Rekaman CCTV AKBP Buddy Alfrits Towoliu Sebelum Tewas, Ada Panggilan ke HP hingga Tinggalkan Kantor
Sebelumnya Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur ditemukan tewas di dekat perlintasan kereta api kawasan Stasiun KA Jatinegara.
TRIBUN-MEDAN.com - Kepolisian menyelidiki penyebab tewasnya AKBP Buddy Alfrits Towoliu, termasuk dari temuak rekaman CCTV.
Sebelumnya Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur ditemukan tewas di dekat perlintasan kereta api kawasan Stasiun KA Jatinegara.
Polisi mengungkap isi rekaman CCTV sebelum AKBP Buddy Alfrits Towoliu ditemukan tewas.
Rekaman CCTV tersebut memperlihatkan aktivitas AKBP Buddy Alfrits Towoliu sebelum ditemukan tewas tertabrak kereta api.
Rekaman CCTV aktivitas AKBP Buddy Alfrits Towoliu itu terungkap setelah pihak kepolisian telah mengumpulkan beragam bukti dari usai memeriksa total tujuh saksi pendukung kasus tersebut.
"Saksi tersebut merupakan sepupu almarhum, wakil kepala stasiun, masinis, asisten masinis, PKD Stasiun Jatinegara, juga dua personel dari satuan narkoba," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dimas Prasetyo saat Konferensi Pers di Mapolresto, Jakarta Timur, Senin (1/5/2023).
Baca juga: TERUNGKAP 6 Panggilan ke Handphone AKBP Buddy Sebelum Ditemukan Meninggal, Keluarga Curiga Hal Ini
Berdasarkan bukti terkait, kini pihaknya sudah mendapatkan runtutan kronologi secara detail terkait perkara tersebut.
Dijelaskan Dimas, berdasarkan keterangan saksi atas nama Jhonaedi Towoliu selaku sepupu korban, Buddy berangkat kerja ke Polres Metro Jakarta Timur dengan Jhonaedi dari huniannya, dan tiba sekira pukul 05.45 WIB.
Mereka diketahui berangkat menuju Polres Metro Jakarta Timur menggunakan kendaraan roda empat atau mobil yang disiapkan istri Buddy.
"Korban dan saksi langsung masuk ke ruangan Kasat Narkoba, korban langsung sarapan pagi yang sudah disiapkan sang istri, selanjutnya minum obat dari dokter, karena korban pasca operasi batu empedu," ujar Dimas.
Terkait hal itu, pihak Kepolisian telah mendapatkan bukti di ruangan almarhum, ditemukan beberapa obat-obatan, yang diketahui untuk pengobatan pascaoperasi tersebut.
Lanjutnya, korban diketahui sempat berganti pakaian baju kemeja berwarna putih, dan bergegas beristirahat tidur di ruangannya.
Rupanya, korban tidak kunjung tidur, justru membuka baju, dan menggantikan serupa kaos ditambah dengan mengenakan jaket hitam.
"Sekira pukul 09.11 WIB, korban seorang diri turun menggunakan lift dari lantai empat menuju pintu keluar Polres Metro Jakarta Timur berjalan kaki hingga menyebrang jalan raya depan Polres," imbuhnya.
Tidak hanya berdasarkan keterangan saksi, rupanya informasi yang didapat juga berdasarkan rekaman CCTV, yang diketahui selanjutnya, korban nampak melintas terlebih dahulu ke arah Matraman, namun seketika berbalik arah menuju ke Jatinegara.
Memasuki pukul 09.21 WIB, korban nampak melintas di kawasan stasiun Jatinegara, dan hal ini juga terekam kamera CCTV di sekitar lokasi.
Usai itu, berdasarkan keterangan saksi seorang masinis dan asisten masinis Kereta Api Tegal Bahari jurusan Pasar Senen - Tegal, kereta melintas memasuki stasiun dengan kecepatan 27 Km/jam, dan jarak 300 meter.
"Saksi melihat korban sendirian berdiri di bagian dalam pembatas area rel dengan Jalan Raya Bekasi Timur, lalu seketika berjalan ke rel jalur tiga atau tempat TKP, dan selanjutnya tertabrak kereta hingga meninggal dunia sekira pukul 09.31 WIB," pungkasnya.
6 Panggilan Telepon
Kematian AKBP Buddy Alfrits Towoliudi yang tuibuhnya ditemukan di kawasan Stasiun KA Jatinegara mencurigakan.
Apa yang menjadi penyebab kematian Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur tersebut.
Terungkap pula sejumlah telepon pangglan ke handphone korban sebelum meninggal.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Leonardus Simarmata memastikan ada enam panggilan telepon yang tercatat di handphone atau HP milik AKBP Buddy Alfrits Towoliu, sebelum ia ditemukan meninggal dunia.
AKBP Buddy Alfrits Towoliu tewas setelah tertabrak kereta api di perlintasan rel kereta api Jatinegara Km 12 + 400, pada Sabtu (29/4/2023) lalu.
Menurut Leonardus, dari 6 data panggilan atau call log di handphone AKBP Buddy Alfrits Towoliu sesaat sebelum meninggal, diketahui semuanya berasal dari nomor yang dikenal oleh korban.
Baca juga: Curiga Kematian AKBP Buddy terkait Kasus Ditangani, Ada yang Telepon Sebelum Tewas, Ini Kata Polisi
Hal itu didapatkan setelah Tim Puslabfor membuka data panggilan di ponsel milik AKBP Buddy Alfrits guna mengetaui penyebab kematiannya.
"Terkait telepon tadi sudah terjawab Puslabfor hanya ada 6 itu semua dikenal, itu bersama istri (kami buka handphonenya) kemarin waktu di rumah duka," ujar Leonardus kepada wartawan saat konferensi pers, Senin (1/5/2023).
Sementara Kabid Fiskomfor Puslabfor Polri, Kombes Supiyanto mengatakan, pihaknya telah memeriksa aktivitas panggilan dari handphone milik korban menggunakan metode logical dan live analysis.
Baca juga: Jelang Laga di SEA Games, Head to Head Timnas Indonesia U22 vs Myanmar
Dari hasil pemeriksaan tersebut, terdapat enam panggilan dari handphone milik korban saat hari kejadian.
"Ada enam aktivitas panggilan pada hari kejadian, tiga panggilan keluar, dua missed call, dan satu panggilan masuk," tutur dia.
"Aktivitas panggilan pertama kali terekam pada pukul 06.55.03 WIB, jadi di pagi hari kemudian panggilan terakhir terekam pada pukul 09.29.26 WIB. di mana panggilan terakhir ada komunikasi selama 38 detik," jelas dia.
Menurut dia, saat ini barang bukti masih ada di Puslabfor untuk pemeriksaan lanjutan dengan metode full file system.
"Barang bukti sekarang masih ada di Puslabfor untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan terkait dengan metode full file system," papar dia.
"Ini memerlukan waktu minimal untuk instalasi adalah 11 jam, sedang berjalan sehingga hasilnya belum bisa disampaikan," pungkas dia.
Sebelumnya, pihak keluarga korban berbeda pendapat dengan penjelasan dari pihak Kepolisian.
Cyprus A selaku paman korban mengatakan, terdapat hal janggal yang perlu diselidiki lebih lanjut terkait kasus tersebut.
Menurutnya sebelum ditemukan tewas, Buddy sempat menerima telepon dari seseorang yang diduga menjadi pemicu tewasnya AKBP Buddy Alfrits.
"Kita mau minta Kepolisian itu mengusut tuntas, karena usai yang orang nelpon itu satu jam meninggal, kita duga ada yang bisa jadi suntik," kata Cyprus saat ditemui awak media di Rumah Sakit (RS) Polri Kramatjati, Sabtu (29/4).
Sebab, awal pertama kali pamit bekerja berangkat ke kantor Polres Metro Jakarta Timur, Buddy dikatakan Cyprus dalam kondisi sehat.
Sesampainya di ruangan kerja, Buddy langsung menerima telepon dari seseorang, dan sontak membuat perwira menengah tersebut pergi meninggalkan ruangan kerja.
"Dia (Buddy) tidak bawa kendaraan sendiri tapi dia naik grabcar atau go-jek, tiba - tiba di tempat yang dituju langsung dapat kabar meninggal," jelasnya.
Ketidak terimaan atas dugaan bunuh diri itu ditambah Cyprus, karena Buddy merupakan sosok yang taat ibadah di agamanya.
Hal itu terbukti, pada Minggu (30/4), direncanakan akan digelar Paskah, dan Buddy dipercayai keluarga untuk mengatur semuanya.
Baca juga: PREDIKSI SKOR Arsenal vs Chelsea Liga Inggris Catatan Laga The Gunners vs The Blues,Live Streaming
"Yang paling mengagetkan keluarga besar itu, besok akan paskah, dan dia yang mengatur semua acara, jadi semua keluarga itu pada kaget sehingga paskah besok itu jadi batal," lugasnya.
Selain itu, Buddy juga tidak memiliki riwayat gangguan jiwa, bahkan permasalahan ekonomi.
Tentu berdasarkan hal itu, pihak keluarga jadi semakin yakin kalau Buddy tewas bukan karena bunuh diri.
"Istrinya pengusaha, kalau untuk kendala ekonomi tidak mungkin, anaknya satu saat ini di Akademi Kepolisian (AKPOL), dia (Buddy) juga tidak ada riwayat gangguan jiwa," ujarnya.
Baca juga: Curiga Kematian AKBP Buddy terkait Kasus Ditangani, Ada yang Telepon Sebelum Tewas, Ini Kata Polisi
Sumber: Kompas.com/m37/wartakota)
Rekaman CCTV AKBP Buddy Alfrits Towoliu Sebelum Tewas, Ada Panggilan ke HP hingga Tinggalkan Kantor
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kasat-Narkoba-Polres-Jaktim-AKBP-Buddy-Alfrits-Towoliu-yang-baru-dua-bulan-menjabat-ditemukan-tewas.jpg)