mengatakan 'saya tergantung partai', Yusril tergantung kepada ini. Ketika ditanya SBY, SBY mengatakan, 'saya tidak maju'," tutur Panda. 

Lebih lanjut Panda menjelaskan, kala itu Megawati ingin bertemu jika kelima pertanyaan tersebut dijawab oleh SBY.

Menurut Panda, saat dirinya mengajukan lima pertanyaan yang dititipkan Megawati, SBY tidak menjawab satu pun pertanyaan yang diajukan Megawati

Mega, sambung Panda, hanya mengharapkan keterbukaan SBY.

"Terus terang saja menjadi bom waktu, 18 tahun mereka tidak pernah duduk bersama kongko-kongko atau ngobrol," ujar Panda.

Panda meyakini, kedua tokoh tersebut suatu hari akan bertemu dan duduk bersama. Menurutnya, Megawati bukan sosok pendendam. 

"Permintaan Mega itu kepada SBY, jangan berbohong, terus terang terbuka saja, (kemungkinan bertemu) sangat besar," ujar Panda.

(*/Tribun-Medan.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.TV

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved