Perampokan
Tiga Perampok Terekam CCTV Satroni Salon, Sempat Tarik-tarikan Pintu dengan Korban
Tiga komplotan perampok terekam kamera CCTV saat menyatroni salon di Jalan Mabar, Kecamatan Medan Perjuangan
Tiga Perampok Terekam CCTV Satroni Salon, Sempat Tarik-tarikan Pintu dengan Korban
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Komplotan perampok terekam kamera CCTV masuk ke dalam sebuah salon.
Dari amatan Tribun-medan, awalnya korban membuka pintu gerbang salon dan berjalan menuju arah luar sebelah kiri.
Lalu, tiba - tiba salah satu pelaku yang memakai jaket warna biru langsung menyelonong masuk dari arah kanan.
Tampak, satu pelaku lagi yang memakai jas hujan mencoba mendekati korban.
Seketika korban yang kaget langsung berteiak.
Pelaku yang pakai jaket biru itu yang awalnya berada di dalam langsung keluar, karena mendengar korban berteriak.
Korban pun terlihat sempat melepaskan diri dari pelaku yang memakai jas hujan dan berlari masuk ke dalam tokonya.
Ketika itu, korban mencoba menutup langsung pintunya. Namun, para pelaku menarik pintu besi tersebut.
Aksi tarik-tarikan pun terjadi, dan pelaku berhasil kembali masuk ke dalam dan mendorong korban hingga terjatuh.
Di saat itulah, pelaku yang mengenakan jaket biru terlihat menarik sesuatu dari leher korban.
Korban yang berteriak pun membuat tetangganya ikut keluar dan meneriaki para pelaku.
Para pelaku pun melarikan diri.
Menurut korban Nety, peristiwa mengerikan itu berlangsung di tempat usaha salonnya yang ada di Jalan Mabar, Kecamatan Medan Perjuangan, pada Minggu (21/5/2023) kemarin.
Pagi itu, korban hendak meletakkan sampah ke depan salonnya dan tidak menyadari kehadiran para pelaku.
"Aku mau buang sampah pagi-pagi, subuh jam lima lewat. Biasanya memang jam lima lewat pembantu ku datang, jadi aku tiap buka pintu pembantu masuk, karena hari Minggu dia nggak datang," kata Nety kepada Tribun-medan, Senin (22/5/2023).
Ia mengatakan, saat itu dirinya tidak menyadari pelaku telah mengintainya dari arah samping salonny.
"Aku nggak lihat samping kiri kanan, karena di samping agak gelap, aku mau gantung sampah ke kiri jadi dia (pelaku) masuk," sebutnya.
Nety menjelaskan, waktu itu para pelaku ini tidak sempat menganiaya dirinya. Namun, sempat merampas kalung emas yang dipakai.
Tetapi, karena para pelaku panik kalung emas tersebut terjatuh dan tidak sempat dibawa lari.
"Enggak sempat dianiaya, cuma tarik - tarikan pintu. Kalung rantai emas saja yang diambil, tapi dapat lagi, ada tiga orang pelakunya, nggak ada bawa Sajam," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa para pelaku ini melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor.
Kasus itu pun telah dilaporkannya ke Kepala Lorong atau Keplor.
"Ini Keplor yang ngurus semuanya. Kalau siang aman di sini, aku juga baru dua bulan di sini," pungkasnya.
(Cr11/Tribun-medan.com)